Setiap keputusan, pasti memiliki resiko. Tinggal bagaimana kita menyikapi resiko tersebut.
Begitupun kami, berawal dari sebuah keputusan sejak menikah 2016 lalu, kami berazzam ingin menjadi seorang pengusaha yang bermanfaat.
Ya, bermanfaat dalam aspek kaffah.
Berawal dari sebuah Cita-cita kami , ingin mewujudkan SERIBU PENGUSAHA MUDA MUSLIM BARU.
dari kita aktif di berbagai komunitas bisnis dan pendidikan. Akhirnya Allah izinkan kami membuka *SEKOLAH PENGUSAHA PENGHAFAL AL QUR'AN* di Depok.
Walaupun background kami bukanlah lulusan pendidikan, yaitu suami lulusan hukum dan saya lulusan manajemen bisnis syariah. Tapi karena kecintaan kami kepada dunia pendidikan dan anak-anak serta idealis kami ingin sekali membantu anak-anak didik belajar sesuai fitrahnya, tidak belajar dengan tekanan dan ya! Belajar dengan enjoy, fun learning.
Kami berusaha Bagaimana ilmu yg kami punya bisa dipraktekkan, karena suami lulusan hukum jadi beliau yg sibuk urus legalitas dan perizinan-perizinan, lalu saya di manajemen.
Sungguh sebuah perjalanan yang panjang, berliku, da berbatu untuk sampai saat ini. Yg pastinya Banyak sekali rintangan yang sudah kami lalui bersama. Ya! Pada akhirnya kami fighting berdua saja.
Pada awalnya kami mempunyai tim yang sangat solid dan loyalitasnya tinggi, kami membuat sebuah Event organization yg sudah mengisi diberbagai tempat training hingga siaran di radio, lalu dibidang kuliner usaha olahan susu dan buah sudah memiliki 2 cabang, lalu membuat bimbel syariah yang sudah mempunyai 5 cabang dalam waktu 6 bulan, lalu usaha di bidang lingkungan yang sangat prospektif dan sudah banyak Kerjasama dengan berbagai kalangan dan lembaga.
Cepat? Ya percepatan yang sangat luar biasa. Kita lari secepat mungkin. Tapi akhirnya semua tutup tak bersisa dan semua tim Bubar jalan😅 tinggal saya dan suami.
Terpuruk? Ya pastilah. Satu kata GAGAL.
orang bilang pengalaman dan kegagalan adalah sebuah pelajaran terbaik. Memang sangat benar. Kami banyak sekali belajar dari setiap kegagalan tersebut.
Ya, anggap saya kami sedang menghabiskan jatah gagal kami. (Menghibur diri ceritanya😂).
Antara kegagalan dan kesuksesan itu beti alias beda tipis. Kalau kita sedang mengalami kegagalan, cepat ambil keputusan mau lanjut berjuang atau berhenti. Kalau berhenti ya beneran jadi orang yg GAGAL sia-sia. Tapi kalau lanjut berjuang ya suatu saat akan meraih kesuksesan, in syaa Allah akan ada pelangi setelah hujan *eh maksudnya setelah banyaknya rintangan dan kegagalan ☺️
Banyak yang bilang dibelakang (walau dibelakang tapi sampai juga ke telinga saya loh🤭) yang membuat saya miris dan sedih sekaliiiii😭 tapi tenang saja, saya gak baperan kok, paling Baperannya itu bawa perubahan *eaa.
Sediih ketika niat kita baik, tapi orang lain menganggapnya buruk dari satu sisi. Walaupun niat kita lillahi ta'ala, tapi ternyata banyak juga yang kontra dan sirik😂Buruknya lagi tau informasi dari orang lain yang tidak bertanggung jawab. Nahloh, bingung kan? Ya. Saya gak mau memperjelas terlalu dalam, karena begitu menyakitkan buat saya pribadi. Yang jelas omongan-omongan ini menjadikan tamparan buat saya untuk segera membuktikan, bahwa kenyataannya tidak seperti itu💪🏻
Disinilah peran saling menguatkan Antara suami-istri. Berjuang bersama dari awal, jatuh bareng, sukses bareng. Ya! Bismillah kita lalui bersama dengan Allah, in syaa Allah jadi ringan di permudah semuanya.
Walau banyak yang kontra, banyak juga yang pro. Masyaa Allah tabarakAllah. Alhamdulillah, saat ini sudah banyak lembaga terjalin kerjasama yang sangat baik dengan kami dan sekolah semakin baik juga.
Semoga kedepannya dapat segera mewujudkan SERIBU PENGUSAHA MUDA MUSLIM BARU di Indonesia. Mohon do'anya ya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar