Kamis, 01 Oktober 2020

MENELADANI KESUKSESAN RASULULLAH.

Kalau ditanya kenapa saya mau memasukkan anak saya ke LPST IAN, walaupun di sekolah ini tidak terlalu di prioritaskan pelajaran yang sifatnya akademik umum dan mementingkan ijazah? 
Banyak faktor yang menjadi latar belakang saya, antara lain:

1. Saya tertarik dengan visi LPST IAN, latar belakang kenapa LPST IAN didirikan dan mengambil nama Inspirasi Anak Negeri karena salah satunya terinspirasi dengan kesuksesan Rasulullah dan para sahabat yang ketika masih di usia belasan tahun sudah menjadi pengusaha sukses dan terbiasa hijrah (pergi keluar negeri) untuk berniaga. Sedangkan generasi muda muslim kita saat ini apakah sudah banyak mencontoh profesi dan kesuksesan nabinya ? Yang tentunya perjuangan beliau bisa sukses di dunia bisnis pasti banyak sekali ilmu-ilmunya yang bisa kita contoh. Jangan sampai anak-anak remaja dan muda saat ini terlena dan tidak mengetahui perjuangan tauladannya yaitu nabi Muhammad. 

2. Kurang pasnya dengan kurikulum nasional, kita lihat kurikulum dan buku berubah-ubah, usia 6 tahun baru bisa masuk SD (di LPST IAN 5 tahun), usia produktif baru dimulai usia 23-25 tahun (lulus kuliah). Terlalu banyak waktu mubazir di usia remaja, gimana mau meniru kesukaan nabi Muhammad ketika masih muda jika kurikulumnya seperti ini.

3. Untuk menjalani  homeschooling memang tidak semua orang tua siap untuk mendidik dan membimbing anandanya. Terlebih lagi menyiapkan konsep dan kurikulumnya yang perlu kami siapkan secara konsisten. Di LPST IAN guru (ustadz) maximal pegang 15 santri. 
Menurut saya ini hampir mirip dengan homeschooling berjamaah. Yang tentunya anak-anak akan lebih efektif, fokus dan juga terkontrol. 

4. Kedepan menurut saya ketika kebanjiran informasi dari internet, banyak orang kebingungan menentukan benar dan salah, sekalipun orang yang sudah dewasa, salah satunya ketika melihat film Alif Lam Mim, sedikit banyak hal tersebut sudah terjadi saat ini. Di LPST IAN yang diajarkan sederhana yaitu adab, Tahfizh dan entrepreneur, menurut saya ini dasar hidup yang pasti akan sangat diperlukan dan bermanfaat untuk masa depan anak-anak kita. Karena lebih banyak praktik dan menganalisa sebuah permasalahan hidup. Jadi ananda akan lebih terlatih leadership dan kesolehannya. 

Namun ketika bicara tentang adab walaupun terdengar sederhana, hal tersebut menjadi barang langka khususnya jika kita melihat pemimpin kita sekarang. Menurut paparan ketika pengenalan LPST IAN sempat di bahas, doa orang tua yang sering diucapkan adalah memiliki anak yang Qurotta’ayun (menjadi cahaya bagi orang tua dan masyarakat), indah sekali mendengar ketika orang tuanya lelah anaknya membantu tanpa disuruh, adzan terdengar anak langsung ke masjid, orangtua sakit anak merawat tanpa pamrih. Hal itu yang menjadi perhatian utama di LPST IAN, bukan sekedar anak yang berprestasi menang kompetisi sana-sini namun selalu membantah kepada kedua orang tuanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar