Minggu, 18 Desember 2016

Mujahidahnya Greenland

*saat tes asrama di Kampus hijau nan asri*
Disaat itulah pertama kali aku bertemu dengannya, bertemu dengan sang mujahidah yang sangat anggun, sholihat Dan banyak pula hafalannya. Masyaa Allah.
Aku jadi minder, yang masih jauh banget ilmunya dan hafalannya pun belum pernah di muraja'ah lagi sejak smp -_- ckck (Astaghfirullah) *ngapain aja lu rin? Haha maklum sekolah umum mah ngejarnya akademik banget.
Tapi, disinilah aku tersadar bahwa ilmu dunia dan akhirat haruslah balance. Dan aku banyak belajar dari teman2ku disana terutama dari dia.
Entah kenapa Allah mempertemukan Dan mendekatkan aku dengan nya.
Diawali dengan kami satu asrama Dan satu group di program pengenalan Kampus (propeka). Di saat itulah kami semakin dekat Dan sering sharing2 bareng. Ya, pemikirannya cukup luas Dan pengalamannya pun sudah banyak.
Ternyata tidak hanya itu,  dia juga orangnya kalo di luar sangat ambisius, selalu bersemangat dalam kebaikan dan struggle bangeeet. Yaa macam akhwat strong Dan kuproy lah :p tapi anehnya kalo udah di dalam  mainnya sama laptop terus dari pagi-siang-sore-malam-pagi lagi yaa, pokoknya gak ada capeknya deh. Gatau ngapain aja itu. Haha ._v
(Padahal mah tau, dia nonton film *eh)
Dia juga paling doyan sama mie Dan bakso kuah sambel haha kenapa gitu? Karena antara kuah Dan sambel banyakan sambel. Jadilah namanya bakso kuah sambel. (Bagus tuh menu buat yang suka makan sambel) wkwk

Di balik kecerian dan ketangguhan dia, terdapat hati yang lembut. Ya namanya perempuan pasti hatinya lembut (walaupun gak semua hehe) bak  intan permata di lautan. *eaa :p
Dan di balik ketegarannya tersimpan cerita yang amat dahsyat sewaktu kecilnya yang membuat dia bisa seperti ini, sekuat dan setangguh uminya dan aku sangat salut sama dia Dan belajar banyak dari kehidupannya.

Kedekatan kami berlanjut ketika kami satu kelas, satu organisasi bahkan satu divisi, Dan setelah selesai dari asrama kami pun satu rumah serta kami pun mendapatkan beasiswa yang sama.
Tidak hanya itu, jalan bareng, touring bareng, makan bareng, yaa pokoknya always together.
So, ga jarang orang bilang kaya anak kembar.
Kalo kita lagi sendiri-sendiri pasti selalu ditanya, dia kenapa atau aku yang ditanya.
Ya sampai orang bilang kalo ada aku pasti ada dia. Haha

Cuma satu yang belum terealisasi niih, kita ada rencana mau ke lombok dan malaysia bareng.. Semoga Allah mempertemukan kita disana yaa ukh. Bukan hanya disana, tapi in syaaAllah kita
Juga akan ketemu di masjidil haram. Aamiin Allahumma aamiin .

Secara otomatis banyak moment dong sama dia yang unforgettable banget.
Kalo di ceritain bisa kali jadi satu novel mah. Haha :p

Ketika dekat , tak selamanya Allah mendekatkan kita pada satu orang saja. Qodarullah. Saat ini kita diberi kesempatan untuk bertebaran dimuka bumi dengan cita-cita Dan talent masing2.

Tak terasa saat ini dia udah semakin tua alias dewasa, 21th telah terlewati dalam hidupnya.
Aku sangat bersyukur Allah mempertemukan aku dengan seorang mujahidah Greenland yang sangat luar biasa.

Terimakasih mujahidah telah mewarnai kehidupan aku semakin berwarna, selalu ada disaat suka Dan duka,  selalu pengertian Dan selalu mensupport apapun kondisi sahabatnyaa serta selalu mengingatkan dan berlomba dalam kebaikan.

Walaupun aku sudah tak bersama-sama lagi, tapi aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu..

Semoga Diumurmu yang semakin berkurang ini, Allah menjadikanmu lebih Lembut dalam bicara, menjadi lebih mulia pada akhlaknya menjadi lebih tegar dengan pundaknya.
Semoga Allah senantiasa memberikanmu kesehatan wal'afiat dan keselamatan dunia wal akhirat, menjadikanmu orang sholeh dan sukses yang bermanfaat, menyejukanmu dengan cintaNya pada setiap jalan yang kau tempuh, menjauhkanmu dari setiap kemaksiatan dan mendekatkan selalu pada orang yang sholih, serta semoga Allah memberimu seseorang Mujahid yang akan mendampingimu karena mencintaimu berlandaskan cintanya pada sang Pencipta, menggandeng tanganmu bukan karena dunia semata, melainkan berjuang untuk melangkah ke syurga bersamanya.
Aamiin Allahumma aamiin

Sengaja aku kasih ini diakhir, karena aku Ingin menjadi sahabat yang mendoakan kamu bukan pertama kali tapi yang terakhir. Hihi :p

Miladuki sa'idah ukh :')
Uhibbuki fillah ila jannah mujahidah :* {}

Salam,

Sahabatmu yang selalu mendoakanmu.

161216

Selasa, 15 November 2016

5 PRINSIP PENDAPATAN. Pendapatan adalah fungsi :

Apa sih yang kamu fikirkan kalo berbicara mengenai pendapatan??
Uuh , kalo saya sih seneng banget kalo ngomongin pendapatan.
Secara tidak sadar mau gak mau, kalo kita bisnis ga jauh jauh deh ngomongin pendapatan atau biasa disebut income. Walaupun paling pusing klo udah melihat angka-angka. Tapi kudu ngerti hehe
Berikut beberapa point mengenai pendapatan.
Check it out!

Pendapatan mempunyai beberapa fungsi, di antaranya :
1. Mental :
Ditandai dengan : Seberapa banyak uang yg bisa diterima dan sudah memberi kenyamanan secara mental.
A dan B penghasilannya : Rp. 10 jt/bulan.
Untuk A, sudah cukup dan beri kenyamanan (secara mental)
Untuk B, belum cukup dan tak nyaman.
Maka B akan berusaha lebih keras lagi.
Pendapatan kita adalah tergantung yang kita fikirkan Dan kita ikhtiarkan. Kalo sudah ikhtiar banyak tapi belum cukup itu tandanya ada yang salah dari diri kita. Hayo apa?? Yap! Berarti kita kurang bersyukur. Berapa pun pendapatannya kalo bersyukur pasti cukup aja kok :)
So, tentukan pendapatanmu berapa lalu bersyukurlah!

2. Sosial
Seberapa banyak orang yg dikenal dan mengenal.
Di level ekonomi apa orang2 itu?
Dikenal sbg apa kita oleh orang2 itu?
- Pendengar yg baik?
- Suka berdebat?
- Suka menang sendiri?
- Suka ditraktir atau mentraktir?
- Suka memberi solusi, ilmu, gagasan?
- Suka membantu bisnis / usaha orang2 ?
- Suka becanda yg cerdas atau kasar, porno dan Rasis?
So, tentukanlah! Supaya balance dengan brand Dan pendapatan kamu :)

3. Profesional
Karyawan dan Pebisnis beda tipe pendapatannya. Beda juga peluang peningkatan pendapatannya tsb.
Bidang apa yg jadi core competence?
Tiap bidang pun beda2 karakternya.
Naah, sekarang kamu harus tentukan mau jadi karyawan seumur hidup yang gajinya tetap tapi segitu2 aja, atau jadi pembisnis gajinya tidak tetap tapi gajinya bisa kita bisa prediksiin sendiri. Hehe
Naah selanjutnya, tentukan bidang apa yang sesuai passion Dan berpeluang besar!

4. Spiritual
- Seberapa bagus shalat fardhu, sunah, dll.
- Bagaimana sedekahnya? Harian? Mingguan? Berapa banyak?
Dibiasakan atau kalau ada yg minta aja?
- Berdoa. Masih utk diri sendiri saja? Atau sdh utk orang lain juga? (Jangan pelit doa!!!)
Nah ini yang paling penting! Hasil pendapatan kita akan berpengaruh terhadap aktivitas spiritual (mutaba'ah yaumiyah) kita. Apalagi seorang pembisnis. Kudu terus deket sama Allah biar rezeki jalan teruuus. Etss... tapi bukan berrti deket sama Allah itu cuma karena ada maunya aja ya, tapi itu adalah fitrah kita sebagai makhluk Allah Yang mempunyai kewajiban ibadah (y)
Intinya antara aktivitas dunia dg akhirat harus balance yaa seperti konsep akuntansi income kita yang harus balance antara pendapatan Dan pengeluaran kita.

5. Finansial.
Uang yg didapat, utk apa aja?
Konsumsi? Tabungan? Sedekah? Investasi? Belajar?
Naah ini kita perlu jadi mentri keuangan diri sendiri niih. Tentukan semua pengeluaran kita Dan sesuai dengan income yang kita dapatkan. Jangan sampe malah kebanyakan pengeluarannya hehe
Apalagi kalo kita sudah berkeluarga perlu banget bikin plot pengeluaran yang dibutuhkan bukan yang di inginkan.

Ok! Enough for about income .
Semoga bermanfaat :)

Senin, 24 Oktober 2016

Luruskan Anakmu!

Jika saat ini anakmu malas sholat, cepat tegur, karena jika sudah terbiasa akan sulit engkau mengubahnya.

Jika saat ini omongannya Anjay .anjrit…njirrr dan ucapan buruk lainnya.. cepatlah kau ubah. Karena besok-besok mungkin dia akan mengumpatmu dengan kata kata itu. Atau mungkin dia akan sekarat dalam mautnya dengan perkataan itu. Naudzubillah.

Jika saat ini hobinya cuma nongkrong dan menghambur-hambur uang, cepat tegur dan luruskan, agar kelak ia belajar artinya hidup qona'ah dan hidup apa adanya.

Engkau mampu membeli duniamu duhai ayah dan ibu, engkau gadaikan siang malam-mu untuk mereka dan kepingan rupiah untuk hidupmu. Engkau mampu mengumpulkan uang untuk kebahagian anakmu. engkau mampu untuk jadikan mereka bertitel laksana raja dan ratu. Namun engkau tak bisa membeli akhlak dan pendidikannya saat engkau terlalu ambisi dengan duniamu, karena engkau lupakan pendidikan anakmu.

Tak cukup engkau serahkan semuanya pada seorang guru atau asrama yang masih ambigu, apakah dia diajar bagaimana wudhu dan sholat khusyuk atau mereka cuma menjadikanmu lahan untuk mencari harta dan memeras keringatmu.

Engkau duhai orangtua, ikut sertalah dalam mendidik anak anakmu, jangan cuma mengandalkan guru sekolahan anakmu.

Dia anakmu, penyelamat hidupmu...

Jika sekarang belum, maka kapan lagi akan memulai…

Sumber: Al Akh. M
-------
Jika dari kecil dia tidak diajarkan perihal halal haram maka jgn heran ketika dewasa dia tidak peduli perihal halal haram karena baginya bagaimana keinginannya bisa terpenuhi

Jika dari kecil tidak ada disiplin yg tegas mengenai aturan Maka ketika dewasa jgn heran kalau dia hidup seenaknya

Jika dari kecil tidak diajarkan untuk peduli terhadap sesama, maka jangan heran ketika dewasa bersikap sombong Dan angkuh.

Yuuukk kita sama sama jadikan anak anak didik kita pribadi yang berakhlak dan penyelamat di akhirat, dengan kita ikut serta aktif dalam memonitoring perkembangan anak didik kita baik di rumah maupun di sekolah.

Barakallahu fikum.

Kamis, 22 September 2016

Celoteh inspirasi

Pagi yang merekah
Bersama embun mengantar hari
Siap untuk menjelajah dunia
Mimpi yang hadir sejenak menyapa dunia
Alam telah menghadiahkan nyata dan mimpi untuk saling melengkapi
Dimana penat selalu ada tempat beralih.

Kita semua adalah musafir yang lelah berjalan
Mencari tempat membasuh

Inspirasi adalah air kehidupan menghapus dahaga
Satu teguk akan menghapus dahaga
Dua teguk akan menguatkan dirinya membuka hati untuk lebih bijaksana
Mensyukuri sesama dan menikmati kehadirannya
Berucap kagum dengan alam
Mengisi hari dengan semangat bagai berbaju indah siap berlari ke pesta
Kita pun tak pernah lupa saatnya duduk di pinggir telaga

Inspirasi Menyapa...
Agar kita tak lagi bernapas tanpa rasa sebab untuk kita terentang seribu teguk kehidupan.
Andai kita mau berjeda
Pasti kita bisa melangkah penuh meraih kehidupan..

Untuk jiwa yang ingin terus belajar dan meraih impian yang menginspirasi.

#AmazingInspiration
Inspirasi Anak Negeri

LANGKAH AWAL MEMULAI BISNIS

Sebelum nya saya mau Tanya, siapa yang mau jadi pengusaha???
Pasti kebanyakan orang pingin jadi pengusaha, tapi cuma sekedar pingin pingin pingin doang, action nya kurang.
Banyak fakta yang membuktikan, bahwa ketika kita pingin berbisnis ya kudu kuatin mental juga jangan hanya pingin doang hehe
Kuatin mental, reason terkuat dann strategi memulainya..
Nah.. Berikut ini beberapa prinsip penting yang perlu kita ketahui dan di lakukan saat akan memulai bisnis:

1. MULAI DARIMANA?
Ini pertanyaan yang sering terlontar oleh semua orang yang ingin memulai bisnis. Mulai darimana? Jawabannya sederhana, is starting from now!!! Action!
Ya mulai dari sekarang. Jangan buat jadi rumit ketika memulai bisnis, mulai dari yang sesimpel mungkin. Yang penting segera dimulai jangan hanya direncanakan saja.

Kenapa harus segera dimulai? Jawabannya sederhana, jangan sampai keduluan oleh yang lain. Jangan ditunda, ga pake tapi ga pake nanti. Sekarang ya sekarang! *nahloh maksa*

2. JANGAN TAKUT MEMULAI
Hilangkan rasa takut, orang yang takut memulai bisnis, akan sangat sulit merealisasikan bisnisnya. Benar kan? Ya karena kebanyakan orang hanya fokus pada “takut memulai” yang ujung-ujungnya membuat ide bisnis kita hanya sebatas ide alias ga pernah dimulai alias omdo *jleb

Catat hal penting ini > 1000 langkah kesuksesan selalu dimulai dari langkah pertama. Tangga tertinggi kesuksesan kita selalu dimulai dari anak tangga pertama.
Yap! So please, do the best in your life :)

3. HABISKAN JATAH GAGALMU
Ada satu pemahaman sederhana yang berbunyi seperti ini. Semua pengusaha sukses pasti pernah mengalami kegagalan. Alias ada jatah gagal di setiap orang. Nah setiap pengusaha tersebut akhirnya meraih sukses karena sudah pernah mengalami kegagalan, alias belajar banyak dari setiap kegagalan. Dari sini pahami bahwa gagal adalah belajar, jadi jangan takut gagal.

Bahkan semakin cepat kita gagal semakin cepat kita sukses. Habiskan jatah gagalmu!

Kalo gagal jangan sedih, galau, kecewa, tapi bersyukurlah karena jatah gagal kita berkurang *yeaaay!

4. BISNIS GAK MELULU MODAL UANG
Banyak orang gak jadi-jadi mulai bisnis karena mindset bisnisnya selalu pakai modal uang. Padahal kenyatannya tidak selalu demikian. Yes, modal uang memang penting, tetapi banyak juga pebisnis yang sukses berbisnis tanpa modal uang. Terus bagaimana carannya? Nah kuncinya adalah networking dan modal skill. Tipsnya: kalo kita punya ide bisnis, kita perlu cari rekan kerja yang punya modal dana. Dari sini kita bisa bekerjasama. Inilah yang namanya kekuatan networking.
Focus pada potensi kita yg bisa di jual. Kalo suka mikirin ide2 gila coba lah sharing-sharing sama yang punya duit alias calon investor, kalo rezeki pasti jadi peluang bisnis deh. Dari sekedar ide bisa loh kita menilai bisnis.
So, jangan pernah minder kalo kita ga punya uang tapi mau bisnis. Kembangkan aja potensi yang ada di diri kita :)

5. TENTUKAN KAPAN MULAINYA?
Satu hal penting yang harus kita ketahui adalah kita akan sulit memulai sesuatu kalau kita tidak membuat tenggang waktunya.
Contoh: kapan mulai bisnis? Ya nanti, ya besok, ya tahun depan, ya kalo sudah yakin, yaa tarsok tarsok. Sampe lebaran monyet gak bakal jalan kalo banyak alasan hehe.. 

Nah TIPS penting dari langkah ini adalah:
BUAT KOMITMEN kapan start akan MEMULAI BISNIS. Tentukan tanggal pasti dan harus yakin plus komitmen untuk segera mulai, tanpa nanti tanpa tapi. Kalo pakai tapi-tapi, lihat beberapa prinsip penting diatas.

Kalo tidak memulai lebih awal, Anda akan keduluan yang lain. Mulai lebih cepat akan lebih baik. Ingat kata Pak Sandiaga Uno, lebih cepat gagal akan lebih cepat untuk sukses. Lebih cepat memulai akan lebih cepat untuk sukses.
So, Let's running quickly for start your business ^^√
#salamentrepreneur
#pengusahasukses

Aqidah

kesimpulan mengenai bahasan tentang aqidah oleh Reza Pahlevi Baraba

Seseorang tdk akan suka pd sesuatu jk ia tdk kenal pd sesuatu tsb. Hal ini mnjadi alasan terbesar mengapa umat islam skrg ini banyak meninggalkan agamanya krn mereka tdk knl pd Tuhan dan agama mereka sendiri.
Ada pertanyaan yang dibahas oleh seluruh umat yaitu tentang mengapa manusia diciptakan? darimana manusia berasal? akan kemana manusia setelah ini?
ada 2 ideologi yg mencoba menjawab pertanyaan ini.
1. Sosialism (paham atheis) bhw manusia tercipta dgn sendirinya dr suatu materi dan kembali menjadi materi, manusia hidup untuk mencari kesenangan. Paham ini tdk masuk akal krn tdk mungkin ada ciptaan tanpa pencipta.
2. capitalism (sekulerisme) bhw kehidupan ini berasal dr Tuhan dan kembali pada Tuhan. manusia hidup untuk mencari kesenangan. Tuhan menciptakan makhluk tanpa ikut campur pd kehidupan makhlukNya. ini jg tdk masuk akal, tdk mungkin Tuhan menciptkan tanpa pengaturannya.
Islam menyakini semua berasal dr Allah. seluruh hal membutuhkan penciptaNya. dan Allah telah menegaskan itu semua pd surah Al-Ikhlas bahwa Allah esa. tdk mungkin Tuhan lebih dr satu, krn bakal ribet. Allah tempat bergantung krn semua makhluk membutuhkanNya. Allah tdk punya anak dan bapak. kalo punya, berarti Tuhan sm dgn makhluk. Allah tdk tertandingi dan tdk setara. jk Allah lupa atau salah, apa bedanya dgn makhluknya. Dan semua hal yang menjelaskan tentang bukti kekuasaan dan ciptaan ada dlm Al-Qur'an.

TIDAK HARUS PINTAR MERAIH KESUKSESAN

“ Goblok kamu ya…” Kata Suamiku sambil melemparkan buku lapor sekolah Doni. Kulihat suamiku berdiri dari tempat duduknya dan kemudian dia menarik kuping Doni dengan keras. Doni meringis. Tak berapa lama Suamiku pergi kekamar dan keluar kembali membawa penepuk nyamuk. Dengan garang suamiku memukul Doni berkali kali dengan penepuk nyamuk itu. Penepuk nyamuk itu diarahkan kekaki, kemudian ke punggung dan terus , terus. Doni menangis “ Ampun, ayah ..ampun ayah..” Katanya dengan suara terisak isak. Wajahnya memancarkan rasa takut. Dia tidak meraung. Doni ku tegar dengan siksaan itu. Tapi matanya memandangku. Dia membutuhkan perlindunganku. Tapi aku tak sanggup karena aku tahu betul sifat suamiku.

“Lihat adik adikmu. Mereka semua pintar pintar sekolah. Mereka rajin belajar. Ini kamu anak tertua malah malas dan tolol Mau jadi apa kamu nanti ?. Mau jadi beban adik adik kamu ya…he “ Kata suamiku dengan suara terengah engah kelelahan memukul Doni. Suamiku terduduk dikorsi. Matanya kosong memandang kearah Doni dan kemudian melirik kearah ku “ Kamu ajarin dia. Aku tidak mau lagi lihat lapor sekolahnya buruk. Dengar itu. “ Kata suamiku kepadaku sambil berdiri dan masuk kekamar tidur.

Kupeluk Doni. Matanya memudar. Aku tahu dengan nilai lapor buruk dan tidak naik kelas saja dia sudah malu apalagi di maki maki dan dimarahi didepan adik adiknya. Dia malu sebagai anak tertua. Kembali matanya memandangku. Kulihat dia butuh dukunganku. Kupeluk Doni dengan erat “ Anak bunda, tidak tolol. Anak bunda pintar kok. Besok ya rajin ya belajarnya”

“ Doni udah belajar sungguh sungguh, bunda, Bunda kan lihat sendiri. Tapi Doni memang engga pintar seperti Ruli dan Rini. Kenapa ya Bunda” Wajah lugunya membuatku terenyuh.. Aku menangis “ Doni, pintar kok. Doni kan anak ayah. Ayah Doni pintar tentu Doni juga pintar. “

“ Doni bukan anak ayah.” Katanya dengan mata tertunduk “ Doni telah mengecewakan Ayah, ya bunda “

Malamnya , adiknya Ruli yang sekamar dengannya membangunkan kami karena ketakutan melihat Doni menggigau terus. Aku dan suamiku berhamburan kekamar Doni. Kurasakan badannya panas.Kupeluk Doni dengan sekuat jiwaku untuk menenangkannya. Matanya melotot kearah kosong. Kurasakan badannya panas. Segera kukompres kepalanya dan suamiku segera menghubungi dokter keluarga. Doni tak lepas dari pelukanku “ Anak bunda, buah hati bunda, kenapa sayang. Ini bunda,..” Kataku sambil terus membelai kepalanya. Tak berapa lama matanya mulai redup dan terkulai. Dia mulai sadar. Doni membalas pelukanku. ‘ Bunda, temani Doni tidur ya." Katanya sayup sayup. Suamiku hanya menghelap nafas. Aku tahu suamiku merasa bersalah karena kejadian siang tadi.

Doni adalah putra tertua kami. Dia lahir memang ketika keadaan keluarga kami sadang sulit. Suamiku ketika itu masih kuliah dan bekerja serabutan untuk membiayai kuliah dan rumah tangga. Ketika itulah aku hamil Doni. Mungkin karena kurang gizi selama kehamilan tidak membuat janinku tumbuh dengan sempurna. Kemudian , ketika Doni lahir kehidupan kami masih sangat sederhana. Masa balita Doni pun tidak sebaik anak anak lain. Diapun kurang gizi. Tapi ketika usianya dua tahun, kehidupan kami mulai membaik seiring usainya kuliah suamiku dan mendapatkan karir yang bagus di BUMN. Setelah itu aku kembali hamil dan Ruli lahir., juga laki laki dan dua tahu setelah itu, Rini lahir, adik perempuannya. Kedua putra putriku yang lahir setelah Doni mendapatkan lingkungan yang baik dan gizi yang baik pula. Makanya mereka disekolah pintar pintar. Makanya aku tahu betul bahwa kemajuan generasi ditentukan oleh ketersediaan gixi yang cukup dan lingkungan yang baik.

Tapi keadaan ini tidak pernah mau diterima oleh Suamiku. Dia punya standard yang tinggi terhadap anak anaknya. Dia ingin semua anaknya seperti dia. Pintar dan cerdas. “ Masalah Doni bukannya dia tolol, Tapi dia malas. Itu saja. “ Kata suamiku berkali kali. Seakan dia ingin menepis tesis tentang ketersediaan gizi sebagai pendukung anak jadi cerdas. “ Aku ini dari keluarga miskin. Manapula aku ada gizi cukup. Mana pula orang tuaku ngerti soal gixi. Tapi nyatanya aku berhasil. “ Aku tak bisa berkata banyak untuk mempertahankan tesisku itu.

Seminggu setelah itu, suamiku memutuskan untuk mengirim Doni kepesantren. AKu tersentak.

“ Apa alasan Mas mengirim Doni ke Pondok Pesantren “

“ Biar dia bisa dididik dengan benar”

“ Apakah dirumah dia tidak mendapatkan itu”

“ Ini sudah keputusanku, Titik.

