Terkadang jalan
seperti buah orange. Di luarnya terlihat manis namun dalamnya asam. Begitupun
jalan hidup kita. Terkadang jalan lurus itu tidak selalu membuat kita merasa
nyaman, tidak selalu baik untuk kita, oleh karena itu Allah membuatnya berliku
agar kita bisa mempunyai pilihan atas hidup kita. Karena hidup itu pilihan.
Mungkin di antara kita, sering kita mengeluh.. kenapa jalan hidup ku
seperti ini, kenapa tidak seperti dia, dan bla bla bla semua penuh dengan
keluhan.. padahal Allah kasih semua hal kepada kita yaa tentunya sesuai dengan
kebutuhan kita bukan kepada yang kita inginkan. Karena Allah lebih tau apa yang
kita butuhkan ketimbang apa yang kita inginkan.
Warnailah hidup ini dengan
selalu bersyukur, bukan malah selalu mengeluh dan mengeluh. Gak enak rasanya
kalo kita terus-terus mengeluh, karena tak akan pernah ada habisnya. Namanya
manusia kan pasti gak pernah ada puasnya, dikasih ini minta itu, dikasih itu
minta ono. Halaah.. apa gak cape tuh kalo seperti itu terus? Mending juga kita
warnai dengan bersyukur dan bersyukur.
Semua nikmat yg Allah sudah kasih
terhadap kita nikmatinlah, entah itu nikmat sehat, nikmat panjang umur, daan
semua nikmaat yang terkadang kita sepelekan namun itu adalah sebuah nikmat yang
sudah Allah berikan. Namun, kita bersyukur tak hanya selagi Allah kasih nikmat
aja.. selagi Allah kasih ujian juga bersyukurlah dengan cara bersabar, karena
itu tandanya Allah ingin menaiki level keimanan kita, daaan tentunya Allah akan
kasih ujian sesuai dengan kemampuan hambanya. Sudah jelas kok di dalam AL-QUR’AN:
Q.S Al-Baqarah: 286, bahwa "Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannua. Dan Allah cinta Dan Ridho kepada orang yang sabar."
***
Begitulah yang aku rasakan saat itu,
ketika masa galau memilih jurusan dan tempat kuliah. Yang ada di
pikiranku saat itu adalah bagaimana aku bisa masuk kuliah di perguruan tinggi
negeri dengan jurusan yang aku inginkan tentunya, yaitu akuntansi. Yaa
begitulah,.. aku sangat menyukai dan mencintai akuntansi, daaan aku ingin
merubah mindset orang-orang bahwa akuntansi tidak lah sulit, hanya butuh
pemahaman yang serius saja :) hehe.
namun, karena aku sungguh berani, bahkan saran dari guru dan
orangtuaku tak ku hiraukan, hmm.. bukan di hiraukan juga sih... tapi aku tak
ingin memilih jurusan yang bukan keinginan ku, sekalipun itu di perguruan
tinggi negeri.
Setelah pengumuman SNMPTN pun tiba...
Berharap banget hari ini adalah hari yang membahagiakan untuk kedua
orangtuaku, terutama untuk ayahku yang memang baru saja keluar dari rumah
sakit. Aku ingin menghadiaahkan kabar bahagia itu untuknya.
Namun, lagi lagi Allah tak mengizinkan ku untuk kuliah di Universitas
keinginanku itu, yaitu Sang Almet Hijau.. Universitas Negeri Jakarta.
Begitu terpukulnya aku setelah melihat pengumuman yang berwarna merah
pada tulisan di layar laptopku pada waktu itu. sangat membuatku sedih.. maafkan
aku my family, my teachers dan semua yang mengharapkan kabar baik
ini :’(
Namun, kegagalan bukan akhir dari segalanya, I’m believe! Allah akan kasih pelangi dibalik semua ini, yaaa selain
kepercayaan itu, kesedihan ini Alhamdulillah Allah kuatkan dengan kehadiran
seorang adik yang sangat lucu dan aktif banget, yang membuatku sangat bersemangat
ketika adik kecilku sedang berbincang denganku terkait cita-citanya yang ingin
menjadi pilot, dan juga kehadiran seorang IBU yang sangat sangat membuat ku
lebih tegar dan ikhlas meneriman keputusan yang sudah Allah berikan, She is the
POWER for me after Allah :’)
Setelah pengumuman itu, Alhamdulillah aku bisa move on.. maksudnya
bisa bangkit lagi dari sekeping kegagalanku yang tidak masuk snmptn. Hiks-_-“ Tapi ternyata disinilah Allah menunjukan sebuah hal yang tak pernah
aku sangka, tak pernah ku mengira sebelumnya. Aku dipertemukan dengan sebuah
tempat yang luar bidahsyat, tempat yang berada di pelosok kota depok, mungil
nan asri serta indah nampak bangunannya, membuat ku terpanah. Jauh dari
keramaian kota yang bising dan penuh kemacetan. Asing memang, namun hati ini
sangat terpesona dengan suasana ini.
Tempat apa ini? Seperti di pedesaan, layaknya pesantren.. tapi saat
ku berada disana sangat membuat ku nyaman dan membuatku tak ingin pulang karena
suasananya yang sangat berbeda sekali dengan suasana sekolahku dulu atau
kampus-kampus yang pernah aku datangi.
Yaaps, itulah kampus ku sekarang. STEI SEBI (Sekolah Tinggi Ekonomi
Islam) namanya. Kampus yang masih dalam tahap perkembangan, belum terkenal sama
sekali bahkan orang depok pun masih jarang yang tau, kalau di depok ada kampus.
tapi yang membuat ku aneh sampai sekarang adalah, walaupun SEBI belum terkenal
di depok, tapi ternyata SEBI sudah mengepakkan sayapnya di ranah pulau lain,
yaps SEBI sudah banyak yang tau di luar kota bahkan luar pulau sekalipun.
Terbukti teman-temanku yang juga satu angkatan banyak dari mereka yang rela
menjadi perantau untuk sekedar mencari ilmu di Depok, kebanyakan dari mereka
ada yang dari Bontang, kalimantan barat, Sulawesi, Aceh, padang, Samarinda,
Lombok, Jogyakarta, Purworejo, ciamis, Bandung, Brebes, Tasikmalaya, Garut, daaan
masih banyak lagi teman-temanku yang dari luar Depok. Seru kaan punya teman
beda wilayah? Bisa sharing banyak tentang daerahnya masing-masing. Hehe. Ya
minimal walaupun belum bisa keliling Indonesia setidaknya bisa tau lebih dulu
tentang banyak daerah. Jadi ketika nanti kita ingin berkeliling Indonesia, dan
deket rumah mereka bisa sekalian mampir *itung-itung bisa gratis penginapan #eh :D
***
Pertemuanku dengan kampus STEI SEBI itu berawal ketika aku aktif di
suatu organisasi pelajar di depok, yaitu Kesatuan Pelajar muslim Depok (KPMD),
saat itu STEI SEBI bekerjasama dengan KPMD untuk menyelenggarakan seminar dan
tes beasiswa untuk kuliah. Dari situlah entah kenapa hatiku seperti terpikat
oleh SEBI, tidak mikir panjang, akhirya aku mengikuti tes tersebut.
Setelah seminggu kemudian... pengumuman pun telah tercantum di
Websitenya SEBI, awalnya aku masa bodoan, karena orientasiku saat itu adalah
almet hijau, yaps. UNJ namanya.
Tapi tapi ada salah satu temanku yang kepo dengan hasilnya, daan
yaps, aku dan teman ku lolos tahap pertama. Tapi lagi-lagi belum aku hiraukan
karena ambisiku masih terus mengejar almet hijau.
Setelah beberapa hari kemudian setelah hasil tersebut, aku di telphone
oleh pihak SEBI, yang menyatakan bahwa tinggal satu langkah lagi untuk aku
meraih beasiswa 100%. Hmm disitulah mulai ku berfikir, sedikit berhenti haluan
untuk sekedar menengok kampus itu.
Lagi-lagi hati ku terasa terpanggil oleh kampus itu, tepat pada hari
jumat, aku beranjak ke kampus tersebut untuk mengikuti tes lanjutan (tes tulis
dan interview), setelah interview aku berkenalan dengan seseorang akhwat yang subhanallah
banget, lugu polos tapi sepertinya wawasannya luas dan pandai dalam berbahasa
inggris. Sebut saja RYB. Yang ternyata Allah pertemukan kita di dalam satu
kelas di semester 1 dan 2.
Setelah berkenalan dengannya, Aku dikenalkan dengan kaka kelasnya di
SMA dulu, sebut saja Bu Guru (Itu sebutan teman sekelasnya, hehe), ternyata
Allah izinkan aku dibimbing dengan Bu Guru itu di RTM Greenland. Walaupun tidak
lama.
Setelah kenalan, kita diajak berkeliling sekitar Kampus SEBI. Saat ke
asrama, kaka kelas yang ada di asrama menyambut kami sangat baik, dengan
sambutan hangat dan lontaran bahasa disana, ada yang bilang pake bahasa arab,
inggris, sunda, dan indonesia. Hihi.. Aku jadi semakin yakin untuk mencoba
hijrah. Memasuki dan menjadi bagian dari teman-teman asrama di sini.
But, of all... aku pasrahkan semua hasilnya kepada Allah. Saat ini
aku hanya ingin mendapatkan keberkahan dalam hidupku, meneruskan misi besarku
untuk bisa bermanfaat untuk khalayak. Yaa melalui kampus terbaik. Terbaik
menurut Allah untuk aku melangkah hijrah disana.
Seminggu kemudian...
Pengumuman di STEI SEBI pun sudah terpampang di Websitenya.. awalnya
aku belum tau pengumuman ini, justru teman ku yang kasih info ini. Hehe
Pas aku buka websitenya. Oh My God! Alhamdulillah, aku diterima
beasiswa entreprenur 100%. akhirnya aku kasih info ini kepada orangtua ku, yang memang beliau sebelumnya
belum tau kalau aku sedang mengikuti tes beasiswa di STEI SEBI. Lalu, orang
tuaku tanya, ini kampus apa ka? Kok mama ga pernah denger yah #jleb! Haha
sebenernya sih sama aja kaya aku. Aku juga baru tau. Kalo kata anak gahul mah “sama! Aku juga!” wkwk
Nah setelah pengumuman itu aku gak langsung men’iya’kan. Penuh dengan sebuah pertimbangan yang cukup panjang. Minta
pertimbangan sana sini, dan yang pasti selama seminggu itu aku istikhoroh
terus. Minta pertimbangan sama Allah, DZAT yang paling tau akan kita. Pilihan
yang sangat amat membuat aku galau, ya seperti anak muda jaman sekarang lah,
aku galau akan pilihan apakah aku melanjutkan impianku untuk berjuang bersama
teman-teman ku di sbmptn atau kah aku harus menerima beasiswa ini. Apakah aku
akan menjadi seorang entrepreneur atau akuntan? Hmm.. pilihan yang dua-duanya
menjadi sebuah prioritas.
Alhamdulillah tepat di tanggal 13. Aku harus menetapkan pilihan,
apakah aku pergi ke SMA 55 untuk mengikuti tes SBM, atau aku pergi ke STEI SEBI
untuk MOU. Entah kenaapa lagi-lagi hati aku terpaut sangat dalam terhadap
kampus asri ini. Bismillah.. akhirnya aku mengikuti kata hatiku untuk
menetapkan pilihan itu.
Huaaaaaa... semoga ini adalah jawaban aku selama ini, ditempatkan di
tempat kuliah yang kondusif dan efektif, yaaa efektif belajar ilmu duniawi dan
akhiratnya juga dapet.
Alhamdulillah.. setelah MOU selesai. Oh My Allah! membaca
berlembar-lembar persyaratan beasiswa itu membuat ku semakin bersemangat!
Memang sih sempat agak ragu ketika orang tuaku menanyakan kepadaku, apakah aku
sanggup dengan kewajiban itu, sedangkan aku memang belum terbiasa dengan
suasana itu. Hmm.. maybe hanya butuh waktu untuk merubah itu. Yeaah. It’s NOW! Aku berhijrah. Inilah kesempatan yang Allah berikan kepada ku
untuk berhijrah. Masa iya hidup mau begini-begini aja sih? Ya memang kudu ada
gebrakan dong untuk bangkit dan merubah menjadi lebih baik. Okee, dengan lafadz
basmallah aku menandatangni MOU itu.
Disinilah aku tersesat, yaa tersesat dijalan yang lurus. Jalan yang
tak sembarangan orang bisa memasukinya.
Salam Inspiratif!