Jumat, 23 Oktober 2020

Gelombang Cinta Mu'adz


Alhamdulillah ala' ni'amillah.

Diluar prediksi dokter yang harusnya awal November 2020, Qadarullah hari ini sudah merasakan gelombang cinta yg begitu nikmat dan terasa cepat.

Hari Jum'at malam, masih aktivitas seperti biasanya ramai dengan anak2 yang menghafal Al Qur'an di rumah, ya. Setiap hari Jum'at bada Maghrib saya dedikasikan diri saya untuk mengajar ngaji anak-anak sekitar perumahan di Rumah. lalu lanjut bantuin tim packaging @rajalele_id sebentar.
sekitar jam 22.00 WIB karena mata msh blm ngantuk, akhirnya buka laptop ngerjain deadline untuk persiapan akreditasi sekolah @inspirasianaknegeri. Awalnya biasa aja, gak ada tanda2 mau persalinan, tapi punggung udah mulai lelah, akhirnya rebahan dg mata merem tapi ga bener2 tidur lelap, karena badan udah berasa ga nyaman. 
Akhirnya saya bangun lagi, sholat Tahajud sekitar jam 12.30 WIB. Pas selesai ke kamar mandi baru merasa ada yang aneh, keluar flek darah. Belum engeh klo mau persalinan masih nyantai aja sambil tiduran. Jam 01.00 WIB baru berasa kontraksi, yang awalnya lambat menjadi cepet sekali. Akhirnya sy memutuskan membangunkan suami, awalnya sy blm berani bangunin suami, karena sy tau beliau sangat lelah seharian kerja. 
Tapi karena udah ga tahan, saya terpaksa membangunkan langsung suami sigap antar saya ke klinik terdekat.
Sampai klinik, Masih merasakan kontraksi yang begitu nikmat sampai jam 05.17 WIB.
La Haula walaa quwwata Illa Billah,

Adik Arsya pun lahir ke dunia. Masyaa Allah tabarakAllah.. Ahlan wa Sahlan DR. Mu'adz Al Fatih Darmawan

"Ya Allah berikanlah kami keturunan yg baik-baik, dan perbaiki kami agar mampu menjaga amanah-Mu dg baik"

Salam cinta dan inspirasi
Darmawan & Rina

Kamis, 01 Oktober 2020

MENDIDIK SEKEDAR MENGIKUTI PETUNJUK-NYA


“Boleh dibilang sudah cukup lama saya belajar parenting pak. Saya juga sudah ikuti dan pelajari berbagai konsep dalam ilmu parenting dengan masuk di banyak komunitas parenting yang berbeda-beda. Tapi sepertinya sekarang malah stuck pak. Pikiran saya jadi mandeg, penuh informasi namun bingung mau ngapain, malah jadi gelisah karena merasa belum bisa berbuat banyak untuk mendidik anak-anak padahal sudah di berikan ilmu yang cukup banyak oleh Allah”.

Pernah mendengar keluhan seperti ini kan?

Memang akhir-akhir ini ada trend menggembirakan, dimana mulai tumbuh kesadaran pada orangtua untuk serius mendidik anak yang ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah orangtua yang belajar ilmu parenting. Alhamdulillah, ini fenomena luarbiasa yang patut kita apresiasi. 

Namun jika tidak hati-hati, hal ini menjadi euforia yang justru akan menjebak kita. Semangat belajar kesana kemari, dari satu konsep ke konsep lain, dari satu kajian ke kajian lain, dari satu seminar ke seminar lain, dari satu komunitas ke komunitas lain, tanpa sadar kadangkala diikuti semangat untuk menumpuk dan mengkoleksi ilmu, ini menyebabkan ego diri meningkat. Jika ego meningkat maka akan keluar dari fitrah sebab ketergantungan hati (isti’anah) kepada Allah menurun, menjadi obsesif kembali. 

Apalagi jika sedikit sekali melakukan upaya untuk memperbesar “wadahnya”, maka semua ilmu yang masih berbentuk wawasan tadi meluber kemana-mana, hanya memenuhi pikiran, tidak mampu terinternalisasi kedalam jiwa. 

Maka ketika ilmunya kemudian di praktekkan kok tidak membawa dampak yang signifikan bagi perkembangan anak, tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya. Bahkan anak cenderung lebih sulit dikendalikan, ditambah berbagai masalah kehidupan lainnya juga ikut hadir mendera misal dengan pasangan, masalah pekerjaan, finansial dll, belum lagi tantangan berat dari lingkungan dan keluarga yang tidak setuju dan bahkan menentang, maka bertambah galaulah batin. Kegalauan ini terjadi karena isti’anah kpd Allah lemah sehingga membuat ilmu parenting dengan berbagai praktek aplikasinya menjadi kehilangan ruh, tanpa makna karena tidak tembus ke Allah.

Maka ayah bunda yang baik, jika berbagai ilmu dan komunitas parenting yang sudah kita ikuti dan kita pelajari masih membuat hati kita gelisah, belum bisa optimis dan rileks, belum bisa menghasilkan pertumbuhan dan perbaikan diri untuk semakin dekat dan terhubung denganNYA, maka berhentilah sejenak. 

Cobalah untuk menepi dulu, ambil nafas panjaaaaang sekali sampai batin tenang. Letakkan dulu semuanya. Lakukan evaluasi, muhasabah. Tanyakan kembali pada diri kita apa tujuan utama kita melakukan semua ini, apa hasil yang ingin kita capai, seberapa bermanfaat bagi pertumbuhan spiritual keimanan kita dll. Jangan jangan kita sudah mulai keluar dari “rel”.

Allah sudah instal ilmu parenting terbaik didalam diri orangtua untuk mendidik anak-anaknya sendiri. Ilmu parenting tersebut sangat personal, berbeda-beda untuk tiap anak. Cinta dan kasih sayang yang berlimpah, empati yang mendalam, intuisi dan firasat yang tajam dalam membaca tanda dan petunjuk Allah dll, itu semua adalah modal besar ilmu parenting didalam diri kita sebagai orangtua.

Anak-anak juga sudah diberi Allah fitrah, berupa potensi kebaikan atau inner guidance bawaan untuk menjalani kehidupannya. Maka seharusnya mendidik anak itu mudah, effortless, wong ilmunya sudah dikasih Allah didalam diri kita kok.

Namun kenapa kita seringkali kesulitan mendidik anak-anak kita? 

Mungkin karena sifat obsesif kita masih dominan. Barangkali Ego kita sebagai orangtua terlampau tinggi sehingga tanpa sadar memaksakan ke anak-anak semua keinginan, mimpi dan cita-cita kita, bahkan kadang kala ketakutan dan mental inferior kitapun kita tanamkan ke jiwa mereka. Lha bagaimana anak akan tumbuh dengan baik, jika kita dikte mereka, kita lepas namun kaki dan tangannya diikat. Tidak sepenuh hati kita berikan cinta dan kepercayaan kita untuk mereka. Ingat, modal terpenting dalam parenting adalah cinta dan kepercayaan.

Lalu bagaimana mengakses kembali ilmu parenting tersebut?

Berserah dirilah kepadaNYA. Secara perlahan kikislah ego yang selama ini menguasai hati kita, yang membuat kita terhijab untuk terhubung dengan Allah. Bersimpuhlah di dalam keheningan untuk meminta ampun atas dosa-dosa kita. 

Belajar mengikhlaskan hati agar DIA menata kembali hidup kita. Yakinlah hanya Allah yang bisa menata hidup kita, bukan kita, siapalah kitaa..kita tidak akan mampu. Tugas kita hanya menata batin agar tidak ruwet, agar tenang, damai dan senantiasa terhubung denganNYA.

                                    ****

Beberapa hal dibawah ini perlu dilakukan agar Allah membuka kembali Ilmu parenting di hati kita :

1. Berikan perhatian penuh kepada Allah.
   Jika ingin mendapatkan kembali bekal ilmu parenting tersebut maka fokuslah untuk selalu memikirkan petunjuk dan tanda yang Allah berikan. Sejatinya, petunjuk Allah tersebut bagaikan hujan, selalu tercurah setiap waktu tanpa henti kepada hambaNYA, hanya saja kita tidak menyadarinya, terlalu sibuk memperhatikan pikiran dan perasaan sendiri. 

Maka banyaklah mengingatNYA dengan senantiasa berdzikir, senantiasa bersyukur. Dzikirlah sebanyak yang kita mampu, setiap saat, setiap hari, hingga kesadaran kita bisa merasakan terhubung dengan Allah. Dzikirlah dengan  tenang dan penuh penghayatan, sehingga kedalaman maknanya bisa dirasakan. Jika hati sudah terhubung denganNYA maka kesempatan mendapatkan curahan petunjukNya untuk mendidik anak kita mulai terbuka.

2. Banyak melakukan komunikasi dengan Allah.
     Mungkin selama ini Kita lebih banyak bicara tentang Allah tetapi sangat sedikit bicara kepada Allah, maka perbaiki kesalahan tersebut. Mulailah membangun komunikasi yang intens dengan Allah. Minta petunjuknya dalam setiap keputusan yang akan kita buat, sekecil apapun keputusan tersebut, mintalah restuNYA. 

Berdoa merupakan sarana berkomunikasi yang terbaik dengan Allah. Doa-doa yang masyhur sesuai sunnah Nabi kita Shallallahu alaihi wa sallam tentunya lebih utama untuk sering kita ucapkan karena memiliki dampak dan energi yang luarbiasa besar. Namun kita juga bisa membangun komunikasi dengan Allah lewat bahasa ibu, dengan rengekan permohonan ataupun keluhan permasalahan hidup yang penuh penghayatan. Semakin sering dan rutin membangun komunikasi dengan Allah akan membuat kita cepat “akrab” denganNYA. Ini akan meningkatkan intuisi kita dalam mendidik anak-anak.

3. Istighfar.
     Semua permasalahan hidup yang kita hadapi, termasuk kesulitan kita dalam mendidik anak-anak, hakekatnya terjadi karena “undangan” atas kesalahan dan dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Maka Istighfar adalah sarana yang Allah berikan kepada hambanya untuk meminta ampun dan mohon agar dosa-dosanya dibersihkan Allah.

Istighfarlah sebanyak mungkin agar dosa yang menjadi hijab kita dengan Allah diangkat. Biasakan juga untuk mendoakan ampunan dan kebaikan buat oranglain karena hal tersebut juga akan berdampak pada kebersihan jiwa kita. Jiwa yang bersih akan merasakan ketenangan dan kedamaian, sehingga akan memudahkan kita menerima petunjuk Allah dalam mendidik anak-anak.

4. Melepaskan kemelekatan kepada selain Allah.
      Sedekah yang jumlahnya besar akan berasa nendang di hati, ini terapi bagus untuk membongkar kemelekatan terhadap harta. Sering puasa untuk melepaskan diri dari kemelekatan terhadap nafsu makan. Sholat malam, sholat dhuha juga akan membantu tubuh untuk terlepas dari kemalasan, keinginan untuk tidur pulas. Release lah sampah-sampah batin yang masih melekat dihati seperti dendam, marah, sedih dll. Jika kemelakatan ini bisa terlepas, minimal berkurang, maka akan berkurang juga beban batin kita. Hal ini akan memudahkan hati menerima pancaran petunjuk Illahi didalam mendidik anak.

5. Sering membaca Al Quran dan mentadabburinya.
    Al Quran adalah kalamullah yang berisi petunjuk Allah untuk hambanya dalam menjalani kehidupan di dunia. Karena Kalamullah maka Al Qur’an sarat akan makna dan hikmah yang tidak akan pernah habis hingga akhir zaman nanti. Setiap kali kita mendapati suatu permasalahan dalam hidup, tentang anak misalkan, maka mintalah petunjukNYA lewat Al Quran. Bacalah Al quran maka Allah akan memberikan solusi-solusi terbaik untuk menyelesaikan permaslahan kita. 

Percayalah saat kita membaca Al Qur’an ada hubungan interaksi disitu, bukan hanya searah, namun dua arah, dimana Allah juga sedang menasehati kita lewat curahan makna yang DIA masukkan ke hati kita. Satu ayat yang sama jika kita baca saat ini dan seminggu kedepan, bisa berbeda makna yang kita dapatkan tergantung suasana hati dan permasalahan yang kita hadapi saat membacanya. 

