Selasa, 28 Januari 2020

Bahagia dengan stress


Oleh : Rina Kholilatun Nisa
Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tetapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya dengan melepaskan beberapa hal dalam kehidupan, walaupun itu tidak mudah. Karena kebanyakan dari kita lebih mengedepankan kemalangan, berfikir negatif dan kurang bersyukur. Sehingga akan timbul tekanan hidup atau stres dalam dirinya.
Tidak heran jika masyarakat Indonesia tingkat stresnya paling tinggi dengan berbagai faktor permasalahan di dalam kehidupannya. Menurut para ahli, di Carnegio Mellon University, Pittsburgh. Bahwa sejak tahun 1983 hingga tahun ini, tingkat stres di dunia mengalami peningkatan sebesar 18% pada wanita dan 24% pada pria. Penelitian ini dimuat dalam Journal of Applied Social Psychology. Hal ini membuktikan bahwa bukan hanya masyarakat Indonesia yang mengalami tingkat stres tinggi tapi juga hampir di seluruh negara mengalami hal yang sama.
Lalu, apa hubungannya bahagia dengan stres? Bahagia kok tapi stres? bahagia inilah yang diidamkan setiap insan, yaitu bahagia yang sesungguhnya tersembunyi dalam berbagai kesulitan dan tantangan di depan mata. Karena kesulitan bisa diubah menjadi berkah dan kesulitan ini pula memiliki kekuatan unik untuk menginspirasi.
Bahagia juga merupakan satu bentuk dari emosi positif yang sesungguhnya sudah ditanamkan Allah SWT dalam diri setiap insan, agar kita dapat menjalani hidup dengan penuh kegembiraan, sehat, awet muda, terbebas dari stres dan penyakit.
Setelah kita merasakan bahwa kesulitan, stres dalam hidup, tekanan hidup yang luar biasa dan segala macamnya. Lalu apa yang akan kita lakukan? Bunuh diri atau menarik diri dikeramaian? Itulah yang terjadi saat ini disekitar kita. 
Saat ini, dari semua permasalahan itu bisa kita selesaikan dengan hal yang simple. Seperti dalam Q.S Al-Alaq : 3-4 inilah metode unik yang membuat orang sukses bisa bangkit dari keterpurukannya, seperti B.J Habibi yang sangat sedih sekali setelah istrinya meninggal akhirnya bisa menjadi sebuah film menginspirasi, seorang Taufik Ismail juga yang akhirnya bisa menjadi sebuah karya puisi yang fenomenal, serta bunda Chichi Sukardjo yang mengalami penyakit luar biasa yang akhirnya bisa sembuh total atas izin Allah dan menerapkan terapi ini, dan masih banyak lagi.
Di dalam Q.S Az-Zariyat :23, mengatakan bahwa “..sungguh apa yang dijanjikan itu pasti terjadi seperti apa yang kamu ucapkan.” 
Dengan Melepaskan pikiran negatif lalu dituangkan ke dalam selembar kertas bersama pensilnya. ini solusi terbaik yang harus kita lakukan dalam kamus pikiran kita. tidak semua orang bisa menjadi contoh teladan yang dikagumi semua orang, namun semua orang dapat memiliki pikiran yang besar. Pikiran yang besar dapat meredam rasa sakit & kesedihan seseorang dapat mengompensasi kekurangan kita. Percaya pada diri sendiri, temukan relung sendiri dan kita juga dapat memiliki kehidupan yang berharga. 
Menulis pikiran dan perasaan terdalam, merupakan salah satu obat terbaik. Kita akan lebih mengenal diri sendiri, lebih sehat dan bahagia.