“ tapi kenapa , Mas” AKu berusaha ingin tahu alasan dibalik itu.

Suamiku hanya diam. Aku tahu alasannya.Dia tidak ingin ada pengaruh buruk kepada kedua putra putri kami. Dia malu dengan tidak naik kelasnya Doni. Suamiku ingin memisahkan Doni dari adik adiknya agar jelas mana yang bisa diandalkannya dan mana yang harus dibuangnya. Mungkinkah itu alasannya. Bagaimanapun , bagiku Doni akan tetap putraku dan aku akan selalu ada untuknya. Aku tak berdaya. Suamiku terlalu pintar bila diajak berdebat.

Ketika Doni mengetahui dia akan dikirim ke Pondok Pesantren, dia memandangku. Dia nanpak bingung. Dia terlalu dekat denganku dan tak ingin berpisah dariku.

Dia peluk aku “ Doni engga mau jauh jauh dari bunda” Katanya.

Tapi seketika itu juga suamiku membentaknya “ Kamu ini laki laki. TIdak boleh cengeng. Tidak boleh hidup dibawah ketika ibumu. Ngerti. Kamu harus ikut kata Ayah. Besok Ayah akan urus kepindahan kamu ke Pondok Pesantren. “

Setelah Doni berada di Pondok Pesantren setiap hari aku merindukan buah hatiku. Tapi suamiku nampak tidak peduli. “ Kamu tidak boleh mengunjunginya di pondok. Dia harus diajarkan mandiri. Tunggu saja kalau liburan dia akan pulang” Kata suamiku tegas seakan membaca kerinduanku untuk mengunjungi Doni.

Tak terasa Doni kini sudah kelas 3 Madrasa Aliyah atau setingkat SMU. Ruli kelas 1 SMU dan Rini kelas 2 SLP. Suamiku tidak pernah bertanya soal Raport sekolahnya. Tapi aku tahu raport sekolahnya tak begitu bagus tapi juga tidak begitu buruk. Bila liburan Doni pulang kerumah, Doni lebih banyak diam. Dia makan tak pernah berlebihan dan tak pernah bersuara selagi makan sementara adiknya bercerita banyak soal disekolah dan suamiku menanggapi dengan tangkas untuk mencerahkan. Walau dia satu kamar dengan adiknya namun kamar itu selalu dibersihkannya setelah bangun tidur. Tengah malam dia bangun dan sholat tahajud dan berzikir sampai sholat subuh.

Ku purhatikan tahun demi tahu perubahan Doni setelah mondok. Dia berubah dan berbeda dengan adik adiknya. Dia sangat mandiri dan hemat berbicara. Setiap hendak pergi keluar rumah, dia selalu mencium tanganku dan setelah itu memelukku. Beda sekali dengan adik adiknya yang serba cuek dengan gaya hidup modern didikan suamiku.

Setamat Madrasa Aliyah, Doni kembali tinggal dirumah. Suamiku tidak menyuruhnya melanjutkan ke Universitas. “ Nilai rapor dan kemampuannya tak bisa masuk universitas. Sudahlah. Aku tidak bisa mikir soal masa depan dia. Kalau dipaksa juga masuk universitas akan menambah beban mentalnya. “ Demikian alasan suamiku. Aku dapat memaklumi itu. Namun suamiku tak pernah berpikir apa yang harus diperbuat Doni setelah lulus dari pondok. Donipun tidak pernah bertanya. Dia hanya menanti dengan sabar.

Selama setahun setelah Doni tamat dari mondok, waktunya lebih banyak di habiskan di Masjid. Dia terpilih sebagai ketua Remaja Islam Masjid. Doni tidak memilih Masjid yang berada di komplek kami tapi dia memilih masjid diperkampungan yang berada dibelakang komplek. Mungkin karena inilah suamiku semakin kesal dengan Doni karena dia bergaul dengan orang kebanyakan. Suamiku sangat menjaga reputasinya dan tak ingin sedikitpun tercemar. Mungkin karena dia malu dengan cemoohan dari tetangga maka dia kadang marah tanpa alasan yang jelas kepada Doni. Tapi Doni tetap diam. Tak sedikitpun dia membela diri.

Suatu hari yang tak pernah kulupakan adalah ketika polisi datang kerumahku. Polisi mencurigai Doni dan teman temannya mencuri di rumah yang ada di komplek kami. Aku tersentak. Benarkah itu. Doni sujud dikaki ku sambil berkata “ Doni tidak mencuri , Bunda. TIdak, Bunda percayakan dengan Doni. Kami memang sering menghabiskan malam di masjid tapi tidak pernah keluar untuk mencuri.” Aku meraung ketika Doni dibawa kekantor polisi. Suamiku dengan segala daya dan upaya membela Doni. Alhamdulilah Doni dan teman temannya terbebaskan dari tuntutan itu. Karena memang tidak ada bukti sama sekali. Mungkin ini akibat kekesalan penghuni komplek oleh ulah Doni dan kawan kawan yang selalu berzikir dimalam hari dan menggangu ketenangan tidur.

Tapi akibat kejadian itu , suamiku mengusir Doni dari rumah. Doni tidak protes. Dia hanya diam dan menerima keputusan itu. Sebelum pergi dia rangkul aku” Bunda , Maafkanku. Doni belum bisa berbuat apapun untuk membahagiakan bunda dan Ayah. Maafkan Doni “ Pesanya. Diapun memandang adiknya satu satu. Dia peluk mereka satu persatu “ Jaga bunda ya. Mulailah sholat dan jangan tinggalkan sholat. Kalian sudah besar .” demikian pesan Doni. Suamiku nampak tegar dengan sikapnya untuk mengusir DOni dari rumah.

“ Mas, Dimana Doni akan tinggal. “ Kataku dengan batas kekuatan terakhirku membela Doni.

“ Itu bukan urusanku. Dia sudah dewasa. Dia harus belajar bertanggung jawab dengan hidupnya sendiri.

***
Tak terasa sudah enam tahun Doni pergi dari Rumah. Setiap bulan dia selalu mengirim surat kepadaku. Dari suratnya kutahu Doni berpindah pindah kota. Pernah di Bandung, Jakarta, Surabaya dan tiga tahun lalu dia berangkat ke Luar negeri. Bila membayangkan masa kanak kanaknya kadang aku menangis. Aku merindukan putra sulungku. Setiap hari kami menikmati fasilitas hidup yang berkecukupan. Ruli kuliah dengan kendaraan bagus dan ATM yang berisi penuh. Rinipun sama. Karir suamiku semakin tinggi. Lingkungan social kami semakin berkelas. Tapi, satu putra kami pergi dari kami. Entah bagaimana kehidupannya. Apakah dia lapar. Apakah dia kebasahan ketika hujan karena tidak ada tempat bernaung. Namun dari surat Doni , aku tahu dia baik baik saja. Dia selalu menitipkan pesan kepada kami, “ Jangan tinggalkan sholat. Dekatlah kepada Allah maka Allah akan menjaga kita siang dan malam. “

***
Prahara datang kepada keluarga kami. Suamiku tersangkut kasus Korupsi. Selama proses pemeriksaan itu suamiku tidak dibenarkan masuk kantor. Dia dinonaktifkan. Selama proses itupula suamiku nampak murung. Kesehatannya mulai terganggu. Suamiku mengidap hipertensii. Dan puncaknya , adalah ketika Polisi menjemput suamiku di rumah. Suamiku terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Rumah dan semua harta yang selama ini dikumpulkan disita oleh negara. Media maassa memberitakan itu setiap hari. Reputasi yang selalu dijaga oleh suamiku selama ini ternyata dengan mudah hancur berkeping keping. Harta yang dikumpul, sirna seketika. Kami sekeluarga menjadi pesakitan. Ruli malas untuk terus keliah karena malu dengan teman temannya. Rini juga sama yang tak ingin terus kuliah.

Kini suamiku dipenjara dan anak anak jadi bebanku dirumah kontrakan. Ya walau mereka sudah dewasa namun mereka menjadi bebanku. Mereka tak mampu untuk menolongku. Baru kutahu bahwa selama ini kemanjaan yang diberikan oleh suamiku telah membuat mereka lemah untuk survival dengan segala kekurangan. Maka jadilah mereka bebanku ditengah prahara kehidupan kami. Pada saat inilah aku sangat merindukan putra sulungku. Ditengah aku sangat merindukan itulah aku melihat sosok pria gagah berdiri didepan pintu rumah.

Doniku ada didepanku dengan senyuman khasnya. Dia menghambur kedalam pelukanku. “ Maafkan aku bunda, Aku baru sempat datang sekarang sejak aku mendapat surat dari bunda tentang keadaan ayah. “ katanya. Dari wajahnya kutahu dia sangat merindukanku. Rini dan Ruli juga segera memeluk Doni. Mereka juga merindukan kakaknya. Hari itu, kami berempat saling berpelukan untuk meyakinkan kami akan selalu bersama sama.

Kehadiran Doni dirumah telah membuat suasana menjadi lain. Dengan bekal tabungannya selama bekerja diluar negeri, Doni membuka usaha percetakan dan reklame. Aku tahu betul sedari kecil dia suka sekali menggambar namun hobi ini selalu di cemoohkan oleh ayahnya. Doni mengambil alih peran ayahnya untuk melindungi kami. Tak lebih setahu setelah itu, Ruli kembali kuliah dan tak pernah meninggalkan sholat dan juga Rini. Setiap maghrib dan subuh Doni menjadi imam kami sholat berjamaah dirumah. Seusai sholat berjaman Doni tak lupa duduk bersilah dihadapan kami dan berbicara dengan bahasa yang sangat halus , beda sekali dengan gaya ayahnya

“ Manusia tidak dituntut untuk terhormat dihadapan manusia tapi dihadapan Allah. Harta dunia, pangkat dan jabatan tidak bisa dijadikan tolok ukur kehormatan. Kita harus berjalan dengan cara yang benar dan itulah kunci meraih kebahagiaan dunia maupun akhirat. Itulah yang harus kita perjuangkan dalam hidup agar mendapatkan kemuliaan disisi Allah. . Dekatlah kepada Allah maka Allah akan menjaga kita. Apakah ada yang lebih hebat menjaga kita didunia ini dibandingkan dengan Allah. “

“ Apa yang menimpa keluarga kita sekarang bukanlan azab dari Allah. Ini karena Allah cinta kepada Ayah. Allah cinta kepada kita semua karena kita semua punya peran hingga membuat ayah terpuruk dalam perbuatan dosa sebagai koruptor. Allah sedang berdialogh dengan kita tentang sabar dan ikhlas, tentang hakikat kehidupan, tentang hakikat kehormatan. Kita harus mengambil hikmah dari ini semua untuk kembali kepada Allah dalam sesal dan taubat. Agar bila besok ajal menjemput kita, tak ada lagi yang harus disesalkan, Karna kita sudah sangat siap untuk pulang keharibaan Allah dengan bersih. “

Seusai Doni berbicara , aku selalu menangis. Doni yang tidak pintar sekolah, tapi Allah mengajarinya untuk mengetahui rahasia terdalam tentang kehidupan dan dia mendapatkan itu untuk menjadi pelindung kami dan menuntun kami dalam taubah. Ini jugalah yang mempengaruhi sikap suamiku dipenjara. Kesehatannya membaik. Darah tingginya tak lagi sering naik. Dia ikhlas dan sabar , dan tentu karena dia semakin dekat kepada Allah. Tak pernah tinggal sholat sekalipun. Zikir dan linangan airmata sesal akan dosanya telah membuat jiwanya tentram. Mahasuci Allah , terimakasih anakku...