Itulah hebatnya Al Quran, yang senantiasa akan memberikan solusi cemerlang atas semua permasalahan yang dialami pembacanya di zaman apapun, tak akan pernah ketinggaln zaman.

                                    ****

Jika minimal Lima hal tersebut mulai rutin dilakukan setiap hari (akan berat diawalnya namun semakin mudah setelah beberapa minggu dijalani), sehingga menjadi kebiasaan baru yang memberdayakan diri, maka InsyaAllah proses mendidik anak yang kita lakukan akan searah dengan KehendakNYA. Dia bukakan kembali ilmu parenting didalam diri kita. Diberikan kepada kita ‘first hand knowledge’, Allah akan mengajari kita apa yang tidak kita ketahui, “‘Allamal insaana maa lam ya’lam “

Maka insyaAllah kita akan merasakan senantiasa terbimbing dan diarahkan olehNYA. Allah kuatkan bashirah kita saat mendidik anak sehingga tidak galau dan terganggu dengan penilaian oranglain. Hati kita juga dipenuhi rasa optimis dan rileks saat membersamai tumbuhnya buah hati hingga mereka menjadi insan kamil penuh manfaat kelak. Aamiin.

Wallahu a’lam.
Amiruddin 
Fasilitator  HEbAT semarang Raya

🌸🌷Ibu Teladan Terbaik🌷🌸


(Ust. Budi Ashari, LC)

Catatan : Hilmiyatil Alifah
Ibu itu sekolah pertama
Kalau kita siapkan maka kita menyiapkan satu generasi yg baik
Peradaban yg akan merusak ISLAM pasti akan merusak perempuan

Kalau mau menyiapkan generasi, siapkanlah perempuan yg baik
"KETELADANAN IBU"

Para ibu jika diperbaiki dengan Islam hasilnya dahsyat
(Alquran yang membahas perempuan : Maryam, Hawwa, Hajar, kakanya Musa, istrinya abu Lahab, wanita dalam kisah Yusuf, ratu Bilqis, Asiyah, istri nabi Nuh, istri nabi Luth)

Tugasnya ibu : BACA QURAN DAN BACA TERJEMAH, setiap membaca kisah, ambil inspirasinya baik POSITIF MAUPUN NEGATIF
Alquran ini petunjuk dan menjadi pondasi berkehidupan
Islam bangkit maka dia akan membangun

 Ketika Quran berbicara tentang perempuan, dan perempuan kunci perbaikan keluarga - masyarakat - negara : BACA QURAN, LIAT TERJEMAHAN, TULIS INSPIRASI DAN PELAJARANNYA

Tugas perempuan :

1. Pribadi 
2. Istri
3. Ibu
4. Sosial 

Dari empat tugas perempuan di dalam Alquran yg paling banyak disebutkan adalah : ISTRI 
Perempuan harus bisa berpindah mengurus dirinya sendiri dia harus segera berpindah ke perihal yang lebih penting : keluarga

Yang paling sedikit disebut : SOSIAL, karena bukan tempat perempuan

Ketika zaman terbalik, ketika dua terbesar  yg tergeser dengan yang tidak dominan (pribadi dan sosial)

Kalau wanita akan mengambil peran istri dengan MAKSIMAL, MAKA ITULAH YG AKAN MEMBANTU KETIKA DIA BERPERAN SEBAGAI IBU
Selesaikan dulu urusan Anda dengan suami
Tugas anda sebagai istri harus selesai dulu baru kemudian anak-anak
Mengapa begitu?

1.  Karena Rasul saat berbicara tentang suami istri, "suamimu itu surgamu atau nerakamu"
Kuncinya : RUMAHKU SURGAKU
Kenapa Rasul mengatakan "hendaknya rumahmu cukup lapang untuk menampungmu" : betah di rumah adalah konsep parenting nabawiyah
Ngukur betah atau tidaknya : "safar itu sepenggal siksaan", kalau ANDA MENIKMATI TRAVELLING - kalau selesai urusanmu segera pulang, ada orang yg berlama lama di jalan karena di rumahnya tidak mendapatkannya

Para ibu terbantu tugasnya kalau tugas sebagai ISTRI BERJALAN BAIK, KARENA SUAMI SURGA ATAU NERAKA

🌸🌷Istri harus taat pada suami, apa batasan ketaatan itu? 
Jawaban : ketaatan pada suami itu mutlak, kita ga boleh taat kalau suami menyuruh bermaksiat
Selama menjadi istri harus taat
Sujud hanya pada Tuhan
Hanya ketika suami memerintah maksiat ini tidak boleh ditaati
Suami adalah kunci surga, ini yg memudahkan istri MENDIDIK ANAK
Mendidik anak tidak menggunakan KECERDASAN ISTRI, tapi sering seringlah MENITIP KE ALLAH

Peran dominan pertama ISTRI YANG BAIK BARU KEMUDIAN MENJADI IBU YG BAIK, SUAMI RIDHO KEPADA ISTRI INSYAALLAH KEBERKAHAN DI RUMAH dan SUAMI IKUT BAHAGIA DI RUMAH ITU 

Kalau orang bahagia TIDAK ADA LELAHNYA
Kalau bahagia dan barokah, suami bahagia dg pengabdian istrinya - suami ridha membantu istri dalam mendidik anak dan membantu pekerjaan istrinya di rumah

Kenapa harus jadi istri yang baik baru jadi ibu? INILAH KETELADANAN
Kalau ada dua kepentingan yg berbenturan antara suami dan istri, ternyata anak anak tahu, beda pendapat "anak anak akan menyimpulkan" ada sesuatu yg tidak kita ajarkan TAPI TERTANAM pada diri anak karena MELIHAT
Di situ posisi KETELADANAN kalau TELADAN BAIK itu akan tertanam, kalau buruk ini yg akan menjadi Masalah

Kadang ada hal yg harus direkayasa : masalah ketaatan, ketika istri taat kepada suaminya, anak perempuan akan memposisikan seperti ibunya.
🐞Lingkaran setan pangasuhan : laki laki tidak qowwamah, laki laki lemah, perempuannya menjadi Firaun. 

Perannya istri kalau menjalankan perannya dengan baik : inilah KETELADANAN AWAL

Rekayasa ketaatan diperlukan dalam berumahtangga

Pengajaran ga perlu dengan banyak berbicara tapi keteladanan

Peran istri tentang ketaatan : keteladanan, mendidik anak mudah sekali kalau peran sebagai istri SELESAI

Potret di dalam kisah nabi : Alquran menghadirkan kisah, mengapa istri nabi Muhammad tidak satu, keseluruhan istri nabi - merupakan potret surga, silakan kita bercermin, belajar tentang ummahatul mukminin, potret tertinggi bagi setiap musli

mah. Maksimal menjadi ISTRI harus dipelajari (QS. An Nisa ayat 34) wanita yang SALIHAH, Qanitat : Taat dan hafidzah :  menjaga (apalagi saat suami tidak di rumah, apa yg dijaga, menjaga dirinya sendiri)

Ketika Umar mendengar kabar istri merindukan suami, maka Umar mendatangi Hafsah, menanyakan berapa lama istri ditinggal suaminya : 4 bulan, sehingga di rolling tugas suaminya. 

Masalah pada istri akan mengimbas pada anak

Nabi mengatakan : "WANITA YANG TERBAIK dari para wanita yg ada di Arab, yg salih dari wanita QURAISY" kenapa? Karena mereka punya dua sifat :
1. Wanita Quraiys paling lembut dan sayang pada anak-anaknya terutama di usia kecil
Perempuan punya fitrah yg cinta pada anak anak
Ketika wanita tidak dekat dengan anak anaknya, tidak punya kelembutan, kalau Fitrahnya suci, dia tidak akan bisa pisah 24 jam dengan anak anaknya, menangislah ibu ketika melepas anaknya ke pesantren, fitrah wanita yg baik, perasaan yg besar daripada akalnya. 
Bukan laki laki lebih hebat drpd perempuan tapi perempuan memiliki tugas membutuhkan perasaan daripada logika. Ini sudah dibagi Allah. Keputusan berat bagian laki-laki. 

Catatan lanjutan (2)
IBU TELADAN TERBAIK :

Catatan sebelumnya (Sifat wanita Quraisy paling lembut dan sayang pada anak anaknya sewaktu kecil)
Perempuan memiliki fitrah yg suci - tidak bisa berpisah dengan anak 24 jam
Menangisi kepergian anak yg ke pesantren 

---------------------------------🌸🌷🌸----------------------------------
---------------------------------🌸🌷🌸----------------------------------

Allah memberikan perasaan yang lebih besar daripada laki-laki, tugas perempuan memerlukan perasaan daripada logika. Jangan dirusak pakem ini, laki laki penuh rasa, bukan berati laki laki tanpa rasa, tapi laki-laki bagiannya mengatasi masalah yg berat

Laki laki perlu diselimuti, dia boleh paling hebat, begitu pulang perlu kita selimuti, dahsyatnya peran wanita (Khadijah, kisah Rasulullah yang pertama kali menerima wahyu)

Para ISTRI yang memang ditunggu perannya oleh generasi, wanita Quraisy dipuji karena SANGAT LEMBUT, PENUH KASIH, khawatir ketika perempuan TERKIKIS PERASAANNYA. Perempuan tidak boleh jadi hakim menurut jumhur ulama, walaupun ada masalah perbedaan, hakim : duduk - kasus, perempuan menghadapi kasus yg mengiris hati, Islam punya aturan ketat terhadap hakim, karena khawatir perasaan perempuan TERKIKIS

Jika perasaan perempuan sering TERKIKIS, tidak ada hakim yg memutuskan berdasar perasaannya, hakim memutuskan sesuai dengan pasal, maka hal yg akan terjadi "DINGIN"
RASA itu mahal bagi seorang perempuan
Rasa itu harus dijaga
Sensitif itu MAHAL tapi untuk yg positif

Ahnahu alawaladin : anaknya siapa yg dia sayangi dan berlaku lembut padanya, anaknya siapa saja (pada bawaan anak suami pun dia bisa lembut, ini alasan Rasulullah memuji wanita Quraisy) 
Ahnahu alawaladin harus ada pada setiap ibu
Bukti bahwa anak masih kecil membutuhkan SENTUHAN IBU, BUNDA TAK TERGANTIKAN
SENTUHAN IBU PALING MAHAL dalam kisah orang-orang besar

Sifat wanita yg kedua
2. Mengurusi (Riayah) sangat menjaga, mengayomi, memelihara, semua hal dg begitu rapi terhadap SUAMI dalam kepemilikan SUAMINYA
Orangtua bagi laki-laki, tetap bertanggungjawab pada orangtuanya jangan merusak hubungan antara suami dan mertua
Jika mertua kita muliakan, suami akan makin cinta kepada istri
Dan perempuan memiliki tanggungjawab di rumah suaminya

Perempuan kalau sibuk di rumah maka dia akan kreatif
Rumah tempat pulang laki laki paling nyaman
Islam membagi tugas di mana sibuknya supaya saling melengkapi
Urusan rumah itu urusan ibu

Kisah yg dianggap sebagian orang inspiratif (suami selingkuh, kemudian istri ingin me jadi pacar dan melupakan tugasnya)ternyata menurut ust. Budi tidak inspiratif sama sekali, tidak sesuai dengan poin hadits

Sekian banyak kisah tentang Ibu, apa yang ibu lakukan 
Anak kecil merekam apa adanya keseharian kita, yg dilihat TV, medsos, ibu saingannya adalah Medsos

Ibu disampaikan 3 kali di atas ayah, begitu dominannya di mata anak
Karena apa yg dilakukan ibu 3x LEBIH MULIA DARIPADA AYAH
Sebagian ulama : QS. AL Ahqaf ayat

15, berbuat baik pada kedua orangtuanya, ibunya hamil, melahirkan dan menyusui. Bayi tambah kuat - tumbuh
Pembukaan ayat itu ; nakti kepada kedua orangtuanya bukan bakti kepada ibu saja, tapi yg disebut pada ayat itu disebut PERAN IBU maka suami harus ridha
Peran Istri : hamil, melahirkan, menyusui mendidik anak mulai dari NOL
Bagi yg punya anak kecil maka inilah harga yg harus dibayar : BERBAKTI 
Bayaran untuk seorang ibu untuk lebih dimuliakan seorang ayah
Perempuan lebih kuat daripada suami
Wanita dalam tiga PERAN INI tak tertandingi oleh laki-laki
Disinilah hebatnya perempuan dan Allah muliakan
Tanpa syariat perempuan tidak mau hamil
Dengan syariat hamil akan INDAH