Kamis, 23 Januari 2020

Tips tetap Istiqomah mengerjakan NHW tepat waktu


1. Atur waktu khusus dan timeline dengan detail setiap Minggunya dan harus komitmen dengan waktu tersebut. Misalnya tentukan  perenungan mengerjakan NHWnya brp lama, jangan terlalu banyak mikir, karena akan membuat kita pusing dan jadi malas mengerjakan😅 tulis dulu aja timeline. Misal 3 hari perenungan, 1 hari pengerjaan, dan langsung di kumpulin deh😊
2. Memahami dengan seksama setiap materi dan tugas NHW
3. Kalau belum faham, boleh japri Walas/fasilitator 
4. Setelah Faham, share materi kepada suami supaya satu frekuensi di dalam 1 keluarga.
5. Ajak diskusi suami dan libatkan doi dalam pengerjaan NHW.
6. Jika kita sudah mengetahui misi hidup kita, bisa ajak diskusi suami dalam menentukan misi hidup keluarga. Supaya balance antara misi hidup diri sendiri, suami, dan keluarga. 


Saya yakin semua Ibu-Ibu pembelajar juga pasti mempunyai *misi yg keren2*. Semoga Allah mengijabah mimpi2 kita ya😘😘🤝🏻

Berjuanglah wahai ibu pembelajar yang akan siap mengubah peradaban, karena tak ada peradaban tanpa perjuangan.
Berjuanglah sesuai kemampuan dalam bidangmu. Dengan terus berusaha mengembangkan kualitas diri.. sejatinya kita sebagai wanita sedang berjuang untuk membangun bangsa ini.
Selamat berjuang wahai ibu pengubah perdaban🤝🏻🤝🏻💪🏻

Salam Inspiratif,

Rina K.N Darmawan,S.E

Antalogi Matrikulasi IIP Batch 7

Jalan perjuangan selalu dirintis oleh orang-orang yang berilmu, dikerjakan oleh orang-orang yang ikhlas, dan dimenangkan oleh orang-orang yang berani 😊 

Bismillah.
Matrikulasi IIP ini bagi saya seperti kawah untuk tholabul'ilmi. Memposisikan diri untuk selalu mengosongkan gelas agar bisa menyerap dan memahami setiap ilmu yang diberikan.

Dari awal perkuliahan yang saya rasakan adalah excited campur deg-degan yang berusaha aktif dan fokus di kelas walaupun terkadang jamnya kurang pas membuat saya silent reader🙏🏻 tapi tetap menyimak dan memahami materi di pagi2 saat anak tidur. Hehe 

Masyaa Allah setiap kali mengerjakan NHW membutuhkan perenungan yang panjaaang sekali, dari diskusi dengan suami berhari-hari sampai akhirnya bisa menyelesaikan NHW. Yang paling berkesan dari rangkaian NHW adalah di NHW 8 yaitu mengenai misi hidup dan produktivitas.😍  Bagaimana saya bersama suami merumuskan roadmap keluarga saya yang sebelumnya saya belum kepikiran untuk membuat hal ini. Hanya dalam pikiran yang belum dituliskan. Sekarang Alhamdulillah lebih terarahkan dengan adanya roadmap tersebut. Seperti ada rem yg pakem sekali ketika saya dan keluarga berada di jalur yg tidak fokus dan menyimpang. 
Selain itu, jadi gak galau lagi harus ngelakuin apa setelah ini. Karena sudah mempunyai tujuan hidup diri dan keluarga yg jelas. hehe😌🥰 walaupun begitu, saya tetap harus belajar dan mengembangkan tujuan hidup saya menjadi lebih baik menuju 10.000 jam, in syaa Allah. 

Alhamdulillah setelah mengikuti pembelajaran selama 9 Minggu ini, mindset saya mengenai IBU RUMAH TANGGA BERUBAH. Saya tidak akan membandingkan diri saya dengan orang lain, tapi saya lebih membandingkan diri saya yang dulu dengan yang sekarang. Apakah ada perubahan ke hal positif atau negatif.. itulah proses hijrah dari zona nyaman ke hal yang lebih baik.
Mencoba belajar profesional dalam segala hal, lebih mengenal diri sendiri dan keluarga, dan yang paling penting saya akhirnya bisa memahami PERAN SPESIFIK saya di kehidupan yang dianugerahkan Allah kepada saya untuk lebih produktif dan bermanfaat. 
Jika Allah SWT  mengizinkan, 