Sumber: Mengutip

Anakku seorang Pahlawan


Di kelasnya ada 25 orang murid, setiap kenaikan kelas, anak perempuanku selalu mendapat ranking ke-23.
Lambat laun ia dijuluki dengan panggilan nomor ini. Sebagai orangtua, kami merasa panggilan ini kurang enak didengar, namun anehnya anak kami tidak merasa keberatan dengan panggilan ini.
Pada sebuah acara keluarga besar, kami berkumpul bersama di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang adalah tentang jagoan mereka masing-masing.
Anak-anak ditanya apa cita-cita mereka kalau sudah besar? Ada yang menjawab jadi dokter, pilot, arsitek bahkan presiden. Semua orangpun bertepuk tangan.
Anak perempuan kami terlihat sangat sibuk membantu anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya.
Didesak orang banyak, akhirnya dia menjawab:
"Saat aku dewasa, cita-citaku yang pertama adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main".
Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan apa cita-citanya yang kedua. Diapun menjawab :
“Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang”.
Semua sanak keluarga saling pandang tanpa tahu harus berkata apa. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali.
Sepulangnya kami kembali ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak hanya menjadi seorang guru TK?
Anak kami sangat penurut, dia tidak lagi membaca komik, tidak lagi membuat origami, tidak lagi banyak bermain.
Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan terus tanpa henti.
Sampai akhirnya tubuh kecilnya tidak bisa bertahan lagi terserang flu berat dan radang paru-paru. Akan tetapi hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23.
Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami sungguh tidak memahami akan nilai sekolahnya.
Pada suatu minggu, teman-teman sekantor mengajak pergi rekreasi bersama. Semua orang membawa serta keluarga mereka.
Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan kebolehannya.
Anak kami tidak punya keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan sangat gembira.
Dia sering kali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan.
Merapikan kembali kotak makanan yang terlihat sedikit miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang meluap ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.
Ketika makan, ada satu kejadian tak terduga. Dua orang anak lelaki teman kami, satunya si jenius matematika, satunya lagi ahli bahasa Inggris berebut sebuah kue.
Tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau saling membaginya. Para orang tua membujuk mereka, namun tak berhasil.
Terakhir anak kamilah yang berhasil melerainya dengan merayu mereka untuk berdamai.
Ketika pulang, jalanan macet. Anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku membuat guyonan dan terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti.
Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan berbagai bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan.
Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas hewan shio-nya masing-masing. Mereka terlihat begitu gembira.
Selepas ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku. Pertama-tama mendapatkan kabar kalau rangking sekolah anakku tetap 23.
Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang terjadi. Hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar. Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu SIAPA TEMAN SEKELAS YANG PALING KAMU KAGUMI & APA ALASANNYA.
Semua teman sekelasnya menuliskan nama : ANAKKU!
Mereka bilang karena anakku sangat senang membantu orang, selalu memberi semangat, selalu menghibur, selalu enak diajak berteman, dan banyak lagi.
Si wali kelas memberi pujian: “Anak ibu ini kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu”.
Saya bercanda pada anakku, “Suatu saat kamu akan jadi pahlawan”.
Anakku yang sedang merajut selendang leher tiba-tiba menjawab :
“Bu guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.”
.
*“IBU... AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN... AKU MAU JADI ORANG YANG BERTEPUK TANGAN DI TEPI JALAN”*
Aku terkejut mendengarnya. Dalam hatiku pun terasa hangat seketika. Seketika hatiku tergugah oleh anak perempuanku.
Di dunia ini banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi seorang pahlawan. Namun Anakku memilih untuk menjadi orang yang tidak terlihat. Seperti akar sebuah tanaman, tidak terlihat, tapi ialah yang mengokohkan.
Jika ia bisa sehat, jika ia bisa hidup dengan bahagia, jika tidak ada rasa bersalah dalam hatinya, MENGAPA ANAK-ANAK KITA TIDAK BOLEH MENJADI SEORANG BIASA YANG BERHATI BAIK & JUJUR…
Yukk...sayangi anak kita.
*sumber mengutip.

Kisah inspiratif. Ini bs di ambil hikmahnya,dalm mendampingi anak2 kita...🙏🙏🙏

Anakku seorang Pahlawan

*ANAKKU YANG RANGKING KE-23*
Di kelasnya ada 25 orang murid, setiap kenaikan kelas, anak perempuanku selalu mendapat ranking ke-23.
Lambat laun ia dijuluki dengan panggilan nomor ini. Sebagai orangtua, kami merasa panggilan ini kurang enak didengar, namun anehnya anak kami tidak merasa keberatan dengan panggilan ini.
Pada sebuah acara keluarga besar, kami berkumpul bersama di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang adalah tentang jagoan mereka masing-masing.
Anak-anak ditanya apa cita-cita mereka kalau sudah besar? Ada yang menjawab jadi dokter, pilot, arsitek bahkan presiden. Semua orangpun bertepuk tangan.
Anak perempuan kami terlihat sangat sibuk membantu anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya.
Didesak orang banyak, akhirnya dia menjawab:
"Saat aku dewasa, cita-citaku yang pertama adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main".
Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan apa cita-citanya yang kedua. Diapun menjawab :
“Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang”.
Semua sanak keluarga saling pandang tanpa tahu harus berkata apa. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali.
Sepulangnya kami kembali ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak hanya menjadi seorang guru TK?
Anak kami sangat penurut, dia tidak lagi membaca komik, tidak lagi membuat origami, tidak lagi banyak bermain.
Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan terus tanpa henti.
Sampai akhirnya tubuh kecilnya tidak bisa bertahan lagi terserang flu berat dan radang paru-paru. Akan tetapi hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23.
Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami sungguh tidak memahami akan nilai sekolahnya.
Pada suatu minggu, teman-teman sekantor mengajak pergi rekreasi bersama. Semua orang membawa serta keluarga mereka.
Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan kebolehannya.
Anak kami tidak punya keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan sangat gembira.
Dia sering kali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan.
Merapikan kembali kotak makanan yang terlihat sedikit miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang meluap ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.
Ketika makan, ada satu kejadian tak terduga. Dua orang anak lelaki teman kami, satunya si jenius matematika, satunya lagi ahli bahasa Inggris berebut sebuah kue.
Tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau saling membaginya. Para orang tua membujuk mereka, namun tak berhasil.
Terakhir anak kamilah yang berhasil melerainya dengan merayu mereka untuk berdamai.
Ketika pulang, jalanan macet. Anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku membuat guyonan dan terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti.
Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan berbagai bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan.
Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas hewan shio-nya masing-masing. Mereka terlihat begitu gembira.
Selepas ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku. Pertama-tama mendapatkan kabar kalau rangking sekolah anakku tetap 23.
Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang terjadi. Hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar. Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu SIAPA TEMAN SEKELAS YANG PALING KAMU KAGUMI & APA ALASANNYA.
Semua teman sekelasnya menuliskan nama : ANAKKU!
Mereka bilang karena anakku sangat senang membantu orang, selalu memberi semangat, selalu menghibur, selalu enak diajak berteman, dan banyak lagi.
Si wali kelas memberi pujian: “Anak ibu ini kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu”.
Saya bercanda pada anakku, “Suatu saat kamu akan jadi pahlawan”.
Anakku yang sedang merajut selendang leher tiba-tiba menjawab :
“Bu guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.”
.
*“IBU... AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN... AKU MAU JADI ORANG YANG BERTEPUK TANGAN DI TEPI JALAN”*
Aku terkejut mendengarnya. Dalam hatiku pun terasa hangat seketika. Seketika hatiku tergugah oleh anak perempuanku.
Di dunia ini banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi seorang pahlawan. Namun Anakku memilih untuk menjadi orang yang tidak terlihat. Seperti akar sebuah tanaman, tidak terlihat, tapi ialah yang mengokohkan.
Jika ia bisa sehat, jika ia bisa hidup dengan bahagia, jika tidak ada rasa bersalah dalam hatinya, MENGAPA ANAK-ANAK KITA TIDAK BOLEH MENJADI SEORANG BIASA YANG BERHATI BAIK & JUJUR…
Yukk...sayangi anak kita.
*sumber mengutip.

Kisah inspiratif. Ini bs di ambil hikmahnya,dalm mendampingi anak2 kita...🙏🙏🙏

TIDAK HARUS PINTAR MERAIH KESUKSESAN

“ Goblok kamu ya…” Kata Suamiku sambil melemparkan buku lapor sekolah Doni. Kulihat suamiku berdiri dari tempat duduknya dan kemudian dia menarik kuping Doni dengan keras. Doni meringis. Tak berapa lama Suamiku pergi kekamar dan keluar kembali membawa penepuk nyamuk. Dengan garang suamiku memukul Doni berkali kali dengan penepuk nyamuk itu. Penepuk nyamuk itu diarahkan kekaki, kemudian ke punggung dan terus , terus. Doni menangis “ Ampun, ayah ..ampun ayah..” Katanya dengan suara terisak isak. Wajahnya memancarkan rasa takut. Dia tidak meraung. Doni ku tegar dengan siksaan itu. Tapi matanya memandangku. Dia membutuhkan perlindunganku. Tapi aku tak sanggup karena aku tahu betul sifat suamiku.

“Lihat adik adikmu. Mereka semua pintar pintar sekolah. Mereka rajin belajar. Ini kamu anak tertua malah malas dan tolol Mau jadi apa kamu nanti ?. Mau jadi beban adik adik kamu ya…he “ Kata suamiku dengan suara terengah engah kelelahan memukul Doni. Suamiku terduduk dikorsi. Matanya kosong memandang kearah Doni dan kemudian melirik kearah ku “ Kamu ajarin dia. Aku tidak mau lagi lihat lapor sekolahnya buruk. Dengar itu. “ Kata suamiku kepadaku sambil berdiri dan masuk kekamar tidur.

Kupeluk Doni. Matanya memudar. Aku tahu dengan nilai lapor buruk dan tidak naik kelas saja dia sudah malu apalagi di maki maki dan dimarahi didepan adik adiknya. Dia malu sebagai anak tertua. Kembali matanya memandangku. Kulihat dia butuh dukunganku. Kupeluk Doni dengan erat “ Anak bunda, tidak tolol. Anak bunda pintar kok. Besok ya rajin ya belajarnya”

“ Doni udah belajar sungguh sungguh, bunda, Bunda kan lihat sendiri. Tapi Doni memang engga pintar seperti Ruli dan Rini. Kenapa ya Bunda” Wajah lugunya membuatku terenyuh.. Aku menangis “ Doni, pintar kok. Doni kan anak ayah. Ayah Doni pintar tentu Doni juga pintar. “

“ Doni bukan anak ayah.” Katanya dengan mata tertunduk “ Doni telah mengecewakan Ayah, ya bunda “

Malamnya , adiknya Ruli yang sekamar dengannya membangunkan kami karena ketakutan melihat Doni menggigau terus. Aku dan suamiku berhamburan kekamar Doni. Kurasakan badannya panas.Kupeluk Doni dengan sekuat jiwaku untuk menenangkannya. Matanya melotot kearah kosong. Kurasakan badannya panas. Segera kukompres kepalanya dan suamiku segera menghubungi dokter keluarga. Doni tak lepas dari pelukanku “ Anak bunda, buah hati bunda, kenapa sayang. Ini bunda,..” Kataku sambil terus membelai kepalanya. Tak berapa lama matanya mulai redup dan terkulai. Dia mulai sadar. Doni membalas pelukanku. ‘ Bunda, temani Doni tidur ya." Katanya sayup sayup. Suamiku hanya menghelap nafas. Aku tahu suamiku merasa bersalah karena kejadian siang tadi.

Doni adalah putra tertua kami. Dia lahir memang ketika keadaan keluarga kami sadang sulit. Suamiku ketika itu masih kuliah dan bekerja serabutan untuk membiayai kuliah dan rumah tangga. Ketika itulah aku hamil Doni. Mungkin karena kurang gizi selama kehamilan tidak membuat janinku tumbuh dengan sempurna. Kemudian , ketika Doni lahir kehidupan kami masih sangat sederhana. Masa balita Doni pun tidak sebaik anak anak lain. Diapun kurang gizi. Tapi ketika usianya dua tahun, kehidupan kami mulai membaik seiring usainya kuliah suamiku dan mendapatkan karir yang bagus di BUMN. Setelah itu aku kembali hamil dan Ruli lahir., juga laki laki dan dua tahu setelah itu, Rini lahir, adik perempuannya. Kedua putra putriku yang lahir setelah Doni mendapatkan lingkungan yang baik dan gizi yang baik pula. Makanya mereka disekolah pintar pintar. Makanya aku tahu betul bahwa kemajuan generasi ditentukan oleh ketersediaan gixi yang cukup dan lingkungan yang baik.

Tapi keadaan ini tidak pernah mau diterima oleh Suamiku. Dia punya standard yang tinggi terhadap anak anaknya. Dia ingin semua anaknya seperti dia. Pintar dan cerdas. “ Masalah Doni bukannya dia tolol, Tapi dia malas. Itu saja. “ Kata suamiku berkali kali. Seakan dia ingin menepis tesis tentang ketersediaan gizi sebagai pendukung anak jadi cerdas. “ Aku ini dari keluarga miskin. Manapula aku ada gizi cukup. Mana pula orang tuaku ngerti soal gixi. Tapi nyatanya aku berhasil. “ Aku tak bisa berkata banyak untuk mempertahankan tesisku itu.