🌷💟Tiga hal ini (hamil, melahirkan, menyusui) yg akan menjadi kenangan indah bagi anak anak kelak mereka dewasa🌷💟
bunda berhak minta hak bakti kepada Allah "Yaa Allah, beri aku bakti terhadap anak-anakku"

💌Potret ibu : rumus mendidik anak dengan izin Allah
QS. Al Imron ayat 35 Allah berfirman tentang Istri Imron, perannya dari hamil sampai melahirkan
Poin besarnya : VISI punya anak - baca lagi kisah nabi Zakaria - meminta kepada Allah sampai seperti taruhan, karena nabi Zakaria doanya pada tiga permintaan di surat yg berbeda beda, intinya minta anak : QS. Al Imron, berikan generasi yg baik, meminta generasi yg baik, QS. Maryam - aku ini takut generasi penggantiku ga ada, maka berikan aku generasi pelanjut yg bisa mewarisi aku dan merasi Ya'qub, penggantiku, QS Al Anbiya - YaAllah jangan biarkan aku sendirian dan Engkau sebaik baik yg memberikan
Kalau anak lahir - yg membuat dia layak memberikan kebaikan : orangtuanya
Kalau lahir dia akan saya buat anak salih, calon pengganti 

Kalau sudah diberikan anak : lakukan tugas sebaik mungkimn sebagai ORANGTUA, memberikan nama yg baik, memintakan kepada Allah perlindungan agar terlindung dari setan yg terkutuk

Ini semua poin melakukan sebaik baik tugas orangtua - jika semua dilakukan maka maka Rabbnya menerimanya dg penerimaan yg baik, Allah yg menumbuhkan dg pertumbuhan yg baik : Allah ridha dan menerima amal itu
MENDIDIK anak itu amal besar
Allah ridha dengan yg kita lakukan, Buat Allah senang - BUAT VISI YANG JELAS MENDIDIK ANAK
Visinya detail - jalankan tugas sebaik baiknya maka allah terima amal mendidiknya 

Kalau sudah  Allah terima Amal didikan ; maka efeknya Allah yang mengambil Alih pendidikan

Catatan lanjutan (3): 

Amal kita baik dan ambil alih, maka Allah yg akan membantu kita mendidik anak
Efek selanjutnya Zakaria mengasuh - Maryam lahir yatim, sang bunda mendidik sendirian, ada dua single parent : suaminya meninggal dan suaminya tidak meninggal tapi tidak ikut mendidik anaknya

Kekurangan dalam pendidikan maka Allah akan tambal kekurangan kita

Setiap Zakaria masuk ke mihrabnya Maryam Zakaria selalu melihat makanan yg tidak ada pada musimnya tapi ada di sisi Maryam, kemudian nabi Zakaria bertanya dari mana makanan ini datang? Makanan ini dari Allah, sesungguhnya Allah memberikan rezeki kepada siapapun tanpa dihitung hitung

Kalau Allah ridha, maka akan lahir keajaiban pada anak didik kita
Kemudian nabi Zakaria meminta keturunan

🌷💟Kalau Allah ridha - Allah tambal kekurangan kita - Allah berikan anak yg salih - kemudian pendidiknya pun Allah berikan berbagai kemudahan💟🌷

🎁Potret kedua : Ibu Musa QS Al Qashas ayat 7 
Susuilah anakmu : tapi th itu siapapun yg melahirkan anak laki-laki, anaknya dibunuh. Ternyata apa yg Allah berikan perintah menyusui : MENYUSUI : Allah berikan ketenangan

Kalau kami masih takut, larunglah dia di sungai
Kalau ibu khawatir ; seharusnya dipeluk, tapi malah diperintah dilepas
Maksudnya : makin takut makin disuruh di lepas sama Allah
Kalau ini adalah perintah Allah maka tidak usah ditawar tawar
JALANI PERINTAH ALLAH DAN INI KETELADANAN YANG LUAR BIASA
QS. At Tahrim : ciri wanita yang layak jadi istri, muslimat, mukminat, taibat (ahli taubat), qanitat (taat), abidat ahli ibadah, saihat (ahli puasa), janda atau gadis

Dan janganlah kamu takut dan jangan sedih, KALAU PUNYA BAYI JANGAN TAKUT DAN SEDIH, anak anak BUTUH BAHAGIA ibunya

Tawakal : kisah Hajar di Mekkah p

ertama kali padang pasir yg tidak ada kehidupan, belajar tawakal : belajar pada bunda Hajar, setawakal bunda Hajar untuk melahirkan Ismail
Kata kuncinya Tawakalnya bunda Hajar : mengubah cara pandangnya apakah Allah yg memerintahkanmu? Silakan pergi 
Tawakal : ketika kita bersandarnya kepada Allah, kalau kita bersandar pada yg punya maka tidak akan kita disiakan

Dunia boleh jungkir balik tapi kita harus tetap TAWAKAL kepada Allah

Hati bunda nabi Musa ; HATI KOSONG saat nabi musa dilarung ke sungai
Orang sedih ga tahu harus melakukan apa, linglung. Bayi merah baru lahir harus dilarung, siapa yg tak sedih. Nyaris saja sang ibu ini membongkar siapa bayi ini, kalau sedih ga boleh curhat bebas, nyeracau update status tapi ceritakan pada orang yg bisa dipercaya dan paham ilmu
Nyaris saja perasaan beliau, andai tidak kami ikat hati ibunya, supaya mulutnya juga tertutup
Kemudian ibunya berkata kepada saudarinya Musa - ikuti adikmu - dia mengikuti tapi tidak boleh ketahuan, tentu ini adalah anak cerdas yg paham dengan perintah ibunya

Ketika bayi itu sampai di istana Firaun - maka bayi itu diambil dan dicarikan ibu susu - kakanya nabi Musa memberitahu keluarga yg bisa menyusui

Jika taat pada perintah Allah kelihatan awalnya susah, tapi ketika dijalani seperti kisah ibunya nabi Musa - anaknya selamat - tidak dibunuh - disusui dan mendapat gaji dari negara

Kisah Istri Rasulullah 

🌸🌷Tentang Khadijah radiallahu anha🌷🌸
Poin 1 : Janda yang mendapat gelar WANITA SUCI, di masa jahiliyah gelarnya wanita suci, selalu itu menjadi kunci : KETAKWAAN KITA sebagai orangtua ADALAH PENJAGAAN BUAT ANAK ANAK KITA, AlKahfi ayat 82, anak yatim yg rumahnya dibangun dua nabi, jawabannya ayah anak tersebut SALIH
Jadilah IBU YG SALIHAH
Khadijah sampai mendapat gelar wanita suci
Putra putri Khadijah (6 orang) semua anak perempuan Rasulullah luar biasa, kalau anak sampai sehebat itu, Fatimah tidak terlahir tiba tiba, ada Khadijah yg melahirkannya

Kalau sampai ada karyawan menikahi bigbossnya, karyawannya laki laki, hartanya lebih banyak big bossnya, ini tentu pelajaran mahal, keluarga yg punya potensi masalah tapi itu tidak terjadi : bagaimana kalau gaji istri lebih tinggi daripada gaji suami?

Urusan harta dan nafkah di rumahtangga urusan suami : QS An Nisa ayat 34, perempuan tidak diberikan tugas menafkahi rumahtangga, perempuan mempunyai tugas berat di rumah tapi apakah perempuan boleh mempunyai penghasilan. Boleh. Buktinya Khadijah, anaknya 6, bisnis jalan terus, Khadijah di rumah, amanah anak jauh lebih besar daripada bisnis, harus ini dulu yg ditanam

Hari ini ada kesalahan : perempuan dilibatkan dengan sengaja dalam menafkahi rumahtangga
Perempuan yg disibukkan dg pekerjaan rumah yg tiada habisnya ga kebayang kalau dia harus bekerja, yg jadi masalah kalau dipaksa ikut, kalau perempuan mau bantu menjadi amal salihnya perempuan
Ketika perempuan punya penghasilan dan tdak perlu penghasilan suami
Suami juga salah, suami merasa istri sudah punya penghasilan, awalnya bagus, kalau melanggar syariat tidak ada yg bagus, ketika perempuan punya penghasilan yg lebih besar kemudian dia membayar semua kebutuhan rumahtangga, ini bisa terjadi SAYA GA BUTUH SUAMI, KAN SEMUANYA YG MENAFKAHI AKU, BAHAYANYA MELANGGAR SYARIAT
Bagaimana satu rumah perempuan ga butuh suami
Fitrah perempuan menerima
Disinilah hebatnya Khadijah, menikah dengan karyawannya

Solusinya : bunda Khadijah - menyerahkan segala bisnisnya kepada suaminya. Otomatis uang belanja diterima oleh bunda Khadijah. Jika kita memiliki penghasilan jangan lupa untuk meminta hak istri - jatah bulanan. 
Bunda Khadijah melakukan itu di awal menikah karena kesetaraan itu penting
Kesetaraan agama itu penting, muslim dg muslimah, salih dengan salihah, kalau tidak setara maka siksaan batin sendiri

Khadijah radiallahuanha ; Jibril datang ke nabi Muhammad saat itu kedatangannya istimewa, urusan rumah, makan minum masakan ibu dg khadimat itu beda, menyuguhkan teh buatan istri itu luar biasa, laki laki hebat sangat merindukan istri membuatkan minuman, mohon dijaga betul urusan Dapur
Jibril memberitahu Nabi bahw

a Khadijah akan datang membawa makanan/minuman : Muhammad ketika dia datang sampaikan salam dari Allah dan dariku, sampaikan padanya Allah menjamin kepadanya sebuah rumah di surga, istananya Khadijah di surga : mutiara yg dilubangi, tidak ada kegaduhan di sana dan tidak ada kelelahan di sana
Kita perhatikan : kita capek di dapur, maka dihibur kelelahanmu akan dibayar Allah ketika di surga, ada bayarannya
Kalau rumah surgawi : TIDAK ADA KEGADUHAN DI DALAMNYA, tidak ada kelelahan jiwa maupun hati

💟Dua tolak ukur rumah surgawi : tidak ada kegaduhan dan kelelahan
Sehingga di bawah naungan bunda seperti itu lahir anak anak hebat, Khadijah cerdas : ketika suami datang jangan dicecar dengan pertanyaan💟
Semua yg dilakukan kita akan dilihat anak
Tidak mungkin Allah merendahakanmu suamimu karena kamu orang yg rajin silaturhim, membantu orang lain, suami tenang punya istri yg mendukung, kemudian ketakutan nabi mulai reda, dan Khadijah memberikan solusi - pergi ke Waraqoh

Khadijah istri yg istimewa dalam mendidik anak

Kesimpulan : 
💌Urusan mendidik, ibu mendidik anaknya bermula dari posisi istri yg baik
💌Kesalihan seorang ibu itu yg menjaga anak anaknya
💌Ternyata kemuliaan wanita Quraisy bisa melibatkan anak anak untuk merapikan rumah, itu amal besar di hadits yg mengatakan bahwa wanita Quraisy lembut dan kasih sayang, inilah keteladan luar biasa kepada anak anak, mereka tahu bagamana memperlakukan anak anak
💌Meriayah rumah dalam program memperindah urusan rumah
💌Apa saja yg perlu dicontohkan ibu terhadap ayah, memposisikan sang ayah sebagai qowwamah di rumahnya, anaknya dicontohkan mentaati ayah ya, jangan DIAJARI MELAWAN AYAH ATAU MEMBOHONGI AYAHNYA, KITA BOLEH MARAH KEPADA SUAMI JANGAN TULARKAN KEBEMCIAN KEPADA ANAK. Kalau kita terbiasa berbohong maka kita yg akan dibohongi anak. 
JANGAN SAMPAI MENJATUHKAN IZZAH AYAH di hadapan anak anak
💌 Tugas yg seharusnya kecil, SOSIALITA dikecilkan, perannya perempuan kecil dalam bidang sosial
💌Ibu harus belajar setiap fase yg dilewati anak, di setiap jenjangnya kita harus tahu, semua berhubungan dg keteladanan QS. An Nisa ayat 4 - 5, harta yg diberikan kepada anak, itu dalam islam ada ukuran, usia rusyda, petunjuk yg dimulai dari akal. Orang hidup jangan mubadzir, karena mubadzir disukai setan/temannya setan. Contoh : Punya tas sekadarnya, kalau kita ingin anak rajin salat, kita duluan, kalau ingin anak hemat, kita duluan, kita tahu kebaikan tidak dapat secepat anak anak melakukannya. 
Program harian harus ayah yg memimpin, ibunya yg mengawal