_“Terkadang Melalui kegagalan Kita Bisa bersikap bijak Menuju Pada Sebuah Hal yang Disebut dengan Kebaikan. Karena Kebaikan adalah Sebuah Proses Panjang yang Tak Bisa Dinilai Atas Apa yang Kita Lihat Hari Ini. Sama seperti air, kebaikan pun mencari ruang gerak ke tempat yang lebih rendah konsentrasinya. Ke jiwa gersang yang butuh kesegarannya. Maka kita melihat bahwa kebaikan itu menular, dan menyemaikan benih taqwa ke sekitarnya”_

Selama kurang lebih 3 bulan kelas MIIP berjalan, pasang surut dalam ke-istiqomahan mengerjakan NHW tepat waktu dan selalu mengikuti kelas pasti ada. Pernah Ketika sedang banyak-banyaknya kegiatan dalam usaha saya apalagi ketika banyak urusan dan problem di kantor membuat saya pada saat itu jarang ON watshapp apalagi baca dan fokus di grup MIIP, sehingga chat pun menumpuk. Ada rasa menghindari untuk tidak mengerjakan NHW dan berhenti aja deh. Urusin usaha dulu. Tapi... Saya istighfar dan flashback lagi, Saya sendiri yg memilih ikut program ini masa iya baru awal udah nyerah dan gagal? Padahal program ini bagus banget buat kemajuan saya pribadi, keluarga, dan sekolah. 🙅🏻 Akhirnya saya melawan diri saya sendiri dari kefuturan dan saya berprinsip sesuatu yg sudah dimulai HARUS DISELESAIKAN. Bismillah, saya meng-azamkan diri saya untuk tetap mengikuti kelas dan mengerjakan NHW dg tepat waktu. 
Walaupun terkadang ngerjainnya deadliners, yg penting tidak lewat dari hari Senin jam 09.00 wib hehe. 

saat awal2 saya suka ngerjainnya di hari Ahad malam pas hari Senin pagi nya deadline, tapi kok ya saya merasa kurang maksimal karena ngerjainnya terburu2 bahkan "yg penting asal selesai terus ngumpulin deh", ya seperti jaman kuliah dulu😂 Tapi masa iya jaman kemarin sama sekarang mau disamain? Apa bedanya. Ilmu nambah tapi kebiasaan sama? Astaghfirullah.. saya mulai muhasabah dan mencoba mengatur strategi dalam mengerjakan NHW.
Saya membuat jadwal untuk pengerjaan NHW supaya tepat waktu dalam menyelesaikannya.

 Setelah NHW di share, saya akan memahami NHW dan menjadi bahan diskusi dengan suami sampai hari Jum'at siang, Jum'at malam saya kerjakan dengan maksimal mungkin. Kenapa saya ambil waktu sebelum weekend? Karena weekend biasanya Quality time bersama keluarga. Pasti tidak fokus dan jarang pegang HP sehingga untuk amannya saya menyelesaikan sebelum weekend. 

Saya bersyukur sekali mempunyai  teman-teman di kelas yang luar biasa semangatnya dan bisa saling memberikan energi positif. Melalui SOTD (Star of the day) jadi saling mengenal satu sama lain. Ternyata mempunyai profesi yg bervariasi..  Ada yang seorang apoteker, bidan, guru, womenpreneur, dll.. masyaaAllah jadi tambah banyak belajarnya nih dari pengalaman teman-teman di lintas profesi🥰
 Selain itu, wali kelas dan fasilitator yang super Inspiratif serta memberikan banyaaaak sekali arahan dan bimbingan. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan ilmu untuk kedua Mak wali kelas dan Mak fasilitator MIIP🤲🏻😇 aamiin Allahumma aamiin

Setelah berjalannya program pembelajaran matrikulasi, sambil menunggu hasil kelulusan dan revisian NHW. (*asyiiiiik seperti revisian skripsi kali ya, bahkan lebih dari  skripsi ini mah) 😂

Di MIIP ada program STUDENT SHARING dan  CMSE (CLASS MEETINGS  STUDENT EXCHANGE).