Seminggu setelah itu, suamiku memutuskan untuk mengirim Doni kepesantren. AKu tersentak.

“ Apa alasan Mas mengirim Doni ke Pondok Pesantren “

“ Biar dia bisa dididik dengan benar”

“ Apakah dirumah dia tidak mendapatkan itu”

“ Ini sudah keputusanku, Titik.

“ tapi kenapa , Mas” AKu berusaha ingin tahu alasan dibalik itu.

Suamiku hanya diam. Aku tahu alasannya.Dia tidak ingin ada pengaruh buruk kepada kedua putra putri kami. Dia malu dengan tidak naik kelasnya Doni. Suamiku ingin memisahkan Doni dari adik adiknya agar jelas mana yang bisa diandalkannya dan mana yang harus dibuangnya. Mungkinkah itu alasannya. Bagaimanapun , bagiku Doni akan tetap putraku dan aku akan selalu ada untuknya. Aku tak berdaya. Suamiku terlalu pintar bila diajak berdebat.

Ketika Doni mengetahui dia akan dikirim ke Pondok Pesantren, dia memandangku. Dia nanpak bingung. Dia terlalu dekat denganku dan tak ingin berpisah dariku.

Dia peluk aku “ Doni engga mau jauh jauh dari bunda” Katanya.

Tapi seketika itu juga suamiku membentaknya “ Kamu ini laki laki. TIdak boleh cengeng. Tidak boleh hidup dibawah ketika ibumu. Ngerti. Kamu harus ikut kata Ayah. Besok Ayah akan urus kepindahan kamu ke Pondok Pesantren. “

Setelah Doni berada di Pondok Pesantren setiap hari aku merindukan buah hatiku. Tapi suamiku nampak tidak peduli. “ Kamu tidak boleh mengunjunginya di pondok. Dia harus diajarkan mandiri. Tunggu saja kalau liburan dia akan pulang” Kata suamiku tegas seakan membaca kerinduanku untuk mengunjungi Doni.

Tak terasa Doni kini sudah kelas 3 Madrasa Aliyah atau setingkat SMU. Ruli kelas 1 SMU dan Rini kelas 2 SLP. Suamiku tidak pernah bertanya soal Raport sekolahnya. Tapi aku tahu raport sekolahnya tak begitu bagus tapi juga tidak begitu buruk. Bila liburan Doni pulang kerumah, Doni lebih banyak diam. Dia makan tak pernah berlebihan dan tak pernah bersuara selagi makan sementara adiknya bercerita banyak soal disekolah dan suamiku menanggapi dengan tangkas untuk mencerahkan. Walau dia satu kamar dengan adiknya namun kamar itu selalu dibersihkannya setelah bangun tidur. Tengah malam dia bangun dan sholat tahajud dan berzikir sampai sholat subuh.

Ku purhatikan tahun demi tahu perubahan Doni setelah mondok. Dia berubah dan berbeda dengan adik adiknya. Dia sangat mandiri dan hemat berbicara. Setiap hendak pergi keluar rumah, dia selalu mencium tanganku dan setelah itu memelukku. Beda sekali dengan adik adiknya yang serba cuek dengan gaya hidup modern didikan suamiku.

Setamat Madrasa Aliyah, Doni kembali tinggal dirumah. Suamiku tidak menyuruhnya melanjutkan ke Universitas. “ Nilai rapor dan kemampuannya tak bisa masuk universitas. Sudahlah. Aku tidak bisa mikir soal masa depan dia. Kalau dipaksa juga masuk universitas akan menambah beban mentalnya. “ Demikian alasan suamiku. Aku dapat memaklumi itu. Namun suamiku tak pernah berpikir apa yang harus diperbuat Doni setelah lulus dari pondok. Donipun tidak pernah bertanya. Dia hanya menanti dengan sabar.

Selama setahun setelah Doni tamat dari mondok, waktunya lebih banyak di habiskan di Masjid. Dia terpilih sebagai ketua Remaja Islam Masjid. Doni tidak memilih Masjid yang berada di komplek kami tapi dia memilih masjid diperkampungan yang berada dibelakang komplek. Mungkin karena inilah suamiku semakin kesal dengan Doni karena dia bergaul dengan orang kebanyakan. Suamiku sangat menjaga reputasinya dan tak ingin sedikitpun tercemar. Mungkin karena dia malu dengan cemoohan dari tetangga maka dia kadang marah tanpa alasan yang jelas kepada Doni. Tapi Doni tetap diam. Tak sedikitpun dia membela diri.

Suatu hari yang tak pernah kulupakan adalah ketika polisi datang kerumahku. Polisi mencurigai Doni dan teman temannya mencuri di rumah yang ada di komplek kami. Aku tersentak. Benarkah itu. Doni sujud dikaki ku sambil berkata “ Doni tidak mencuri , Bunda. TIdak, Bunda percayakan dengan Doni. Kami memang sering menghabiskan malam di masjid tapi tidak pernah keluar untuk mencuri.” Aku meraung ketika Doni dibawa kekantor polisi. Suamiku dengan segala daya dan upaya membela Doni. Alhamdulilah Doni dan teman temannya terbebaskan dari tuntutan itu. Karena memang tidak ada bukti sama sekali. Mungkin ini akibat kekesalan penghuni komplek oleh ulah Doni dan kawan kawan yang selalu berzikir dimalam hari dan menggangu ketenangan tidur.

Tapi akibat kejadian itu , suamiku mengusir Doni dari rumah. Doni tidak protes. Dia hanya diam dan menerima keputusan itu. Sebelum pergi dia rangkul aku” Bunda , Maafkanku. Doni belum bisa berbuat apapun untuk membahagiakan bunda dan Ayah. Maafkan Doni “ Pesanya. Diapun memandang adiknya satu satu. Dia peluk mereka satu persatu “ Jaga bunda ya. Mulailah sholat dan jangan tinggalkan sholat. Kalian sudah besar .” demikian pesan Doni. Suamiku nampak tegar dengan sikapnya untuk mengusir DOni dari rumah.

“ Mas, Dimana Doni akan tinggal. “ Kataku dengan batas kekuatan terakhirku membela Doni.

“ Itu bukan urusanku. Dia sudah dewasa. Dia harus belajar bertanggung jawab dengan hidupnya sendiri.

***
Tak terasa sudah enam tahun Doni pergi dari Rumah. Setiap bulan dia selalu mengirim surat kepadaku. Dari suratnya kutahu Doni berpindah pindah kota. Pernah di Bandung, Jakarta, Surabaya dan tiga tahun lalu dia berangkat ke Luar negeri. Bila membayangkan masa kanak kanaknya kadang aku menangis. Aku merindukan putra sulungku. Setiap hari kami menikmati fasilitas hidup yang berkecukupan. Ruli kuliah dengan kendaraan bagus dan ATM yang berisi penuh. Rinipun sama. Karir suamiku semakin tinggi. Lingkungan social kami semakin berkelas. Tapi, satu putra kami pergi dari kami. Entah bagaimana kehidupannya. Apakah dia lapar. Apakah dia kebasahan ketika hujan karena tidak ada tempat bernaung. Namun dari surat Doni , aku tahu dia baik baik saja. Dia selalu menitipkan pesan kepada kami, “ Jangan tinggalkan sholat. Dekatlah kepada Allah maka Allah akan menjaga kita siang dan malam. “

***
Prahara datang kepada keluarga kami. Suamiku tersangkut kasus Korupsi. Selama proses pemeriksaan itu suamiku tidak dibenarkan masuk kantor. Dia dinonaktifkan. Selama proses itupula suamiku nampak murung. Kesehatannya mulai terganggu. Suamiku mengidap hipertensii. Dan puncaknya , adalah ketika Polisi menjemput suamiku di rumah. Suamiku terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Rumah dan semua harta yang selama ini dikumpulkan disita oleh negara. Media maassa memberitakan itu setiap hari. Reputasi yang selalu dijaga oleh suamiku selama ini ternyata dengan mudah hancur berkeping keping. Harta yang dikumpul, sirna seketika. Kami sekeluarga menjadi pesakitan. Ruli malas untuk terus keliah karena malu dengan teman temannya. Rini juga sama yang tak ingin terus kuliah.

Kini suamiku dipenjara dan anak anak jadi bebanku dirumah kontrakan. Ya walau mereka sudah dewasa namun mereka menjadi bebanku. Mereka tak mampu untuk menolongku. Baru kutahu bahwa selama ini kemanjaan yang diberikan oleh suamiku telah membuat mereka lemah untuk survival dengan segala kekurangan. Maka jadilah mereka bebanku ditengah prahara kehidupan kami. Pada saat inilah aku sangat merindukan putra sulungku. Ditengah aku sangat merindukan itulah aku melihat sosok pria gagah berdiri didepan pintu rumah.

Doniku ada didepanku dengan senyuman khasnya. Dia menghambur kedalam pelukanku. “ Maafkan aku bunda, Aku baru sempat datang sekarang sejak aku mendapat surat dari bunda tentang keadaan ayah. “ katanya. Dari wajahnya kutahu dia sangat merindukanku. Rini dan Ruli juga segera memeluk Doni. Mereka juga merindukan kakaknya. Hari itu, kami berempat saling berpelukan untuk meyakinkan kami akan selalu bersama sama.

Kehadiran Doni dirumah telah membuat suasana menjadi lain. Dengan bekal tabungannya selama bekerja diluar negeri, Doni membuka usaha percetakan dan reklame. Aku tahu betul sedari kecil dia suka sekali menggambar namun hobi ini selalu di cemoohkan oleh ayahnya. Doni mengambil alih peran ayahnya untuk melindungi kami. Tak lebih setahu setelah itu, Ruli kembali kuliah dan tak pernah meninggalkan sholat dan juga Rini. Setiap maghrib dan subuh Doni menjadi imam kami sholat berjamaah dirumah. Seusai sholat berjaman Doni tak lupa duduk bersilah dihadapan kami dan berbicara dengan bahasa yang sangat halus , beda sekali dengan gaya ayahnya

“ Manusia tidak dituntut untuk terhormat dihadapan manusia tapi dihadapan Allah. Harta dunia, pangkat dan jabatan tidak bisa dijadikan tolok ukur kehormatan. Kita harus berjalan dengan cara yang benar dan itulah kunci meraih kebahagiaan dunia maupun akhirat. Itulah yang harus kita perjuangkan dalam hidup agar mendapatkan kemuliaan disisi Allah. . Dekatlah kepada Allah maka Allah akan menjaga kita. Apakah ada yang lebih hebat menjaga kita didunia ini dibandingkan dengan Allah. “

“ Apa yang menimpa keluarga kita sekarang bukanlan azab dari Allah. Ini karena Allah cinta kepada Ayah. Allah cinta kepada kita semua karena kita semua punya peran hingga membuat ayah terpuruk dalam perbuatan dosa sebagai koruptor. Allah sedang berdialogh dengan kita tentang sabar dan ikhlas, tentang hakikat kehidupan, tentang hakikat kehormatan. Kita harus mengambil hikmah dari ini semua untuk kembali kepada Allah dalam sesal dan taubat. Agar bila besok ajal menjemput kita, tak ada lagi yang harus disesalkan, Karna kita sudah sangat siap untuk pulang keharibaan Allah dengan bersih. “

Seusai Doni berbicara , aku selalu menangis. Doni yang tidak pintar sekolah, tapi Allah mengajarinya untuk mengetahui rahasia terdalam tentang kehidupan dan dia mendapatkan itu untuk menjadi pelindung kami dan menuntun kami dalam taubah. Ini jugalah yang mempengaruhi sikap suamiku dipenjara. Kesehatannya membaik. Darah tingginya tak lagi sering naik. Dia ikhlas dan sabar , dan tentu karena dia semakin dekat kepada Allah. Tak pernah tinggal sholat sekalipun. Zikir dan linangan airmata sesal akan dosanya telah membuat jiwanya tentram. Mahasuci Allah , terimakasih anakku...