Ayahnya sibuk banged : salat subuh bangun masih cukup waktu sampai anak anak berangkat sekolah, duduk bersama anak anak, Umar bin Abdul Aziz kesibukannya luar biasa, tapi beliau sempatkan ngumpulin 17 anaknya di hari libur, memimpin dg meminta anaknya membaca Alquran, semua yg dilakukan akan menjadi keteladanan yg luar biasa

Imam Syafii: ketika beliau menasehati guru anaknya Harun Arrasyid, "perbaiki dirimu sebelum memperbaiki anak anakmu, karena matanya anak terikat di matamu" apa yg kamu lihat mereka ikut melihat
Keteladan : kita dulu yg melakukan
Ibadah harus karena Allah

Ibunya sedang baca buku
Anak akan suka baca buku
Ibunya rajin salat
Maka anak akan meneladaninya
Semua kebaikan dilihat anak

📚📖📗Rumus KETELADANAN anak suka baca buku : contoh: orangtuanya sibuk baca buku , sediakan buku untuk mereka, hilangkan semua yg mengganggu proses membaca, akhirnya anak asyik membaca buku

Sehingga jangan sampai anak melihat kita asyik menghabiskan umur yg sia-sia
Kalau ini tema keteladanan kita berhasil maka kita akan mudah membahas hal berikutnya, misal bahas tentang hemat.

#IbuTeladanTerbaik

Metode Pendidikan Yang Berpengaruh Pada Anak (Bagian 6)

🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Bedah Buku
Tarbiyatul Aulad Fil Islam

Karya Abdullah Nashih Ulwan 

Bab 3 Pasal 1

Metode Pendidikan Yang Berpengaruh Pada Anak (Bagian 6)

🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Ali tidak akan pernah lupa, bahwa dia pernah
semalaman tidur di teras rumah beralaskan sajadah, karena hukuman dari ayahnya. Sejak saat itu, dia akan berusaha untuk pulang tepat waktu dan selalu berpamitan kemanapun dia pergi.

Ceritanya, malam itu dia pergi dengan teman-temannya dan lupa berpamitan, hapenya tdk bisa dihubungi karena mati. Di rumah, ibunya dapat telepon dari penipu
yang mengabarkan Ali kecelakaan, dan melayanglah uang 5
juta rupiah, dan karena Ali tak kunjung pulang, akhirnya vertigo ibunya kambuh, dan tiba-tiba pingsan. 

Ayah Ali tiba di saat yang tepat, dan memahami duduk perkaranya. Maka
ketika Ali pulang, Ayahnya memberinya hukuman. Tanpa
marah, ayahnya hanya berkata sambil memberinya sajadah,
"Tetaplahlah di teras, renungi kesalahanmu, dan minta ampun pada Allah. Besok pagi, kamu baru boleh minta maaf
pada ibumu, yang sudah kau buat sengsara hari ini".

🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Anak-anak akan melakukan kesalahan dalam hidupnya, dan tentu saja kita tidak boleh ”abai”, harus memberikan “suatu” respon agar anak paham bahwa dia salah, agar anak sadar bahwa kesalahan tidak boleh diulangi.

Inilah bahasan Syaikh Ulwan berikutnya, metode mendidik
dengan memberikan hukuman. Syaikh Ulwan menyatakan bahwa di dalam syariat agama telah meletakkan aturan hukuman untuk mencegah adanya pelanggaran, juga dalam rangka menjaga agama,
menjaga jiwa, menjaga kehormatan, dan juga menjaga akal serta harta benda.

🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Di dalam mendidik anak pun, perlu penerapan
hukuman, meskipun tata caranya akan berbeda dengan hukuman yang berlaku dalam tata cara negara atau hukum 
fiqih yang sudah ditetapkan secara baku. 

Hukuman dalam
rangka mendidik anak, harus mengandung dasar sebab:
• Dasar dari menghukum anak adalah sikap lemah
lembut dan kasih sayang.
• Hukuman hanya berlaku pada anak yang melakukan kesalahan.
• Hukuman hanya boleh dilakukan secara bertahap dari yang paling ringan hingga nanti yang paling berat.

🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Berikut ini beberapa jenis hukuman dalam rangka
mendidik anak, yang diambil dari contoh sikap Rasulullah:

1. Tahapan awal dalam merespon kesalahan anak adalah memberikan pengarahan, artinya
mendahulukan metode nasihat sebelum memilih
hukuman.

2. Menunjukkan kesalahan anak dengan ramah walaupun anak-anak bersalah, kita tidak layak untuk memaki, mencaci atau berkata kasar pada anak. Tetap beritahukan kesalahan mereka dengan bahasa yang lemah lembut.

3. Menunjukkan kesalahan anak dengan
menampakkan isyarat atau bahasa tubuh tertentu. Untuk beberapa anak, bahasa tubuh
lebih berkesan dan membekas dihati untuk
dijadikan pengingat bila telah melakukan kesalahan.

4. Menunjukkan kesalahan anak dengan ucapan yang tegas, terkadang anak membuat kesalahan yang serius dan kita perlu merespon dengan serius juga, dimana ucapan yang tegas dan ancaman tentang dosa yang akan ditanggung jika perilaku itu diteruskan, sangat perlu untuk disampaikan.

5. Menunjukkan kesalahan dengan tidak berbicara dengan yang bersangkutan. Kadangkala anakanak melakukan kesalahan serius dan untuk
mengingatkan kita perlu bersikap “diam” seolah-olah memutuskan hubungan sejenak agar yang berbuat salah, paham ini adalah sesuatu yang serius.

6. Menunjukkan kesalahan dengan memukul. Ini adalah bentuk hukuman yang terberat bagi anak,
tidak perlu digunakan jika cara-cara yang lebih
ringan sudah cukup membuat anak menyadari kesalahannya.

🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

 Hukuman pukulan diberlakukan
pada anak hanya jika cara-cara yang sebelumnya
sudah dicoba dan tidak membuat anak sadar atas kesalahan yang telah ia lakukan.

Karena hukuman pukulan agak sensitif, ada beberapa tata
cara yang harus diperhatikan:
• Tindakan memukul hanya dilakukan stelah cara-cara lain yang lebih ringan sudah ditempuh
• Memukul anak hanya yang sudah berusia lebih dari 10 tahun.
• Tidak memukul anak untuk kesalahan yang terjadi pertama kali, artinya anak diberi kesempatan untuk
memperbaiki diri.
• Hukuman memukul harus dilaksanakan orangtua sendiri, tidak boleh diwakilkan kepada saudara atau teman anak, agar tidak timbul kebencian.
• Tidak memukul anak dalam kondisi marah, karena “marah” yang akan diingat anak, bukan rasa “jera” yang didapat.
• Ketika memukul, hendaknya menghindari bagian peka seperti kepala, muka, dada, dan perut.
• Pukulan tidak perlu terlalu keras dan cukup
maksimal sampai 3 kali saja. 

🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Sebagian anak yang sering dihukum atau dipukul oleh orangtuanya di masa kecil menyimpan amarah dan kebencian pada orangtunya. Sepertinya anak-anak ini, dihukum atau dipukul dengan cara yang tidak
tepat. Mungkin waktu memukul sambil marah, mungkin waktu menghukum sambil ngomel atau berkata kasar pada anak, mungkin waktu menghukum sampai melukai perasaan
anak. Maka kita memang harus berpikir dengan jernih ketika
akan mengambil keputusan untuk menghukum anak. Tidak
boleh buru-buru, grusa-grusu, tidak dalam kondisi emosioanal
atau marah, ini yang tidak mudah.

🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Metode Pendidikan Yang Berpengaruh Pada Anak

🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Bedah Buku Tarbiyatul Aulad Fil Islam

Karya Abdullah Syaikh Ulwan
Bab 3 Pasal 1
Metode Pendidikan Yang Berpengaruh Pada Anak
(Bagian 5)

🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Seorang anak begitu kumal, ingusnya meleleh lalu mengering, duduk di pinggir lapangan menjelang maghrib, masih pakai seragam SD pula. Yang terlintas jelas adalah anak ini kurang perhatian orangtuanya, harusnya jam segini sudah mandi, bersih dan ada di dalam rumah. Seorang remaja duduk di pojok warung kopi free wifi, fokus dengan gawainya, sendirian, jam 10 malam, dan masih dengan seragam SMAnya.

 Jelaslah juga anak ini enggan pulang ke rumah, entah karena sepi, atau sudah muak untuk dimarahi atau lelah karena tidak dipedulikan. 

Mari kita perhatikan satu kata yang sederhana tapi begitu bearti untuk anak, perhatian. Inilah pembahasan Syaikh Ulwan berikutnya, betapa berpengaruhnya metode pendidikan dengan memberi perhatian pada anak. 

🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Syaikh Ulwan menyatakan bahwa perhatian orangtua pada anak adalah modal dasar yang kokoh dalam pembentukan manusia seutuhnya dan memberikan perhatian pada anak adalah kewajiban orangtua. 

• Pertama, perhatian orangtua haruslah meliputi berbagai aspek perkembangan anak. Mulai dari aspek keimanan, moral, jasmani, mental, intelelektual, dan sosial anak. 

• Kedua, perhatian artinya orangtua selalu bertanya pada anak, juga mencari informasi dari berbagai sumber tentang sejauh mana perkembangan anak di aspek tersebut. 

• Ketiga, perhatian juga berarti mengawasi dan mengontrol sejauh mana anak masih sesuai dengan nilai-nilai pendidikan yang kita tanamkan dan jika terjadi penyimpangan, kita wajib bersegera mengingatkan. Tentu saja cara mengingatkan yang dapat diterima anak adalah dengan kalimat yang lemah lembut dan mengandung sikap memahami perasaan anak. 

Inilah salah satu metode penting dalam mendidik anak, perhatian. Tanpa memberi perhatian, kita tidak akan mampu masuk ke dalam jiwa anak-anak kita. 

Semoga kita terus diberi kesabaran untuk terus memberi perhatian pada anak-anak kita

🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Pendidikan dengan Perhatian


🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Bedah Buku Tarbiyatul Aulad Fil Islam
Karya Abdullah Syaikh Ulwan
Bab 3 Pasal 1
Metode Pendidikan yang Berpengaruh Terhadap Anak
(Bagian 4 :  Pendidikan Dengan Perhatian/Pengawasan)

🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Seorang anak jalanan di tangkap polisi karena kedapatan mencopet. Pak polisi bertanya, buat apa mencopet. Si anak menjawab menjawab dengan asal,ya buat makan pak. Pak polisi berkata, “Kamu tahu kan mencopet itu bisa dipenjara, mau kamu dipenjara”. Si anak menjawab, “Tahu pak, temen saya sudah ketangkep, dan sekarang ada di penjara anak-anak. Kalau di penjara enak, saya mau kesana”. 

Pak polisi geleng-geleng, mendekat ke anak, memegang kepalanya, mengelus rambutnya, sambalberkata. “Di penjara itu tidak enak, tidak bebas, tidak boleh keluar-keluar, tidak bisa ketemu keluarga. Pasti enak di rumah”. Si anak kemudian menangis, “Rumah saya cuma gubuk kardus, ibu saya sudah pergi entah kemana, bapak saya tiap hari minumminum, tidak ada yang perhatian. Saya mencopet, bapak saya juga mungkin tidak peduli. Percuma juga pulang”. Pak polisi hanya bisa ikut menangis sambal memeluk anak itu. 