*STUDENT SHARING*
Awal yg tak disangka menjadi salah satu peserta Student sharing dari 7 peserta yg keren2 banget.😍 Saya banyak terinspirasi dan belajar dari perjalanan teman-teman SS dalam menemukan misi hidup nya.. Alhamdulillah.. saya juga senang sekali bisa sharing tentang Be-DO-HAVE saya. Semoga dengan sharing ini banyak yg mendoakan "mimpi" saya dan keluarga saya. Aamiin Allahumma aamiin

Setelah program SS selesai, berlanjut dengan program CMSE (Class Meeting Student Exchange). 🥰

masyaaAllah saya terpilih lagi menjadi salah satu peserta CSME dari 3 peserta CSME yg Inspiratif dan kereeen banget misi hidupnya..

Saya hanya seorang pembelajar yang berusaha semaksimal mungkin melakukan setiap arahan dan bimbingan untuk menjadikan hidup saya lebih baik.
 Terimakasih IIP atas bimbingan nya selama 3 bulan ini. 

Masyaa Allah tabarakallah.. seperti ada suntikan semangat yg sedikit rapuh kala itu setelah pengumuman CSME diumumkan oleh Mak fasilitator kami.
ya! Qodarullah, mungkin Allah menghendaki saya untuk sharing agar menjadi pengingat bagi saya pribadi...
Begitu terharu nya saya ketika masih ada ruang untuk bisa lebih maju dalam perubahan baik. Saya meyakini, ketika saya sharing itu tanda pengingat bagi saya dan ada challenge tersendiri untuk memantaskan diri menjadi pribadi lebih baik dari hari kemarin.

 Semoga Allah meridhoi setiap langkah dan keistiqomahan saya dan kita semuanya. Aamiin Allahumma aamiin.🤲🏻

Bismillah, izinkan saya untuk sedikit sharing tentang perjalanan saya CMSE di regional Garut.

Alhamdulillah.. perjalanan saya ke Garut pada hari Selasa, 16 April 2019 pukul 20.00 WIB disambut sangat antusias oleh peserta Matrikulasi IIP regional Garut. 

Btw.. Saya berasa kembali ke masa kuliah dulu karena sering dipanggil "teteh"😅 dikira teman2 saya dulu orang Sunda, padahal mah orang Jawa asli😂 hehe
Oke.. Back to Topic ya man-teman..

Ternyata teman2 regional Garut ini terdiri dari beberapa kota/kabupaten seperti Tasik, Ciamis, dan Banjar.. 
wah jadi tambah semangat saya bersilaturahmi dengan mereka. 
Setelah saya memperkenalkan diri dan sedikit sharing.. ternyata oh ternyata.. ada teteh yg satu visi misi sama saya. Masyaa Allah😍 saya senang sekali ada yg satu dreams sama saya, dia sedikit sharing juga sama saya mengenai visi misi keluarga nya yg memang baru menikah, walau masih galau. Akhirnya saya menguatkan ia untuk melanjutkan hal yg sudah dilakukan disana. Ya. Intinya kami saling menguatkan🤝🏻
Ada juga yg tertarik dengan Pendidikan konsep FBE (FITRAH BASED EDUCATION) yg sedang saya pelajari, KURIKULUM TAHFIZPRENEUR yang sedang saya kembangkan, dan lain-lain.

Saking serunya kami diskusi, waktu pun sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB yg merupakan JAMALnya Regional Garut. Akhirnya diskusi diakhiri.. 
Tapi setelah itu, masih banyak yg akhirnya diskusi via wapri hehe. 

Saya jadi belajar mengenai pendidikan di Garut. Mengenal lebih jauh mengenai Garut dari oleh-oleh yang teman-teman regional Garut berikan kepada saya dan teman-teman regional Depok 2 ❤