Sumber: Mengutip

Minggu, 07 Agustus 2016

LANGKAH AWAL MEMULAI BISNIS

Sebelum nya saya mau Tanya, siapa yang mau jadi pengusaha???
Pasti kebanyakan orang pingin jadi pengusaha, tapi cuma sekedar pingin pingin pingin doang, action nya kurang.
Banyak fakta yang membuktikan, bahwa ketika kita pingin berbisnis ya kudu kuatin mental juga jangan hanya pingin doang hehe
Kuatin mental, reason terkuat dann strategi memulainya..
Nah.. Berikut ini beberapa prinsip penting yang perlu kita ketahui dan di lakukan saat akan memulai bisnis:

1. MULAI DARIMANA?
Ini pertanyaan yang sering terlontar oleh semua orang yang ingin memulai bisnis. Mulai darimana? Jawabannya sederhana, is starting from now!!! Action!
Ya mulai dari sekarang. Jangan buat jadi rumit ketika memulai bisnis, mulai dari yang sesimpel mungkin. Yang penting segera dimulai jangan hanya direncanakan saja.

Kenapa harus segera dimulai? Jawabannya sederhana, jangan sampai keduluan oleh yang lain. Jangan ditunda, ga pake tapi ga pake nanti. Sekarang ya sekarang! *nahloh maksa*

2. JANGAN TAKUT MEMULAI
Hilangkan rasa takut, orang yang takut memulai bisnis, akan sangat sulit merealisasikan bisnisnya. Benar kan? Ya karena kebanyakan orang hanya fokus pada “takut memulai” yang ujung-ujungnya membuat ide bisnis kita hanya sebatas ide alias ga pernah dimulai alias omdo *jleb

Catat hal penting ini > 1000 langkah kesuksesan selalu dimulai dari langkah pertama. Tangga tertinggi kesuksesan kita selalu dimulai dari anak tangga pertama.
Yap! So please, do the best in your life :)

3. HABISKAN JATAH GAGALMU
Ada satu pemahaman sederhana yang berbunyi seperti ini. Semua pengusaha sukses pasti pernah mengalami kegagalan. Alias ada jatah gagal di setiap orang. Nah setiap pengusaha tersebut akhirnya meraih sukses karena sudah pernah mengalami kegagalan, alias belajar banyak dari setiap kegagalan. Dari sini pahami bahwa gagal adalah belajar, jadi jangan takut gagal.

Bahkan semakin cepat kita gagal semakin cepat kita sukses. Habiskan jatah gagalmu!

Kalo gagal jangan sedih, galau, kecewa, tapi bersyukurlah karena jatah gagal kita berkurang *yeaaay!

4. BISNIS GAK MELULU MODAL UANG
Banyak orang gak jadi-jadi mulai bisnis karena mindset bisnisnya selalu pakai modal uang. Padahal kenyatannya tidak selalu demikian. Yes, modal uang memang penting, tetapi banyak juga pebisnis yang sukses berbisnis tanpa modal uang. Terus bagaimana carannya? Nah kuncinya adalah networking dan modal skill. Tipsnya: kalo kita punya ide bisnis, kita perlu cari rekan kerja yang punya modal dana. Dari sini kita bisa bekerjasama. Inilah yang namanya kekuatan networking.
Focus pada potensi kita yg bisa di jual. Kalo suka mikirin ide2 gila coba lah sharing-sharing sama yang punya duit alias calon investor, kalo rezeki pasti jadi peluang bisnis deh. Dari sekedar ide bisa loh kita menilai bisnis.
So, jangan pernah minder kalo kita ga punya uang tapi mau bisnis. Kembangkan aja potensi yang ada di diri kita :)

5. TENTUKAN KAPAN MULAINYA?
Satu hal penting yang harus kita ketahui adalah kita akan sulit memulai sesuatu kalau kita tidak membuat tenggang waktunya.
Contoh: kapan mulai bisnis? Ya nanti, ya besok, ya tahun depan, ya kalo sudah yakin, yaa tarsok tarsok. Sampe lebaran monyet gak bakal jalan kalo banyak alasan hehe.. 

Nah TIPS penting dari langkah ini adalah:
BUAT KOMITMEN kapan start akan MEMULAI BISNIS. Tentukan tanggal pasti dan harus yakin plus komitmen untuk segera mulai, tanpa nanti tanpa tapi. Kalo pakai tapi-tapi, lihat beberapa prinsip penting diatas.

Kalo tidak memulai lebih awal, Anda akan keduluan yang lain. Mulai lebih cepat akan lebih baik. Ingat kata Pak Sandiaga Uno, lebih cepat gagal akan lebih cepat untuk sukses. Lebih cepat memulai akan lebih cepat untuk sukses.
So, Let's running quickly for start your business ^^√
#salamentrepreneur
#pengusahasukses

Kamis, 14 Juli 2016

Mengelola Anak Muda

Anak muda itu penuh dg semangat
Anak muda itu berlebih ide dan gagasan
Anak muda itu punya nyali
Anak muda itu energi peradaban

Islam banyak memberikan "tempat" pada anak-anak muda

Dan banyak pemimpin-pemimpin di dunia yg memberikan "tempat" pada anak-anak muda...

Reformasi '98 adalah bukti energi anak muda, pengejewantahan idealisme anak muda, walaupun di kemudian hari di bajak oleh para orang tua...

Tapi itulah anak muda, kadangkala tdk berfikir akhir, anak muda hanya ingin berbuat dan kontribusi yg terbaik...

Emosional iya...meledak-ledak iya...penuh gagasan iya...itulah anak muda...

Ketika anak-anak muda emosinya tdk bergolak...tdk meledak2 dan miskin gagasan maka pada saat itulah anak muda kehilangan jati diri...

Di sinilah peran pemimpin mengelola anak-anak muda...

Anak muda itu asset bukan property...
Asset akan tumbuh dan berkembang

Property otoritas pemilik bisa berkembang bisa stagnan

Dia investasi bukan cost...
Investasi akan berkembang punya output dan outcome

Kalau cost (biaya) itu beban, memberatkan

Pemimpin harus sadar bahwa anak-anak muda adalah energi peradaban dg segala karakteristiknya

Jangan abaikan potensi anak muda apalagi membonsai potensinya...

Pergolakan harokah Islamiyah di mesir, yordan, aljazair, tunisia tdk lepas dr pergolakan kaum muda

Pergolakan alih generasi utk memimpin peradaban dg metode dialogis dan konstruktif gaya anak muda

Bukan gaya otoriter dan oligarki

Itu sebab para pemimpin2 gerakan Islam lebih membiarkan ruang gerak anak muda ini mengalir menemukan takdirnya

Berkreasi dan berijtihad membaca zamannya kemudian melahirkan narasi-narasi baru dlm gerakan Islam

Narasi Jalan tengah gerakan Islam yg lebih mengedepankan dialog ideologi dan peradaban menjadi gagasan generasi muda gerakan Islam

Kadangkala sgt berbeda dg gaya konservatif pemimpin2 mereka saat ini, karena berbeda cara membaca dan mindset...

Ada pemimpin yg bijak dan sadar bahwa zaman mereka sudah lewat...

Akhirnya mereka memberikan ruang pemikiran dan inisiasi kepada anak-anak muda utk membuat narasi zaman dan peradaban ke depan...

Pemimpin yg memahami zamannya dan bijak serta integral memahami persoalan akan elastis terhadap gagasan2 anak2 muda...

Pemimpin2 bijak melihat anak2 muda ini bukanlah kompetitor dlm kepemimpinan melainkan generasi estafet kepemimpinan

Pemimpin2 bijak tidak menghukum anak-anak muda ini karena "berbeda" dg mereka...

Pemimpin2 bijak justru bersyukur anak-anak muda ini berbeda dg mereka, krn membuktikan mereka punya sikap dan pengetahuan

Pemimpin2 bijak ini tugasnya adalah menyiapkan estafeta kepemimpinan agar sesuai dg zamannya tanpa terputus dr akar historis dan ideologisnya

Tapi ada juga Pemimpin yg salah membaca anak-anak muda...
Kreatifitas dan narasi anak-anak muda dianggap "ancaman"

Padahal kreatifitas dan narasi anak2 muda adalah refleksi dlm membaca zaman

Kreatifitas dan narasi bukanlah ancaman bagi pemimpin melainkan sbg kekayaan dan opsi bg pemimpin dlm mengambil keputusan

Kreatifitas dan narasi anak2 muda jangan di musuhi, apalagi di berangus...

Pemimpin dan orang-orang tua hrs bijak mengelola kreatifitas dan narasi anak muda
Zaman sdh berubah, tantangan sgt berbeda dan lebih kompleks...

Biarkanlah anak-anak muda ini memimpin zamannya, membuat narasi ke depan demi kebaikan dakwah dan gerakan Islam...

Jangan paksakan kehendak kalau memang zaman tidak berkehendak...

Jangan paksakan anak-anak muda ini hidup dg masa lalu...biarkan anak-anak muda ini tumbuh dg zamannya...menatap masa depannya tanpa harus di curigai apalagi di takut-takuti...

Masa depan milik kita wahai anak-anak muda...
Maka bersikaplah...bernarasilah...dan ber-Nyali-lah

Kesempatan jarang dtg 2 kali, momentum tdk setiap kali datang...tp ketika kesempatan dan momentum itu datang, maka songsonglah dg keyakinan dan kepala tegak...

"Ini zaman kita bukan zaman mereka, setiap zaman ada "rijal" nya masing-masing"

Bersiap siagalah....tuntaskan perjuangan!!!

-irfanejo-

Selasa, 28 Juni 2016

Ujian

Dipenghujung bulan Suci ini, ujian kian terus bergulir. Ujian kehidupan yang penuh dengan pilihan. Yaa pilihan yang sangat sulit dipilih... Tapi yakinilah, Allah menguji hambaNya sesuai dengan kemampuannya. Yap! Harus yakin Dan husnuzhon kepada Allah :')

Hari demi hari selalu terlewatkan dengan deadline. Oh deadline.. Seperti sedang dikejar waktu Dan sangat memacu adrenaline. Tapi apa boleh buat, aku hanya terdiam kala itu, menyaksikan waktu yang terus bergulir.
Lalu, apa yang harus aku lakukan?? Hmmm hanya terdiam Dan terdiam seperti orang yang sedang digantungin.
Oh, rasanya begitu batin. Ketika belum ada kejelasan, ketika hanya janji janji palsu yang terucap.
Harapan-harapan pupus yang membuat mata ini harus meneteskan air mata begitu derasnya.
Kenapa harus mengumbar janji kalau pada akhirnya mengecewakan? Mengapa harus di ceritakan semua kalau pada akhirnya tidak sesuai.
Aku hanya butuh ketegasan darimu, aku hanya butuh kejelasan darimu, aku hanya butuh kepastian dari mu, aku hanya butuh reality yang ada darimu.
Aku pun bingung ketika beliau menanyakan hal itu, hanya bilang nanti nanti Dan nanti.
Huah! Begitu dahsyat tantangan ini..
Sudah melewati tahap awal, sekarang harus berhadapan dengan tantangan lebih dahsyat. Ya seperti ku bilang, aku mau naik level. Yeaay! ALLAH sungguh baik <3

Untukmu yang lemah lembut nan penuh ide cemerlang. Aku hanya butuh pembuktian dari mu. Jika kamu memang inginkan bersama.

❤️

Segenap semesta berbisik membicarakan hari dimana yang lain menjadi saksi
Saat cinta hadir dan berlabuh dalam muara lindungNya
Bersatulah dua wajah yang rusuknya dulu terpisah
Indahnya cinta saat semua terbungkus dengan apa yang dinamakan taqwa
Menyejukkan dan membuat hati menjadi tenang tanpa merendahkan
Seperti hujan yang hadir disiang hari
Dan angin yang berlalu dimalam syahdu

Lantunan do'a yang menyertai dalam langkah pasti menuju kepastian
Mengokohkan dan memondasikan janji suci yang tertancap tanpa terucap

Menjadi satu, bukan sekedar perkara semudah membuat campuran kopi dan susu
Menjadi satu ialah menyatukan diriku dan dirinya dalam balutan kasih dan cintaNya yang lebih tinggi derajatnya

Wahai pemilik cinta yang Agung
Jadikan kami seperti Muhammad dan Aisyah, Ibrahim dan siti Hajar, Ali dan Fatimah
Yang mengarungi samudera dalam bahtera dengan layar Iman yang menjulang
Dan jadikan ketakutan kami sebagai jangkar yang memberhentikan ketamakan

Wahai Penggengam hati
Kuatkan ikatan hati kami dalam balutan tawakal dan ikhtiar dalam resahnya kehidupan
Eratkankanlah genggaman kami untuk bersama membangun istana
Dan senadakanlah langkah kami, untuk bersama melangkah mencapai syurga.