Sesungguhnya, pengawasan dan perhatian adalah bentuk kasih sayang orangtua juga. Saat anak mendapat perhatian dan pengawasan, saat itu pula lah kasih sayang tercurah. Ketika orangtua sudah tidak lagi memperhatikan atau mengawasi perkembangan anak, bisa jadi rasa sayang itu sudah terkikis dari hati orangtua. Ketika orangtua sudah membiarkan anak semaunya sendiri, bisa jadi sudah tidak ada perhatian untuk anak, dan di situlah proses pendidikan anak menjadi terhenti.

🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Pendidikan Dengan Perhatian/Pengawasan. Perhatian orangtua yang dimaksud adalah mengikuti perkembangan anak dan mengawasinya dalam pembentukan aqidah, akhlaq, mental dan sosialnya. Mendidik dengan memberi perhatian dan melakukan pengawasan adalah salah satu asas terkuat dalam membentuk manusia yang seimbang, yang memberikan hak sesuai porsinya dan mengemban semua tanggung jawab yang dipikulnya. 

🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Islam dengan prinsip yang holistik mendorong orangtua untuk memperhatikan dan mengawasi anakanaknya. Salah satu bagian Qur’an yang tegas menyatakan adalah Surat At Tahrimayat 6 tentang kewajiban memelihara diri dan keluarga dari api neraka. Orangtua melakukan ini dengan cara memerintahkan kebaikan dan melarang kejelekan, dan mengawasi keadaan keluarga. Ketika orangtua mendapati anak melakukan kebaikan maka orangtua harus berterimakasih atau memberikan apresiasi, sedangkan ketika anak lalai, dan melakukan dosa maka orangtua wajib menegur anak. Perhatian dan pengawasan adalah suatu yang utama dalam proses Pendidikan. Dengan melakukan hal tersebut, anak selalu dalam pantauan orangtua, mulai gerak-deriknya, perkataan, perbuatan, sampai orientasi dan kecenderungannya. Jika orangtua lalai atau pura-pura tidaktahu perkembangan anak, maka dipastikan anak akan mengarah pada penyimpangan. 

Secara umum, anak dalam keadaan fitrah dan memiliki kecenderungan baik sehingga mudah untuk dibentuk keimanan, akhlaq dan mentalnya. Dengan catatan anak berada dalam lingkungan yang baik, dan kondusif untuk pendidikan. Perhatian dan pengawasan orangtua pada aspek keimanan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Orangtua memperhatikan apa yang telah di dapat anak di luar rumah, berupa prinsip, pemikiran, keyakinan dari proses sekolah atau pergaulan, kemudian memeriksa apakah hal tersebut baik, jika tidak baik maka orangtua harus meluruskan. Orangtua perlu memperhatikan konsumsi informasi atau bacaan anak, dan memblokir akses informasi yang bisa merusak aqidah, kemudian melakukan dialog dengan anak sampai puas agar anak paham alasannya. Orangtua perlu memperhatikan siapa saja yang menjadi teman anak, karena akan membawa pengaruh keimanan, termasuk mengawasi organisasi atau perkumpulan apa saja yang diikuti oleh anak. Semua ini adalah bagian pendidikan anak. 

🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Perhatian dan pengawasan orangtua pada aspek akhlaq dapat dilakukan dengan beberapa cara. Orangtua hendaknya memperhatikan kejujuran anak, karena jika abai anak akan menjadi pembohong. Orangtua memperhatikan sikap amanah dalam diri anak. Jika mendapati anak mengambil hak orang lain walaupun kecil, harus segera diingatkan bahwa segala sesuatu dalam pengawasan Allah. 

Orangtua perlu memperhatikan anak dalam menjaga lisan, setiap mendapati anak berkata kotor harus segera mengingatkan. Memperhatikan hal-hal yang disenangi atau menjadi minat anak, dan Ketika menemukan minat terhadap hal-hal tidak baik seperti lagu vulgar, dandanan tidak tepat, tontonan pornografi, perlu segera ditindak, baik berupa peringatan, ancaman, dan hukuman secara proposional. Perhatian dan pengawasan orangtua pada aspek pengetahuan dapat dilakukan dengan beberapa cara. 

Orangtua wajib memperhatikan apakah anak sudah mempelajari pengetahuan wajib seperti membaca Quran, hukum ibadah dan hukum fiqih halal-haram, jangan sampai upaya mempelajari ilmu fardhu kifayah seperti ilmu profesi mengalahkan mencari ilmu wajib. Orangtua menyediakan sarana belajar yang memadai bagi anak. Orangtua juga perlu memperhatikan kesehatan pikiran dan mental anak. Perhatian dan pengawasan orangtua harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk di dalamnya aspek jasmani, mental kepribadian, interaksi sosial anak. Sungguh luas dan mendalam tanggung jawab mendidik anak ini.

🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Paragraf 6 bagian 4.
Secara umum anak dalam keadaan fitrah dan memiliki kecenderunhan baik sehingga mudah dibentuk keimanan, akhlak dan mentalnya....(dengan syarat dan ketentuan) 
Fitrah itu potensi
@fitrah keimanan= potensi iman.
Kalau imannya muncul terbentuk disebut modalitas iman.
Dengan potensi dan modalitas iman itu bisa mencapai surga Allah SWT.
Surga Allah SWT itulah tujuan jangka panjangnya.

Semoga bermanfaat 😇

Pendidikan dengan Nasihat

Bedah Buku Tarbiyatul Aulad Fil Islam Karya Abdullah Syaikh Ulwan
🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳
Bab 3 Pasal 1
Metode Pendidikan yang Berpengaruh Terhadap Anak
(Bagian 3 :  Pendidikan Dengan Nasihat)

🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳 

Kamu itu ya, kalau dinasihati orangtua, bisa njawab aja, bisanya mbantah aja. Ngerti enggak jadi anak. Jangan ngejawab terus”, sebuah kalimat penuh nada marah diucapkan oleh orangtua pada anaknya. Si anak kemudian hanya menunduk, dan jelas memendam rasa marah dalam hati. 

Orangtua yang bermaksud menasihati, tapi tidak akan sampai makna nasihatnya dengan cara seperti ini. Anak akan refleks menolak apapun yang dikatakan orangtua, walaupun jika nasihatnya itu benar. Sungguh menasihati itu adalah seni berkomunikasi dengan anak, kita harus banyak belajar. 

🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Syaikh Ulwan menyatakan bahwa mendidik dengan nasihat adalah metode yang efektif untuk membentuk keimanan anak, akhlaq, mental, dan sosialnya.

Nasihat memiliki pengaruh yang besar untuk membuat anak mengerti tentang hakikat sesuatu dan membangun kesadaran anak tentang prinsip Islam. Oleh karena itu, ayatayat Qur’an memuat secara berulang-ulang berbagai macam hal tentang nasihat. Ayat-ayat nasihat ini adalah cara untuk melakukan perbaikan individu maupun kelompok.

Beberapa ayat Quran memuat nasihat antara lain, menngingatkan ketakwaan, peringatan, wejangan, anjuran mengikuti jalan yang lurus, memberikan semangat, dan juga menyampaikan ancaman. 

Nasihat di dalam Al Qur’an memiliki fungsi dalam mendidik jiwa dalam kebaikan dan mengarahkannya pada kebenaran. 

Berikut ini adalah tiga jenis bahasa Qur’an dalam memberi nasihat, yang dapat kita terapkan saat mendidik anak. 

Pertama, seruan persuasif yang disertai pengambilan hati. Gaya bahasa jenis ini memiliki sugesti yang kuat terhadap perasaan dan hati, Qur’an mengajak bicara hati manusia dan akalnya dengan perbedaan karakter, jenis, dan tingkat sosial. Misalnya Ketika menasihati anak dan perempuan, tentunya perlu dengan bahasa yang berbeda. Ketika kita ingin menyentuh hati anak, maka jenis nasihat yang persuasif ini perlu kita pilih. Contoh bahasa persuasif dalam Qur’an adalah dialog Luqman dengan anaknya di surat Luqman. 

Kedua, gaya bahasa kisah yang disertai nasihat. Jenis nasihat ini memiliki pengaruh terhadap jiwa, kesan terhadap pikiran, dan argument yang logis. Al Qur’an mengulang-ulang banyak kisah yang di dalamnya terdapat berbagai macam nasihat. Ketika kita ingin membangun logika berpikir anak, maka nasihat dalam bentuk penyampaian kisah-kisah ini sangat sesuai dengan tujuan tersebut. 

Ketiga, gaya behasa pengarahan yang mengandung nasihat. Ayat-ayat Al Qur’an banyak mengandung pesan-pesan dan teks-teks yang disertai nasihat untuk memberi pengarahan kepada yang membaca. Arahan tersebut berisi perihal yang bermanfaat untuk dirinya dalam urusan agama, dunia, dan akhiratnya. 

🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Setidaknya, ada empat jenis bahasa pengarahan dalam Qur’an. 

Pertama, pengarahan yang disertai penegasan, biasanya terdapat kalimat penutup “Sesungguhnya pada yang demikian itu…”, ini merupakan nasihat penegasan bahwa hal yang dijelaskan sangat penting untuk diperhatikan. 

Kedua, pengarahan yang disertai pertanyaan pengingkaran, biasa menggunakan kalimat penutup semacam “Maka apakah kamu tidak memperhatikan”, ini merupakan jenis nasihat yang banyak mengajak pada perenungan untuk meningkatkan kesadaran.
 
Ketiga, pengarahan yang disertai penjelasan Islam yang holistik, misalnya “Dan Kami turunkan kepadamu kitab untuk menjelaskan segala sesuatu”. 

Keempat, pengarahan Al-Qur’an yang disertai kaidah hukum. Orangtua dapat mempertimbangkan berbagai macam gaya bahasa ini untuk menasihati anak.

🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Rasulullah sebagai teladan utama juga memberikan banyak contoh dalam menasihati. Berikut ini beberapa variasi cara beliau dalam memberi nasihat. 
• Menasihati sambil berkisah 
• Menasihati dengan melakukan dialog (tanya-jawab) 
• Memulai nasihat dengan sumpah atas nama Allah SWT
• Menyisipkan canda dalam penyampaian nasihat 
• Mengatur jarak waktu pemberian nasihat agar tidak bosan atau jenuh. 
• Membuat nasihat dengan penuh perasaan sehingga dapat menguasai hati yang mendengar 
• Menyampaikan nasihat dengan memberi contoh 
• Menyampaikan nasihat dengan peragaan tangan 
• Menyampaikan nasihat melalui media gambar dan penjelasan 
• Menyampaikan nasihat dengan praktik
• Menyampaikan nasihat dengan memanfaatkan momen atau kesempatan 
• Menyampaikan nasihat dengan beralih kepada yang paling penting 
• Menyampaikan nasihat dengan menunjukkan perkara yang diharamkan.

🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Demikian banyak variasi nasihat yang dilakukan Rasulullah, sedangkan kita sebagai orangtua kadang tidak sabar dan menganggap memarahi anak sudah menjadi sebuah proses menasihati. Sungguh, kita harus banyak belajar cara memberi nasihat dengan tepat.

🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳
Paragraf ke  6, kita perhatikan. Nasihat dalam Al Qur'an memiliki fungsi dalam mendidik jiwa dalam kebaikan dan mengarahkan pada kebenaran

Kemudia paragraf 7. Tiga jenis bahasa Qur'an dalam memberi nasehat:
1. Persuasif yang disertai pengambilan hati. Dalam rangka ambil hati maka beda gaya bicara terhadap anak lelaki dan perempuan. 
2. Gaya bahasa berkisah dan pengulangan
3. Gaya bahasa pengarahan.

Ke-3 hal itu adalah penyampaian nasehat (pesan) tapi diperkuat oleh kesan: ambil hati, berkisah, mengarah.

Semoga bermanfaat 😇

TENTANG KEUTAMAAN MEMPELAJARI AL QURAN

Dari Abu Abdurrahman As-Sulami, dari Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,“Sesungguhnya orang yang paling utama di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Pada suatu saat ketika sedang berada di medan jihad, sahabat Hudzaifah Ibnul Yaman pernah mendengar perselisihan tentang bacaan Al Quran, padahal memang Al Quran Allah turunkan dengan 7 macam bacaan. Dalam sebuah hadits disebutkan : “Al Quran diturunkan dengan 7 huruf, barangsiapa membacanya demikian, maka seperti membaca sebagaimana yang Allah turunkan kepada Rasulullah”.