Kamis, 23 Juni 2016

HANYA SEGELAS AIR

Suatu ketika, Khalifah Harun Al Rasyid duduk di teras istana dengan mimik gelisah. Untuk meringankan penat dan beban pikirannya, seperti biasa, ia mengundang ulama terkemuka agar pikirannya kembali cerah dan segar. Ulama terkemuka yg di panggil saat itu bernama Abu Sammak.

Setelah ulama itu tiba di istana, tanpa menunggu lama Khalifah berkata" Nasihatilah aku".

Sementara seorang pelayan membawa air suguhan untuk Abu Sammak dan Khalifah. Saat hendak meminum, Abu Sammak berkata," Tunggu Sebentar!, seandainya dalam keadaan sangat haus seperti ini kau tidak memperoleh air, berapakah harga yg siap kau bayar ? Jawablah dengan jujur".
Setengah dari kekayaanku,"jawab sang Khalifah.

Abu Sammak mempersilahkan khalifah minum. Selesai minum. Abu Sammak bertanya kembali," Seandainya Air tadi mendesak di keluarkan tapi kau tak mampu mengeluarkannya, berapakah harga yang akan engkau bayarkan agar air itu keluar?."
Khalifah menjawab ,"Setengah dari kekayaanku".

Kalau demikian, sadarilah bahwa nilai seluruh kekayaan dan kekuasaan yang ada di sisimu hanya setara dengan segelas air. Tidak wajar apabila diperebutkan dan dipertahankan tanpa hak. Ketahuilah, betapa banyak nikmat Allah selain segelas air itu yang telah kau terima sehingga tidak wajar jika engkau tidak mensyukurinya," nasihat Abu Sammak kepada khalifah Harun Al Rasyid.

Kesimpulannya...
Secara khusus, kisah ini adalah cambuk bagi orang yang sedang mengemban amanah, jabatan, bergelimang harta. Jabatan bukanlah mainan dan ajang memperkaya diri. Jabatan adalah amanah yang berat, yang suatu saat akan dimintai pertanggungjawabannya.

Kita bisa bercermin dari khalifah Harun Al Rasyid, betapa nilai jabatan dan kekayaan tidak lebih dari segelas air yang dapat kita beli dengan harga murah. Inilah sesungguhnya hikmah di balik kisah tersebut, di mata Allah, jabatan dan kekayaan itu murah, sangat murah.

Jumat, 17 Juni 2016

Spesific bisnis

Saya ingin sharing terkait pembahasan mengenai spesific bisnis. Materi ini saya sampaikan ketika saya mengisi coaching bisnis di Coaching IAN Center.

☆ Spesifik Bisnis
Spesifik bisnis di klasifikasikan menjadi dua, yaitu bisnis yang produknya adalah "barang" dan berupa "jasa"

☆ Ada 4 Bidang bisnis yang selalu di perlukan oleh banyak orang, yaitu :
1. Food (Kuliner) : Masakan atau makanan selalu dibutuhkan. Karenanya bisnis kuliner sangat berpotensi untuk dikembangkan. Pada Bisnis kuliner juga sangat mudah untuk melakukan inovasi2 terbaru.

2. Fashion ( Gaya/Style) : Setiap orang memerlukan pengaturan gaya dalam kesehariannya. Fashion sangatbluas dan menyeluruh, mulai dari yang pokok misalnya baju hingga detail yaitu aksesoris dan jasa tata rias wajah dan rambut.

3. Finance (Keuangan)  : Bisnis di bidang finance adalah trend bisnis dibidang jasa, contohnya seperti bank, konsultan pajak dsb. Dalam bisnis ini dibutuhkan pendidikan yang tinggi dan kemampuan komunikasi  dan pengalaman yang baik.

4. Fun : Dalam "Fun" termasuk segala bisnis yang menyenangkan, contohnya adalah aplikasi di gadget, game, youtube , desain grafis yang biasanya dibutuhkan kreativitas yang tinggi dan pengetahuan yang cukup pada bidang IT.

Dari keempat tren bisnis diatas, bisnis mana yang ingin kamu bangun??? sesuaikan dengan minat dan bakat yang kamu miliki !

☆ Peluang untuk berbisnis sangat luas,  peluang bisnis dapat terbuka dari beberapa hal , contohnya adalah dari bakat, investor, dan peluang yang ada di hdapan kalian (yang sedang kalian jalani)
*peluang besar bukan berarti tidak ada kendala* untuk itu diperlukan pemahaman dan perencanaan yang baik untuk membangun sebuah bisnis.

☆ Jangan Melakukan Personal Branding☆

Artinya dalam mengembangkan suatu produk jangan mengaitkannya dengan popularitas dari diri kita, (dari pembuat produk tersebut) Cukup buat produk kita terkenal karena kualitas,keunggulan dan inovasinnya. Sehingga ketika orang kagum dengan produk kita, maka nama kita pun akan ikut terbawa .. okey:)
Seperti yang di contohkan oleh Rasulullah Saw. Beliau tidak mem-branding dirinya, tapi beliau mengembangkan dan menyebarkan islam dengan dakwah yang luar biasa, sehingga nama beliau pun terkenal dan termasuk orang2 yang paling berpengaruh di dunia

Semoga bermanfaat!
Salam Inspiratif!
Salam preneur!
Dreams Pray and action!

Jumat, 22 April 2016

Ketika mimpi bersatu


23 April 2016

Pagi ini, di tengah pemandangan yang indah di temani suasana dingin puncak yang menyayat kulit.
Tetiba hati ini entah mengapa resah gelisah. Padahal alam sudah menyambut baik untuk menyebarkan energi positifnya pagi itu.
Lalu, ku buka ponsel ku..
Rina, check email ya..
Setelah ku baca email Dan ku resapin Surat dari sahabatku itu..
Seketika itu air mata pun berlinang tak terbendung..
Ah.. Mungkin karena akunya Saja yg terlalu melankolis yang akhirnya membuat suasana tidak karuan.
Hmm... What's happen?
Dan ternyata Surat Dr sahabatku ini membuat aku benar-benar sedih.
Bagaimana tidak? Selama ini kita selalu berdiskusi mengenai dreams kita bersama. Aku berharap besar kepadanya Dan dia pun sama. Kita seperti mutual fighting untuk mewujudkan dreams kita.
Tapi ketika aku baca Surat itu, Allahu rabbi..
Dia dengan mudahnya undur diri dari estafet dreams kita. -_-
Begini nih anak feeling kalo udah down bisa mengambil keputusan dengan egois Dan emosional :(
Dan akhirnya karena kita satu karakter aku menguatkan dia, seperti apa yg dia lakukan. Bagaimana kita saling menguatkan Dan mengingatkan.
Semoga Allah meridhoi setiap jalan Dan langkah kita ya dear :)
Hanya doa yg mampu menyatukan kita lagi. #doarobithoh
Salam ukhuwah untukmu sahabatku yang berada di ujung hijau kota belimbing :)

Ketika mimpi terkendala


23 April 2016

Pagi ini, di tengah pemandangan yang indah di temani suasana dingin puncak yang menyayat kulit.
Tetiba hati ini entah mengapa resah gelisah. Padahal alam sudah menyambut baik untuk menyebarkan energi positifnya pagi itu.
Lalu, ku buka ponsel ku..
Rina, check email ya..
Setelah ku baca email Dan ku resapin Surat dari sahabatku itu..
Seketika itu air mata pun berlinang tak terbendung..
Ah.. Mungkin karena akunya Saja yg terlalu melankolis yang akhirnya membuat suasana tidak karuan.
Hmm... What's happen?
Dan ternyata Surat Dr sahabatku ini membuat aku benar-benar sedih.
Bagaimana tidak? Selama ini kita selalu berdiskusi mengenai dreams kita bersama. Aku berharap besar kepadanya Dan dia pun sama. Kita seperti mutual fighting untuk mewujudkan dreams kita.
Tapi ketika aku baca Surat itu, Allahu rabbi..
Dia dengan mudahnya undur diri dari estafet dreams kita. -_-
Begini nih anak feeling kalo udah down bisa mengambil keputusan dengan egois Dan emosional :(
Dan akhirnya karena kita satu karakter aku menguatkan dia, seperti apa yg dia lakukan. Bagaimana kita saling menguatkan Dan mengingatkan.
Semoga Allah merodhoi setiap jalan Dan langkah kita ya dear :)
Hanya doa yg mampu menyatukan kita lagi. #doarobithoh
Salam ukhuwah untukmu sahabatku yang berada di ujung hijau kota belimbing :)

Rabu, 23 Maret 2016

Bahagia Dengan Stres

23 Maret 2016

Hari ini benar-benar Stres banget tapi merasa Bahagia!
Gimana gak stres coba, semuanya bikin esmosi >,<"
Jadi gini ceritanya,
Sejak pagi tadi setelah sholat subuh Dan tilawah, aku harus print beberapa bahan untuk aku MC Dan materi bunda. Eh.. ternyata itu printer ngajakin ribut rupanya! Gabisa jalan kertas nya, entah apa yg trouble-_-
Trus di tambah yg paling-paling bikin aku stres hari ini adalah ngaret! Ya... Walaupun aku bukan termasuk org yg ontime2 banget yah hehe
harus nya sampai perpusnas jam 07.00, supaya bisa check all things. tapi ini ngaretnya sampai jam 08.40 baru datang :'( karena macet banget, oh jakarta-_- rasanya pingin pasang klakson ambulan aja deh biar cepet sampe haha T_T
Sabar sabar banget!
Ditambah team ku disana berkoar2, kk dimana, Rina dimana, ini gimaana itu gimana. Huaah! Makin stres aja deh ini Di tengah kemacetan ibu kota >.<
Acara harus nya mulai jam 08.30, akhirnya jadi ngaret sampai 20 menit. Belum prepare MC pula karena hari ini adalah perdana aku MC di suatu seminar Nasional, ga mungkin lah tanpa gladi dulu! Tapi yaa,, ini Yang terjadi :( baru dateng, ngos2an, check sana sini, trus langsung MC. Huaaah! Stres banget!
Trus lagi sariawan pula di lidah, yg susah bgt utk ngomong , belibet mulu. Haduh kumaha ieu Teh..
Tapi Bismillah aja deh.. Allah Yang Maha menguatkan Dan Maha pemberi kemudahan hambanya. Justru pas aku perform MC bareng sahabat ku, rasanya lepas banget, gatau kenapa :')

Makasih ya Allah, Allah kasih ketenangan Dan kemudahan. "Disetiap kesulitan pasti ada kemudahan" yaps! Janji Allah itu benar sekali, aku sering mengalaminya, mungkin kamu juga pernah ya? Alhamdulillah klo udah :')
mungkin karena salah satunya juga dapet Ridho dari orangtua juga kali yah, aku jadi dipermudah walaupun dalam keadaan stres :D haha..

Mengajak orang2 tercinta untuk datang ke coaching ini dan bs merasakan manfaat dari apa yang udah aku berserta team prepare adalah sebuah kebahagiaan tersendiri buat aku :')

Selain kebahagiaan itu, hari ini aku juga mendapatkan pembelajaran berharga dalam hidupku, yaa pembelajaran menjadi seorang leader yg baik. Tidak selalu harus kita yg handle, kan ada team yg bs membantu pekerjaan kita. Itulah gunanya team , mungkin karena aku masih susah utk percaya sama org lain, jadinya yaudah gue aja deh! Eh tapi itulah yg membuat masalah ketika aku blm datang. Semua hampir berantakan-_- sebenernya bisa di handle sama mereka.

Hmm Thanks Allah dibalik stres nya aku, inilah kebahagiaan dan pembelajaran berharga dariMU hari ini :') {}

Minggu, 28 Februari 2016

Bertebarlah dimuka bumi

Aktivitas sebenarnya tak seharusnya menimbulkan rasa lelah apalagi resah, tapi seharusnya memunculkan semangat dan gairah, karena hal tersebut adalah ibadah. Apalagi aktivitas nya itu bermanfaat beeuh akan ada banyak keberkahan dalam hidup yg kita rasakan.

Rasa letih jasmani akan terobati dengan bahagianya hati, karena kita tahu akan ada hadiah indah yang akan Allah persiapkan diakhirat nanti, Oleh karenanya, lakukan semua aktivitasmu dengan sepenuh hati dengan mengeluarkan seluruh potensi.
Karena Allah beri kita modal yang harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.
Enjoy always in your life :)

Ketika kita berusaha bukanya semata untuk mendapatkan materi, karena kita tahu bahwa Allah telah mengatur dan menjamin rizqi, kerja keras kita sebagai makhlukNya adalah sarana yang kita bangun untuk mencairkan Rizqi, walaupun seringkali Allah mengalirkannya bukan dari usaha yang kita jalani melainkan dari jalan yang tidak disangka2/terprediksi...