Abdurrahman bin Abdul Qari’ bahwa dia berkata, Umar bin Khathab ra. berkata; “Aku mendengar Hisyam bin Hakim bin Hizam membaca surah Al-Furqan dengan cara yang berbeda dari yang aku baca sebagaimana Rasulullah saw. membacakannya kepadaku dan hampir saja aku mau bertindak terhadapnya, namun aku biarkan sejenak hingga dia selesai membaca. Setelah itu aku ikat dia dengan kainku lalu aku giring dia menghadap Rasulullah saw. dan aku katakan: “Aku mendengar dia membaca Al-Qur’an tidak sama dengan aku sebagaimana engkau membacakannya kepadaku”. Maka, beliau berkata kepadaku: “Bawalah dia kemari”. Kemudian beliau berkata, kepadanya: “Bacalah”. Maka dia pun membaca. Beliau kemudian bersabda: “Begitulah memang yang diturunkan”. Kemudian beliau berkata kepadaku: “Bacalah”. Maka, aku membaca. Beliau bersabda: “Begitulah memang yang diturunkan. Sesungguhnya Al-Qur’an diturunkan dengan tujuh dialek (qira’ah sab’ah), maka bacalah oleh kalian (qira’ah) mana yang mudah”. (HR. Bukhari)

Karena perselisihan-perselisihan tsb, Hudzaifah memberi usulan kepada Khalifah Utsman Bin Affan agar ummat tidak semakin terpecah. Terbentuklah tim pengumpulan Al Quran yang diketuai Zaid bin  Tsabit . Dan hadirlah 6 mushaf Al Quran, satu disimpan di Madinan, dan 5 lainnya dikirim ke Makkah, Syam, Kuffah, Basrah, dan Yaman. Tiap mushaf, dikirim pula seorang muqri nya, seperti Abu Abdurrahman As Sulami yang diutus untuk mengajarkan Quran di Kuffah selama 40 tahun.

Para ulama bersepakat bahwa Rosm Utsmani tidak boleh diubah. Dan setelah pembukuan itu, orang-orang yang memiliki mushaf pribadi harus membakarnya dan hanya menggunakan mushaf resmi, agar tidak ada lagi perdebatan.

Dari Abdullah bin Mas’ud  RA Nabi SAW bersabda :
” Al Quran adalah hidangan Allah. Pelajarilah apa yang bisa kau pelajari. Al Quran adalah tali Allah,cahaya yang terang dan obat yang mujarab, pelindung bagi orang yang berpegang dengannya, penyelamat bagi orang yang mengikutnya. Al Quran tidak bengkok, tidak menyimpang, tidak habis keajaibannya. Bacalah kerana Allah akan memberikan pahala,  setiap satu huruf sepuluh pahala. Aku tidak katakan alim Laam Miim sebagai satu huruf tetapi alif satu huruf dan Laam satu huruf serta miim satu huruf. ” ( HR al Hakim).

Dari Uqbah bin Amir RA, ia menceritakan, “Rasulullah saw. Datang menemui kami di shuffah, lalu beliau bertanya, ‘Siapakah diantara kalian yang suka pergi setiap hari ke pasar Buth-han atau Aqiq lalu ia pulang dengan membawa dua ekor unta betina dari jenis yang terbaik tanpa melakukan satu dosa atau memutuskan tali silaturahmi?’ Kami menjawab, Ya Rasulullah, kami semua menyukai hal itu.’ Rasululullah saw. Bersabda, ‘Mengapa salah seorang dari kalian tidak kemasjid lalu mempelajari atau membaca dua buah ayat al Qur’an (padahal yang demikian itu) lebih baik baginya dari pada dua ekor unta betina, tiga ayat lebih baik dari tiga ekor unta betina, dan begitu pula membaca empat ayat lebih baik baginya daripada empat ekor unta betina, dan seterusnya sejumlah ayat yang dibaca mendapat sejumlah yang sama dari unta-unta.” (HR. Muslim dan Abu Dawud)

Pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib, seorang sahabat pernah mengadukan kondisi orang-orang yang sibuk dengan hadits namun tidak mempelajari Al Quran sebagaimana mestinya. Maka Ali RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Bahwa nanti akan ada fitnah (musibah luar biasa). Bagaimana agar keluar dari fitnah itu? Dengan Al Quran, karena dalam Al Quran ada kabar orang-orang sebelun kalian dan orang-orang sesudah kalian, ada hukum. Orang yang meninggalkan Al Quran adalah orang sombong akan Allah parahkan, orang yang mencari petunjuk selain Al Quran akan Allah sesatkan….” –> Ada yang mengatakan bahwa ini bukan hadits marfu tetapi hadits maukuf perkataan Ali RA.

Dari Zaid bin Arqam RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda “Wahai manusia sesungguhnya Aku meninggalkan untuk kalian apa yang jika kalian berpegang kepadanya niscaya kalian tidak akan sesat ,Kitabullah dan Itrati Ahlul BaitKu”.(HR. Tirmidzi,Ahmad,Thabrani)

Dari Jubair bin Muth’im RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : “Hendaklah kamu sekalian bergembira, karena sesungguhnya Al-Qur’an ini ujungnya berada ditangan Allah sedang ujungnya yang lain ditangan kamu sekalian. Oleh sebab itu hendaklah kalian berpegang teguh kepadanya, maka  sungguh kamu sekalian tidak akan binasa dan tidak pula akan sesat sesudah itu selama-lamanya”. (HR. Ath-Thabarani)

Bila para sahabat biasanya bertanya tentang kebaikan, maka sahabat Hudzaifah Ibnul Yaman pernah bertanya kepada Rasulullah tentang kejelekan, karena khawatir terjerumus dalam kejelekan itu. Maka Rasulullah SAW menjawab, “Yaa Hudzaifah berpegang teguhlah kepada Al Quran, pelajarilah dan ikutilah.” Sampai diulang 3x.

Dari ‘Ali bin Abi Thalib, dia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Siapa membaca dan hafal Al-Qur’an lalu menghalalkan yang halal di dalamnya dan mengharamkan yang haram di dalamnya niscaya Alloh akan memasukkannya dengan sebab itu ke dalam jannah, dan menerima syafa’atnya untuk 10 orang dari keluarganya yang kesemuanya mesti masuk ke dalam neraka.” (HR Tirmidzi )

Orang yang menghafal Al Quran sebelum baligh maka ia telah diberi hikmah ketika dia belia. Seperti hadits dari abu Hurairah RA, ” Siapa yang mempelajari Al Quran ketika masih kecil maka al Quran itu akan menyatu dengan daging dan darahnya. Dan siapa yang mempelajarinya saat dewasa, ilmu itu lepas darinya dan tidak melekat pada dirinya, maka baginya pahala 2 kali. “( HR. Baihaqi)

Para sahabat mengatakan, “Kami bila belajar 10 ayat dari Rasulullah, kami tidak akan beranjak ke ayat lain sebelum mempelajari apa-apa yang ada dalam ayat-ayat tersebut”. Umar bin Khattab belajar Al Baqarah selama 12 tahun, sedangkan Abdullah bin Umar mempelajari Al Baqarah selama 8 tahun, karena keduanya mempelajari hingga hukum-hukum dan ilmu-ilmu yang terdapat di dalamnya.
Bagaimana terhadap anak-anak kita? Untuk anak-anak, karena bila dijelaskan hukum-hukum Al Quran belum tentu faham, maka tak apa memulai dengan menghafal dulu. Seperti dalam penanaman iman, mereka ditalqin dulu, seiring dengan usia, mereka diajak untuk memahami dan mendalami ilmunya.
===

Sumber: Kajian Ummahat KAF Tangsel, Kitab Syu’abul Iman, yang disampaikan oleh Ust.Akhmad Nizaruddin, MA.

Dirangkum oleh Wulan Ummu Kayyisah

MENELADANI KESUKSESAN RASULULLAH.

Kalau ditanya kenapa saya mau memasukkan anak saya ke LPST IAN, walaupun di sekolah ini tidak terlalu di prioritaskan pelajaran yang sifatnya akademik umum dan mementingkan ijazah? 
Banyak faktor yang menjadi latar belakang saya, antara lain:

1. Saya tertarik dengan visi LPST IAN, latar belakang kenapa LPST IAN didirikan dan mengambil nama Inspirasi Anak Negeri karena salah satunya terinspirasi dengan kesuksesan Rasulullah dan para sahabat yang ketika masih di usia belasan tahun sudah menjadi pengusaha sukses dan terbiasa hijrah (pergi keluar negeri) untuk berniaga. Sedangkan generasi muda muslim kita saat ini apakah sudah banyak mencontoh profesi dan kesuksesan nabinya ? Yang tentunya perjuangan beliau bisa sukses di dunia bisnis pasti banyak sekali ilmu-ilmunya yang bisa kita contoh. Jangan sampai anak-anak remaja dan muda saat ini terlena dan tidak mengetahui perjuangan tauladannya yaitu nabi Muhammad. 

2. Kurang pasnya dengan kurikulum nasional, kita lihat kurikulum dan buku berubah-ubah, usia 6 tahun baru bisa masuk SD (di LPST IAN 5 tahun), usia produktif baru dimulai usia 23-25 tahun (lulus kuliah). Terlalu banyak waktu mubazir di usia remaja, gimana mau meniru kesukaan nabi Muhammad ketika masih muda jika kurikulumnya seperti ini.

3. Untuk menjalani  homeschooling memang tidak semua orang tua siap untuk mendidik dan membimbing anandanya. Terlebih lagi menyiapkan konsep dan kurikulumnya yang perlu kami siapkan secara konsisten. Di LPST IAN guru (ustadz) maximal pegang 15 santri. 
Menurut saya ini hampir mirip dengan homeschooling berjamaah. Yang tentunya anak-anak akan lebih efektif, fokus dan juga terkontrol. 

4. Kedepan menurut saya ketika kebanjiran informasi dari internet, banyak orang kebingungan menentukan benar dan salah, sekalipun orang yang sudah dewasa, salah satunya ketika melihat film Alif Lam Mim, sedikit banyak hal tersebut sudah terjadi saat ini. Di LPST IAN yang diajarkan sederhana yaitu adab, Tahfizh dan entrepreneur, menurut saya ini dasar hidup yang pasti akan sangat diperlukan dan bermanfaat untuk masa depan anak-anak kita. Karena lebih banyak praktik dan menganalisa sebuah permasalahan hidup. Jadi ananda akan lebih terlatih leadership dan kesolehannya. 

Namun ketika bicara tentang adab walaupun terdengar sederhana, hal tersebut menjadi barang langka khususnya jika kita melihat pemimpin kita sekarang. Menurut paparan ketika pengenalan LPST IAN sempat di bahas, doa orang tua yang sering diucapkan adalah memiliki anak yang Qurotta’ayun (menjadi cahaya bagi orang tua dan masyarakat), indah sekali mendengar ketika orang tuanya lelah anaknya membantu tanpa disuruh, adzan terdengar anak langsung ke masjid, orangtua sakit anak merawat tanpa pamrih. Hal itu yang menjadi perhatian utama di LPST IAN, bukan sekedar anak yang berprestasi menang kompetisi sana-sini namun selalu membantah kepada kedua orang tuanya

ANAK YANG SEKOLAH, ORANGTUA TUA JUGA DI TEST ???

Anaknya mau sekolah, Ortunya ikut di test 
Loh... Kok anak yang mau sekolah, ortunya juga ikut di test.?  Pasti hal ini seringkali jadi pertanyaan bagi para ayah dan bunda semuanya yang ingin daftarkan anandanya ke LPST IAN. 

Pada awalnya, memang terkesan sangat sulit dan kok ribet sekali ya untuk bisa masuk di LPST IAN ? Tapi tenang saja dibalik kesulitan pasti tentu nya akan ada banyak kemudahan kan?? Bukannya begitu?? Kalau mau tahu jawabannya sudah tertera di dalam Al-Qur'an. Jadi buat apa ragu dengan janji Allah. 😊 

Semua sistem dan prosedur ini dibuat untuk mampu membuat sang ayah dan bunda untuk sungguh-sungguh dalam mewujudkan ananda untuk bisa menjadi calon pengusaha penghafal Al-Quran yang memiliki adab yang mulia. 
Tentu saja untuk mewujudkannya perlu komitmen dan keistiqomahan dong dari kita sebagai orangtua nya. Karena ga akan mungkin dong kalau kita mau punya anak yang sukses dunia akhirat tapi ortunya ga mau berjuang bersama. Iya kan ??? 

Nah... Ini ada cerita nih dari wali santri :

Anak pertama saya insyaAllah bulan Juli 2018 nanti usianya menginjak 6 tahun, dari awal tahun kemarin saya dan istri sudah mencoba mencari sekolah yang sesuai, pilihan kami berdua harapannya bisa diterima LPST IAN. Yang pusatnya terletak di cipayung, kota Depok, Jawa Barat. 

mengenai slogan LPST IAN yang diusung yaitu sekolah pengusaha penghafal Al-Quran. Yang menarik dari LPST IAN ini adalah untuk test masuk anak, ternyata isu yang beredar benar, bahwa bukan hanya anaknya yang ditest, namun orang tuanya juga sama, saya dan istri mengalami 3 tahapan test, pertama test tertulis, kedua test membaca Al-Quran dan hafalan, ketiga interview. Sedangkan untuk anaknyapun sama yaitu tes tulis, membaca Al-Quran, tes psikologis dan home visit juga. 

Memang ketika awal pertama kali tahu kalau ada test ortunya juga. Pasti dong agak dagdigdug. Tapi ternyata pada saat dijalani malah enjoy banget. Dan saya jadi banyak wawasan baru dan mengerti tujuan utama sebuah pendidikan untuk anak saya. 
Wajarlah ada test nya, karena sekolahnya yang sangat berbeda tentu perlu ada sepemahaman antara sekolah dan orang tua. Agar outputnya anak kita bisa lebih akselerasi dalam mencapai target mimpinya menjadi pengusaha penghafal Al-Quran. 

Ayah dan bunda pasti mau dong anaknya jadi pengusaha penghafal Al-Quran, terus ditambah memiliki adab yang mulia. Pasti hal ini akan menjadi investasi berharga banget buat ayah dan bunda baik selama di dunia dan di akhirat. 

Pesan saya, ayo kita mulai ubah mindset dan paradigma kita tentang dunia pendidikan selama ini yang membuat kita seringkali bingung mau jadi apa ? Sedangkan era saat ini sudah waktunya muslim berdaya secara ekonomi dan juga mulia karena menjadi ahlul Qur'an.

JANGAN JADI ORANG TUA YANG EGOIS


Saya ingin berbagi cerita. Saat itu, saya sedang membeli lampu di sebuah toko. Saya melihat ada seorang bapak dan anak perempuannya yang sudah dulu berada di toko. Lalu anak perempuan itu kebelet pipis, dengan sedikit takut ia memberitahu ayahnya yang sedang membeli lampu. Ayahnya meminta anaknya untuk menahan dulu sebentar sambil menatap anaknya dengan mata melotot. Akhirnya anak perempuan ini tidak tahan lalu mengompol. Melihat anaknya ngompol, ayahnya marah luar biasa. Dengan mata semakin melotot, ia bergegas menarik paksa tangan mungil anak gadis ini disertai mulutnya terus mengomel yang tentu saja membuat hati anak ini semakin sakit. Entahlah apa yang dirasakan anak ini, kasihan, ya saya memang kasihan. Apalagi jika membayangkan apa yang akan terjadi saat mereka sampai di rumah. Di jalan, saya berpikir salah apa anak perempuan ini, mikir. 

Bunda, jangan memaksa mereka sesuai dengan keinginan Bunda. Bagi mereka paksaan itu akan menjadi beban yang membuat hilang kegembiraan ketika melakukan sesuatu, hidupnya menjadi tertekan dan penuh kekawatiran apalagi disertai ancaman yang menakutkan. Orang tua kadang menganggap anak itu ya anak, belum bisa diajak berdiskusi dan berpikir sehingga tak perlu berdiskusi dengan mereka. Orang tualah yang lebih tahu daripada anak. Segala keputusan ada pada orang tua, sedangkan anak cukup diam dan hanya mematuhi apa kata orang tua. Itulah orang tua yang egois yang merasa paling benar, paling mengerti, paling tahu, paling hebat. Ia memutuskan segala sesuatu secara otoriter. Dan menganggap anak itu ya anak kecil yang tidak tahu apa-apa sehingga tidak perlu berdiskusi atau minta pendapat mereka.

Bun, anak itu juga manusia sama dengan kita. Mereka itu punya perasaan sama juga dengan kita. Karena mereka sama dengan kita maka posisikan mereka sama dengan kita. Hormati pendapatnya dan hargai keberadaannya. Jangan egois merasa keputusannya selalu benar. Ada banyak dampak negatif bagi anak yang memiliki orang tua yang egois. Beberapa dampak negatif itu misalnya anak kurang percaya diri, minder, tidak cakap mengambil keputusan, hidupnya selalu tertekan, menjadi sosok penakut, terkungkung ide-ide kreatifnya. Tentu saja dampak itu memiliki pengaruh besar terhadap masa depan anak yang semakin suram. Jadi Bun, hargai keberadaan anak dan hormati pendapatnya. Jangan jadi orang tua yang egois, menang sendiri dan menganggap anak tidak tahu apa-apa.    

#InspirasiDariRumahPintarAisha

Menghadapi Tantrum pada Anak Balita

Tantrum pada balita memang menjadi fase dimana orangtua benar2 harus punya stock sabar yang banyaaak. Apalagi jika mempunyai anak yang super aktif tantrumnya.😂
Tapi bagi saya itu menjadi moment yang seru dan tidak terlupakan karena fase ini tidak akan terjadi ketika anak kita dewasa. So, berdamailah dan nikmatilah setiap fase anak balita kita dengan cara yang benar dan tepat pastinya😊👍
Naah.. kali ini saya ingin share materi yang pernah saya ikuti bersama teh Herly Novita Sari, M.Psi tentang menghadapi Tantrum pada anak balita.

Tantrum adalah Sebuah ledakan kemarahan yang hebat yang terlihat dalam sebuah bentuk perilaku. 
Perilaku yang berupa tindakan “dramatis” (jatuh ke lantai, menendang, berteriak,dll)
 yang dilakukan sebagai reaksi terhadap peristiwa yang menjengkelkan.
Menjadikan tantrum sebagai salah satu cara yang efektif untuk mendapatkan “perhatian”. 
Dapat juga digunakan sebagai cara untuk mendapatkan hal atau sesuatu yang diinginkan.

Apakah tantrum normal terjadi pada balita? 
Perilaku tantrum ini biasanya muncul dan normal terjadi dalam fase perkembangan anak. 
Rentang usia munculnya perilaku tantrum ini biasanya terjadi pada rentang usia 18 – 48 bulan. 
Mengapa pada usia tersebut masih termasuk normal? Karena pada usia tersebut termasuk masa-masa dimana perkembangan kognitif anak mulai berkembang secara pesat, namun tidak di iringi dengan perkembangan  bahasa dan emosional.

Bagaimana tantrum terjadi?
Tahap pertama di awali dengan mulai “rumbling & grumbling” stage, dimana anak mulai ngedumel, merajuk dan meminta paksa tentang hal/ sesuatu yang ia inginkan. 
Ditandai dengan tawaran atau tindakan apapun yang orangtua tawarkan atau lakukan, tidak ada yang benar-benar bisa memuaskan sang anak, kecuali mendapatkan apa yang diinginkannya.
Dengan sedikit respon orangtua yang dianggap “provokasi” atau “kritikan” oleh anak, amarah bisa semakin meledak-ledak, biasanya ini fase dimana anak menangis sambil berteriak, berguling-guling bahkan merusak sesuatu.
Jika anak masih menolak semua upaya yang orangtua tawarkan, maka anak akan semakin menunjukkan sikap menentangnya. 
*pada fase ini, ketenangan diri orangtua sangat diperlukan . 
Selanjutnya tantrum mulai mereda, namun masih di fase depresi berubah menjadi agresi, anak minta ditinggalkan, mau sendiri.

Sebab terjadinya tantrum
Menurut Albert Trieschman, tantrum bisa terjadi bukan karena disebabkan oleh satu penyebab atau satu peristiwa saja, melainkan dikarenakan beberapa penyebab atau peristiwa.
Yang perlu sama-sama kita pahami ialah bahwa “Anger is Normal “,  reaksi yang bersifat alami saat kita mengalami frustasi atau terancam atau ketika tidak bisa mendapatkan hal yang sedang sangat di inginkan. 
Beberapa faktor yang mungkin ialah : 
Mengalami kondisi frustasi/ terancam/ merasa kesal karena tidak bisa mendapatkan apa yang sedang sangat diinginkan. 
Meniru atau mencontoh perilaku orang dewasa/ teman sebaya (terkait tantrum ini) 
Kemampuan anak yang masih terbatas dalam mengenali dan mengkomunikasikan emosi yang dirasakannya. 
Mendapatkan pengalaman bahwa dengan cara tantrum, ia berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan.

Bagaimana upaya yang bisa dilakukan untuk meminimalisir tantrum? 
1. Tetapkan rutinitas
2. Penuhi kebutuhan dasar anak (fisik dan psikis) 
3. Berikan contoh pada anak bagaimana kita sebagai orangtua mengekspresikan kemarahan. 
4. Tetapkan batasan
5. Lakukan reaksi yang tepat saat anak baru mulai menunjukkan gejala awal tantrum, misal saat anak baru mulai merengek, gunakan cara-cara efektif dalam membantu anak mengenali dan mengelola emosinya. 
6. Latihan relaksasi (untuk anak dapat berupaya menenangkan diri).

Apa yang harus orangtua lakukan saat anak bersikap tantrum? 
1. Memastikan bahwa tantrum yang di munculkan oleh anak bukan disebabkan kebutuhan fisiknya, misal lapar, ngantuk, lelah. Karena jika dikarenakan kebutuhan fisiknya, upayakan penuhi dulu kebutuhan tersebut. 
2. Saat anak tantrum: 
Ignoring atau mengabaikan dan jangan berikan positive reinforcement dalam bentuk apapun. 
3. Tinggalkan anak (jika memungkinkan dan pastikan anak dalam keadaan aman), namun katakan padanya sebelum meninggalkannya bahwa orangtua ada dan siap bicara jika anak sudah dalam keadaan lebih tenang.
4. Ajarkan anak cara mengenali emosi dan bagaimana ia mengekspresikannya jika sedang merasakan sesuatu yang membuatnya frustasi atau sedang sangat menginginkan sesuatu.
5. Berikan alternative-alternative cara yang dapat anak pilih untuk menyampaikan semua perasaan dan emosi yang dirasakannya.

Naah ini ada beberapa pertanyaan yang mungkin kita juga ada yg mengalaminya niih:

1️⃣ Q1: - Bagaimana caranya menerapkan batasan dan menuntun anak pada usia 1,5 tahun untuk mengekspresikan emosinya, serta adakah tips untuk mengajarkan latihan relaksasi dan menerapkan rutinitas yang baik pada anak? 

A1 : Batasan disini itu lebih kepada memberitahu cara2 yang anak boleh lakukan. 
Jadi emosi itu, tidak ada yang salah. Marah, sedih, senang, takut, itu semua jenis emosi. Sifatnya spontan, tidak bisa di tahan, sebagai bentuk respon terhadap suatu hal/Peristiwa. Nah yang perlu kita batasi ialah
1. *ekspresi emosinya*. Misal: Sedihnya boleh, tapi nangis meraung2nya ga boleh. Marahnya boleh, tapi melempar2 barangnya tidak boleh, dsb. 
Untuk usia 1,5th, karena keterbatasan bahasa, bisa langsung di berikan dalam bentuk perintah atau tindakan konkrit. Misal, ade sini duduk, minum. Bunda peluk. 
Yang anak terbayang dan ia mengerti..
Tips relaksasi yang sering di ajarkan ke anak2 ialah berhitung. 
Bisa dibantu dgn makanan/mainan kesukaan, sambil di ajak duduk.
2. Rutinitas. Nah ini, dimulai dari kebutuhan fisiknya dulu. Misalnya jadwal makan, tidur, sudah di biasakan. Kemudian jadwal main. 
Kalau ternyata sedang harus pergi keluar rumah, sebisa mungkin jadwal makan dan tidur disamakan, kalau tidak bisa, dibantu dengan sounding agar anak mengerti dan kooperatif. 