Begitupun ketika kita bekerja juga bukan karena manusia, karena hal tersebut hanya membuat kita menderita, semangat bekerja kita sangat dipengaruhi oleh pujian atau pandangan manusia...
Berbeda jika kerja kita karena mencari ridhoNya, apapun yang terjadi kita akan merasa bahagia, yang mengantarkan kita menuju kehidupan lebih mulia :)

So, bertebarlah dimuka bumi, karena kamu orang hebat Dan sudah Allah kasih modal untuk menebar Manfaat sebanyak-banyaknya.

Salam Inspiratif!

Kesempatan tiada henti

Ahad, 28 February 2016

Alhamdulillah wasyukurillah...
"Nikmat Tuhan yang mana lagi yang kamu dustakan??"
Alhamdulillah.. Allah memberikan kesempatan aku untuk sharing terkait perjalanan hidup dan bisnisku di STIU Al-Hikmah, Jakarta Selatan. Ini kali pertamanya aku diundang sebagai pembicaranya di Eksternal Kampus. Huah! Deg deg duar banget! Tapi Bismillah deh aku coba. Karena seorang pemenang melihat tantangan sebagai aktualisasi diri, sedangkan pecundang melihat tantangan sebagai sebuah keresahan Dan ketakutan..
Walaupun aku bukanlah orang KATA yang punya banyak kata dan pandai untuk menyampaikan, tapi aku punya pengalaman Yang in syaa Allah bisa jadi pembelajaran buat teman2 yg hadir disana. Hehe
Kalau biasanya aku mengcreate acara Bahagia dengan Stres , kalau sekarang aku lah Yang jadi narsumnya dengan tema sukses dengan stres. Waduh?? Lucu kali judul ini ya hihi.. Ternyata mereka terinspirasi dari apa yang kami create loh, yaitu training bahagia dengan stres itu. Alhamdulillah..

Sukses dengan stres ini memang di padukan antara motivation  and business practice. Aku bersama my partner, shellvy Luckito berkolaborasi memadukannya. Senang rasanya kalau punya teman Yang bisa diajak Kerjasama, baik itu dalam hal bisnis maupun Pengembangan diri.
Daaaan Alhamdulillah kolaborasi Yang sukses! Kenapa aku bisa bilang gitu? Yaaa karena dari judulnya aja sukses dengan stres pasti ya sukses haha eiiiitss... Bukan itu maksudnya sob. Tapi esensi yang aku liat disana. Masyaa Allah banget ukhti-ukhti Sholihat disana yang luar biasa, sangat antusias sekali.
Walaupun sebelum ngisi kudu dibuat stress dulu hehe.. Gimana ngga??
Pagi2 udh siap mau berangkat eh hujan deres, Masyaa Allah bgt, ga nyalahin kondisi sih.. Cuma jadi bingung aja naik apaan yaa kita haha, kalau ada payung terbang pake payung terbang deh,, soalnya kalau pake mobil kelamaan, pasti macet bangeet jalanan nya, apalagi Jakarta. Angkat tangan deeh, bikin stres tingkat dewa euy -_-
Tapi mau naik apa lagi ya, akhirnya kita coba pesen grab car, eeh gaa ada drivernya, makin paniklah kita. Hmm.. Akhirnya Bismillah coba pakai grab taxi, Dan Alhamdulillah abangnya telp "10 menit lagi ya neng saya sampai"
Yuhuuu~ Alhamdulillah akhirnya ada juga yg mau antar kami ke tkp, serasa putri Yang ada di film2 tuh diantar sama pangerannya, eitts tp kita beda, bedanya kita diantara sama abang grab taxi wkwk *abaikan
Alhamdulillah banget kita gajadi naik motor, mungkin kalo nekat pakai motor akan basah kuyup, yakali dah masa iya mau ngisi basah kuyup, nanti yang ada topicnya jadi beda deh , jadi bahas bagaimana menanggulangi hujan Dan banjir di saat genting wkwk
Di perjalanan menuju ke tkp memang banjir jalanannya sampai ada pohon Yang tumbang euy, sehingga jalanannya makin macet cet cet u,u
Makin stres dah niih-_-"
But.. Setelah sampai disana, kami sambut hangat nan penuh ukhuwah islamiyah oleh mereka. Masyaa Allah suasana nya seperti jaman dulu pertama kali aku ke SEBI, aura ukhuwahnya berasa bangeet :')
Belum lagi antusiasnya mereka yang akhirnya membangkitkan mood Dan semangat ku lagi..

The last... pokoknya Hari ini aku sangat bersyukur, diberi banyak pengalaman baru. Semoga bermanfaat yaa teman2 semua :)

Kesuksesan bukan dilihat dari seberapa cepat dia dapat meraihnya, tapi kesuksesan itu dilihat dari seberapa cepat dia BISA BANGKIT dari kegagalan Dan keterpurukannya.

Salam Inspiratif bertabur Manfaat ^^/

Sabtu, 20 Februari 2016

Sukses Dengan Stres Stres adalah beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat. Stres tidak selalu buruk, walaupun biasanya dibahas dalam konteks negative, karena stress memiliki nilai positif ketika menjadi peluang saat menawarkan potensi hasil. Para ahli saraf mengatakan bahwa Wanita lebih rentan stres dari pada laki –laki karena dikendalikan hormone oksitosin, eseterogen, serta hormon seks yang jelas berbeda tingkatannya pada pria. Kita sangat butuh asupan kesehatan mental untuk menangani bencana emosional dalam diri. Disini shellvy dan Rina akan share bagaimana melakukan “therapy” kepada wanita-wanita yang mau menjadi wanita yang MANDIRI, MEMILIKI HATI YANG TANGGUH dan SEKUAT BAJA DAN SUKSES DENGAN “STRESS” YANG ADA Khusus bagi teman-teman akhwat yang sholeha Shellvy dan Rina akan share bagaimana step –step nya Jatuh bangun , menjalani hidup secara mandiri dan lika-liku stress itu telah menjadi makanan kami sehari-hari yang menyehatkan sehingga kami pun BAHAGIA DAN SUKSES dengan ‘Stres’ yang ada. Kami akan berbagi alasan-alasan untuk menjalani hidup yang selalu bercita-cita menjadi wanita yang bisa menjadi Agen of Change untuk Negara , Bangsa dan Agama. Mari menjadi wanita yang Mandiri,Tangguh dan Inspiratif. Semoga bisa bermanfaat bagi ukhti-ukhtina semua. Salam Hangat dan Penuh Inspirasi. Thanks. #ShellvyLucky #RinaKholilatunNisa

Rabu, 17 Februari 2016

Tentang Adab

Adab berarti disiplin, yaitu harus mengajak dan mengajarkan tentang adab Kepada Allah, Rasul, org tua, masyarakat dan alam.
Begitu dahsyat nya Islam, begitu penyempurnanya Islam, sampai semua hal sampai terkecil pun ada aturan dan adabnya.

Salah satu peran Seorang pendidik (baik ortu, guru, dll) ketika wajib menjadi pendidik maka ia wajib mengamalkan al-qur'an dan as-sunnah.

Ketika adab ini dikaitankan dengan ilmu yaitu ketika seseorang berilmu namun tidak beradab maka sama saja ia tidak berilmu.

Prof. Alatas menganalisis bahwa problem manusia zaman ini adalah manusia tidak memiliki adab. Sehingga apa yang terjadi??? banyak kehancuran di berbagai aspek kehidupan.
Tanpa kita sadari ketika manusia sudah lupa dengan pedomannya, yaitu Al-Qur'an Dan As-Sunnah. Serta memaklumi semua hal-hal penyimpangan padahal itu sudah jelas maksiat tapi dari kemakluman itulah akhirnya disalah gunakan utk terbiasa berbuat maksiat. Na'udzubillah..
Smga kita menjadi orang yang selalu Istiqomah di jalan Allah. Aamiin

Dan taukah Anda? Bahwa Adab itu bersumber dari hikmah (ilmu) akan berbuah keadilan.
Bukan malah menyesatkan atau menyusahkan. Tapi disitu ada nilai keadilannya

Hirarki adab yaitu :
1. Adab Kpd Allah.
2. Adab Kpd Rasullullah.
3. Adab Kpd manusia (ketakwaan)
4. Adab Kpd ortu.
5. Adab Kpd ulama.
6. Adab Kpd alam (lingkungan).
7. Adab Kpd bahasa.
8. Adab Kpd diri sndri.

Berikut adab yang dikaitkan dengan ilmu,
Klasifikasi ilmu :
1. Ilmu agama : sumbernya wahyu (ilmu fardhu ain).
2. Ilmu umum : sumbernya pengembangan riset manusia (fardhu kifayah).

Saat ini, kenyataannya adab hanya dijadikan sebagai kurikulum pendidikan. Bukan dijadikan fundamental kehidupan. Maka dari itu Indonesia terjadi krisis moral karena tidak beradab.

"orang terkaya itu bukanlah orang yang banyak duitnya, Tapi orang terkaya adalah orang yang Sedikit kebutuhannya, Kenapa Allah disebut MAHA KAYA ? Karena Allah tidak butuh apa2 dari hamba-Nya. Tapi hamba-Nya lah butuh kepada Allah. Maka kitalah yang Sebenernya fakir dan ketika Kita tidak bertakwa Kepada Allah maka kita tidak beradab Kepada Allah.

Semoga kita selalu Istiqomah dalam menerapkan adab2 Yang sudah Allah atur dalam Al-Qur'an Dan As-sunnah.

Minggu, 07 Februari 2016

Mewujudkan continuous improvement dalam mengembangkan sebuah karya



Oleh Rina Kholilatun Nisa
          Di dalam sebuah organisasi ataupun perusahaan sangat penting adanya perbaikan baik dari segi proses manajemen, produk maupun pelayanannya, atau biasa dikenal dengan continuous improvement. jika dilihat banyak organisasi-organisasi yang tidak bertahan lama programnya, karena tidak menerapkan continuous improvement. setiap regenerasi berubah-ubah program kerjanya, yang berakibat program sebelumnya tidak dijalankan lagi, padahal berpeluang besar untuk sukses pada program tersebut jika diperbaiki dan dilanjutkan.  Begitu juga pada perusahaan-perusahaan yang bangkrut karena salah satunya mereka tidak menerapkan sistem continuous improvement, setiap pergantian pemimpin selalu ingin adanya perubahan. Bahkan perubahan itu bukan hanya sebagai kebutuhan, tapi sudah menjadi suatu keharusan. Padahal belum tentu perubahan itu sesuai dengan sistem yang sudah berjalan. Bisa jadi efektif bisa jadi juga gagal.
          Oleh karena itu, continuous improvement menjadi faktor penting dalam organisasi maupun perusahaan. Salah satu untuk mewujudkan paradigma continuous improvement, harus ditanamkan personal value yang sesuai dengan paradigma tersebut, diantaranya : dapat dipercaya, kejujuran, keberanian, kerendahan hati, kerja keras, kesabaran dan keterbukaan.
Ketika seseorang sudah mempunyai kemampuan menyatakan sebagaimana adanya maka akan tau secara detail titik masalahnya sehingga dapat segera di perbaiki dan menimbulkan adanya solusi-solusi cemerlang, dan ketika ada masalah terkadang para karyawan tidak bisa dipercaya untuk merahasiakan problem yang ada pada perusahaan dan menceritakan pada orang lain (pihak eskternal) yang mengakibatkan permasalahan lain akan timbul. Begitu juga keberanian dalam mengungkapkan pendapat dan prinsip perusahaan, ketika perusahaan/organisasi sudah mulai menyimpang maka kita sebagai orang yang mengetahuinya harus berani untuk mengungkapkan pedapat bahwa prinsip ini tidak sesuai, maka harus segera di perbaiki. Begitu juga sifat kerendahan hati yang harus dibangun, tidak sombong karena sudah menjadi pemimpin, justru harus terus belajar dan berkembang kapasitasnya dengan meng-update informasi terkait bidang yang digelutinya, sehingga akan muncul continuous improvement.
Begitu pentingnya personal value pada continuous improvement. Untuk mewujudkannya maka diperlukan adanya training spiritual atau kajian-kajian untuk para karyawan atau anggota organisasi.
Ketika personal value sudah di bangun, maka akan terciptanya continuous improvement yang akan terus berkembang dan menghasilkan sebuah karya-karya baru yang inovatif dan dapat bermanfaat untuk khalayak.
Salam Inspiratif!