2️⃣ Q2 : Tadi saya membaca di slide bahwa mengatasi tantrum dengan membuat rutinitas, rutinitas yang bagaimanakah yg dimaksud, apakah harus membuat jadwal harian agar tidak ada celah anak merasa bosan dan merasa tangki cintanya penuh? 
Beberapa waktu berlalu saya pun mengajak anak bermain dengan jadwal, tetapi ada masa tidak terjadwal dia pun rewel apakah ini juga bagian rutinitas bermain dengan jadwal?

A2 : Dalam rutinitas yang sudah kita buat, berikan ruang untuk anak bebas, semacam waktu bebas. 
Rutinitas yang penting terkait upaya minimalisir tantrum disini ialah seputar kebutuhan fisik, spesifiknya makan dan tidur. Anak2 kalau 2 hal ini terganggu, biasanya lebih rentang rewel atau sensitif teh, cranky gt ya anak2 mah. 
Misalnya di jam dia biasa bobo, tp dia ga bisa bobo karena perjalanan, nah ini bisa2 selama perjalanan,  dia lebih mudah rewel, di banding kalau kita pergi sesudah jam dia bobo. 
Kita maksimalkan sesuai rutinitas, namun kalau tidak bisa, kita bantu dg sounding. 
Kemudian semakin bertambah usia, biasanya tantrum ini mulai berkurang karena kemampuan mengendalikan emosi dan bahasanya yg jg semakin meningkat.

3️⃣ Q3 : - Apakah anak usia delapan tahun menangis sampai sesenggukan sambil mengomel karena kecewa tidak dapat menyelesaikan tugas itu bisa dikatakan tantrum bu? 
- Apakah masih wajar bu usia diatas lima tahun menangis, mengamuk, berteriak serta menendang-nendang barang disekitarnya apabila keinginannya tidak terpenuhi? Apakah ada kaitannya pola asuh permisif dengan tantrum yang selalu dialami oleh anak? 

A3 : 1. Kalau usia 8th, seharusnya sudah tidak lagi mengalami tantrum. Tapi usia 8th, belum terampil mengelola dan mengekspresikan emosi itu iya. Jadi masuknya ke yang kedua. Tapi kalau ternyata memang masih nampak ciri2 tantrum, berarti bisa dikonsultasikan lebih lanjut dg psikolog terdekat. 
2. Usia 12-48bulan itu memang usia pada umumnya. Namun jika masih ada yang menunjukkannya di usia 5th, itu bisa jadi warning. Dalam arti, kalau di usia 5th, dia sudah menunjukkan progress jika di bandingkan dg usianya yang 3th misalnya, berarti ga masalah. Anak ini hanya membutuhkan waktu dan kesempatan lebih lama sebagai sarana berlatih mengelola dan meregulasikan emosinya. Terus dampingi dengan konsisten aja. 
Pola asuh ada kaitannya, karena bila anak merasa efektif menggunakan cara tantrum untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, dia akan menggunakan cara ini terus. 
Nah untuk kasus menangis, mengomel, sesenggukan, berarti itu adalah cara yang dia pilih untuk regulasi emosi. 
Dikembalikan kepada orangtua, bolehkah cara seperti itu? 
Dampingi dan bantu kalau ternyata ada cara lain yang dirasa lebih efektif.

4️⃣ Q4 : Mam saya ingin bertanya, sebenarnya tantrum pada anak balita merupakan suatu hal yang merujuk lebih ke negatif atau positif ? Karna dikatakan dalam diri seorang anak terdapat yang namanya kecerdasan emosional, nah bagaimana sikap kita sebagai orang tua jika tantrum merupakan suatu hal yang juga berdampak positif bagi anak? 

A4 : Betuullllll, mind set itu perlu ya ibu ibu dalam parenting. 
Tantrum memang bisa dikatakan normal dalam fase perkembangan, nah berarti kalau normal, ada tujuannya dong? 
Iya ada. Fase tantrum sebenarnya merupakan momen dimana anak belajar mengelola dan meregulasi emosinya. 
Hanya kita ga bisa berharap sekali anak tantrum, kita sikapi tepat, trus langsung jago. 
Bertahap itu sudah pasti. 
Selama anak menunjukkan progress, kita terus saja dampingi. 
Terkait lelah yang di rasakan orangtua saat mendampingi fase anak "senang" tantrum, itu sudah pasti. 
Jadi kita pun juga belajar mengelola emosi selama mendampingi putra putri kita. 
Saya suka menggunakan istilah "inner peace" yang di dalam kungfu panda, untuk menggambarkan kondisi orangtua yang diperlukan dalam mendampingi dan membersamai fase TANTRUM anak2 kita.

5️⃣ Q5 : Ketika anak mandi, dia sulit untuk dikendalikan, tidak mau duduk, maunya berdiri dan sulit diajak selesai. Setelah itu saat ganti baju susah sekali, akhirnya ngamuk, suka membanting diri ke arah belakang tp dalam posisi duduk kemudian seperti posisi mau rol depan. Dan diakhiri menangis. 
Bagaimana cara untuk menghadapi dan mengatasinya, karna hampir setiap hari dia seperti itu, lumayan kuwalahan kalo lagi sendirian di rumah.

A5 : Yang kalau di ajak mandi, ga mau, tp sekalinya berhasil bujuk mau mandi, terus di suruh selesainya juga susah? Seperti itu kah? 
Dan apakah setiap momen pakai baju? Atau karena "dipaksa" udahan mandi, makanya dia marah saat di pakaikan baju? 
Bisa mulai di kenalkan timer teh. 
Misalnya kita gunakan jam mainan, untuk reminder 10 menit lagi kita mandi yuukkkk. 
Buat menyenangkan, kalau saya dulu beli mainan huruf angka yang bisa di tempel2 di dinding kamar mandi. Atau apa aja buat ia merasakan momen mandi itu menyenangkan. 
Kalau anak ga suka di siram kepala pakai gayung, gpp kita gunakan tangan, sedikit demi sedikit kita kucurkan, dsb. Jangan paksa hingga khawatirnya anak merekam memori mandi itu tidak menyenangkan. 
Kemudian kita reminder lagi berapa lama wktu selesai mandinya. 
Motivasi dia saat selesai mandi, kita mau melakukan hal kesukaan, misal ngemil kue, atau main puzzle, dsb. 

6️⃣ Q6 : 1. Pada materi disebutkan bahwa tantrum umumnya terjadi pada usia 18-48 bulan. Apakah dibawah itu anak tidak bisa mengalami tantrum? Anak saya saat ini usia 15 bulan. Saat keinginannya tidak dituruti seringkali merengek sambil melempar barang2. Apakah itu hanya lampiasan emosi biasa/termasuk tantrum?
2. Orang2 sekitar bilang anak saya tipikal yg strong-willed, ketika ingin A ya maunya A. Ketika tidak mau, ya tidak mau. Susah sekali utk diarahkan ke yg lain. Bagaimana cara utk sedikit meredam karakter tsb, agar lebih mudah diarahkan? 
3. Apakah boleh jika saat anak mulai merengek2, kita alihkan perhatiannya ke hal lain supaya dia lupa? Atau haruskah kita diskusikan perihal yg membuatnya merengek2 tadi hingga tuntas?

A6 : 1. Bisa teh, usia 18-48 itu pada umumnya. Namun selalu saja ada anak yang mulai lebih cepat atau selesai lebih lama. 
2. Wah seru teh kalau bahas tentang anak strong willed child, saya pernah mengadakan kelas pendampingan untuk bunda2 yang memiliki anak dengan karakteristik Strong Willed, MasyaAllah teh, memang hampir sama yang di rasakan bahwa anak mereka keras kepala, sensitif, jago negosiasi alias seneng membantah. Jadi memang kalau kita lihat sisi negatif anak, semuanya akan tampak negatif , jadi frame di kepala kita anak yang di hadapan qo banyak banget negatif2nya. Padahal strong willed child kalau kita pandang dari sisi positifnya, mereka itu tipe anak pejuang, gigih kalau ada kemauan, pantang menyerah. Ini modal untuk ia saat besar nanti. Tapi memang saat masih kecilnya masih di rasakan pe er sekali membantunya mengelola emosinya tersebut. 
3. Tergantung apa yang menjadi penyebab rengekannya teh. Tp kita on the track saja pada prinsip/value yang kita anut. Kita pantulkan emosinya, namun dg tegas kita tetap tidak bisa wujudkan keinginan nya, boleh berikan alternatif yang boleh nya apa (saat itu atau lain waktu). 
Kuncinya regulasi emosi dulu, selesaikan release dulu. Baru mulai aktivitas lainnya. 

7️⃣ Q7 : Jika orang tua hilang kendali tapi berusaha tetap menahan emosi ketika anak tantrum, bagaimana tindakan selanjutnya orang tua terhadap anak yg sedang yang sedang tantrum?

A7 : Kalau posisi sedang sendirian, boleh mengatakan kepada anak bahwa bunda butuh ruang untuk release emosi sebentar, karena ade terus2 aja menjerit2 dan teriak2. Nanti kalau ade sudah lebih tenang, bunda siap kita bicara.
Nah saat itu, silahkan kita menenangkan diri mengambil jeda. Bisa misalnya kita sudah siapkan amunisi coklat, maka ambillah coklat itu, kita makan sambil minum es coklat misalnya, kemudian duduk sambil mengatur ritme pernafasan (rileksasi). 
Atau yang terbiasa menelepon suami yang sedang di kantor, hanya untuk release emosi, itu juga bisa (kalau sudah di sepakati dgn suami ya). 
Kalau sedang ada bala bantuan, bisa suami atau mertua, bisa minta tlg untuk gantian jaga sekedar untuk take time aja. Namun pastikan, orang yang membantu kita itu sudah sejalan, sevisi misi dalam merespon tingkah laku anak. 
Jangan malah membuat tantrum ini rentan berulang di kemudian hari karena mendapatkan apa yang di inginkan dg cara tantrum.  

8️⃣ Q8 : - Bagaimana cara menyikapi anak ketika sedang tantrum?
- Sikap apa yang harus kita ambil saat anak tantrum di depan umum? Misal di tempat keramaian, Mall, tempat wisata.

A8 : Yang diperlukan menyikapi anak saat sedang tantrum ialah tenang. 
Jika kita membutuhkan waktu untuk jeda, lakukanlah. Tips nya sudah di jawaban sebelumnya. 
Kita amati tantrum nya, apakah sebagai bentuk/cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan? Kalau iya, tetap on the track aja. Tegas. Katakan bahwa bunda sayang ade, bunda maunya ade belajar bilang mau nya apa secara baik2. Maaf bunda ga bisa nurutin kemauan ade, apalagi kalau ngomong nya tidak baik2. 
Tinggalkan jika memang mungkin (pastikan kondisi dd aman), katakan bunda akan kembali saat ade sudah lebih tenang dan bisa bicara. 
Bunda ada di sini jika ade mau k bunda atau bunda peluk. Ini ada minum kalau ade mau minum. 
Bertahan aja terus, sesekali katakan bahwa bunda siap bicara kalau ade sudah bisa lebih tenang.
Kalau di tempat wisata/umum, pastikan anak sudah di briefing dulu mengenai do and don't nya. 
Saat mulai menunjukkan merajuk, ingatkan bahwa tadi sudah sepakat. 
Kalau masih mengamuk, bisa bertahan disitu, namun kalau khawatir mengganggu orang lain, bisa di ajak ke tempat yang lebih sepi dan kemudian sikapi seperti biasa saat sedang tantrum dirumah.

Nah, Masyaa Allah.. Seru yaa pembahasannya. Daging bangeet. Kita jadi mengerti tantrum tuh apa, bagaimana cara menyikapinya. Daaan ingat! Tantrum terjadi kepada anak kita, tidak semua negatif. Kita bisa mengubahnya dengan bersikap positif. Semoga kita bisa menikmati dan menyikapinya dengan cara yang benar dan tepat. Semoga bermanfaat ya.. 
Semangat bagi pada orangtua yang mempunya anak balita 😊💪


Salam Inspirasi 😊