Mengelola Sumber Daya
Insani di sebuah perbankan bukan merupakan hal yang mudah, karena setiap
manusia mempunyai unsur yang unik dan memiliki karakteristik yang berbeda
antara satu dengan lainnya. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan sebuah manajemen
SDI yang baik dan terstruktur, sehingga perbankan dapat menjalankan fungsinya
dengan maksimal. Selain itu, dalam Manajemen SDI, hal yang terpenting dari
perbankan adalah mendidik SDI-nya agar terampil sesuai dengan syariah, amanah, cakap, displin, tekun, kreatif,
idealis, mau bekerja keras, kuat fisik/mental, setia kepada cita-cita dan
tujuan bersama.
Dengan berkembangnya
ekonomi kontemporer yang berpengaruh terhadap manajemen Sumber Daya Insani di
sebuah perbankan, maka akan menemukan banyak tantangan-tantangan yang muncul, seperti
saat ini akan adanya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) di awal bulan januari 2016,
ini dapat menjadi peluang sekaligus tantangan untuk kita sebagai masyarakat
Indonesia. Peluangnya adalah kita dapat keluar-masuk luar negeri khususnya
ASEAN dengan mudah, namun tantangannya juga berat, karena kita harus bersaing
dengan masyarakat se-ASEAN. Dengan kondisi perekonomian Indonesia yang seperti
ini, perlu adanya langkah esktra untuk bersaing dengan mereka. Diantaranya
sangat dibutuhkan SDM yang kompeten.
Terbatasnya sumber daya
manusia (SDM) yang berkompeten di bidangnya, terkhusus di Perbankan Syariah,
Baik di level atas, menengah, maupun di level bawah. Sehingga, peluang
yang besar bagi perbankan syariah perlu diseimbangkan dengan aspek yang
terlibat dalam operasional bank syariah yaitu sumber daya manusia yang harus kompeten.
Jika kita perhatikan, bahwa
sebagian besar SDM bank syariah adalah alumni dari bank konvensional dengan
berbagai motif. Sehingga, Minimnya skill dan keilmuan SDM di bidang perbankan
syariah yang dapat menimbulkan dampak negatif yang cukup serius, antara lain
implementasi syariah dalam perbankan menjadi kurang optimal. Selain itu,
pengembangan produk-produk yang benar-benar memiliki landasan syariah yang kuat
dan sekaligus memiliki keandalan bisnis menjadi terhambat.
Maka, tidak heran jika praktek
bank syariah telah tercampur dengan budaya konvensional yang tidak syar’i
yang bertentangan dengan fitrah alam dan fitrah usaha. Para bankir syariah yang
tidak berlatarbelakang ilmu perbankan syariah ini hanya berkutat pada
produk-produk konvensional. Jika kecenderungan ini berlangsung terus menerus
akan menyebabkan degradasi produk-produk perbankan syariah pada masa depan.
Hal ini yang juga dapat
menjadi peluang yang sangat prospektif, sekaligus merupakan tantangan bagi
kalangan akademisi dan dunia pendidikan untuk menyiapkan Sumber Daya
Insani (SDI) yang berkualitas yang ahli di bidang ekonomi syari’ah. Tingginya
kebutuhan SDI bank syari’ah dan lembaga keuangan syariah ini menunjukkan
bahwa sistem ekonomi syariah semakin dibutuhkan oleh masyarakat.
Selain itu, Beberapa masalah dan
problematika yang dihadapi oleh perbankan syariah, hampir sama dengan masalah
yang dihadapi oleh beberapa bank umum atau konvesional. Bedanya adalah dari
penerapan aturan yang ada pada bank itu sendiri, bank syariah memakai aturan
kesyariahan yang bersumber pada hukum-hukum islam, sedangkan bank umum atau
konvesional menggunakan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh bank sentral.
Bank syariah bekerja dengan aturan yang sangat ketat
dan memilih investasi yang halal dan sesuai syariah saja. Implikasinya adalah
bank syariah harus melakukan supervisi dan terkadang mengelola secara langsung
operasional suatu proyek yang didanainya. Ini dilakukan untuk mereduksi
pengeluaran manajerial.
Dalam Keberhasilan
pengembangan perbankan syariah bukan hanya ditentukan oleh keberhasilan
pertumbuhan yang signifikan, keberhasilan penyebarluasan informasi, dan penyempurnaan
perangkat ketentuan hukum tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas sumber
daya insani perbankan syariah itu sendiri, sehingga bank syari’ah bisa berjalan
sesuai prinsip syari’ah dan dapat dimanfaatkan masyarakat luas sebagai
bagian dari sistem keuangan yang rahmatan
lil alamin.
Dengan
demikian, praktisi perbankan syari’ah tidak hanya terfokus pada pengejaran
target yang ditetapkan demi kepentingan shareholders, tetapi juga memperhatikan
pada penerapan nilai-nilai syari’ah. Untuk mewujudkan sistem dan tatanan
perbankan syariah yang sehat dan istiqomah dalam penerapan prinsip syariah
dibutuhkan Sumber Daya Insani (SDI) yang mampu menguasai syari’ah dan
teknis perbankan.
Oleh karena itu, di sinilah mahasiswa/i
ekonomi syariah berperan. karena mahasiswa syariah inilah yang khusus disiapkan
untuk memiliki kompeten di bidang ekonomi, bisnis maupun hukum ekonomi
syariah secara komprehensif serta memiliki integritas tinggi dan mempunyai
banyak relasi.
Selain itu, pertumbuhan
ekonomi tidak hanya dapat dicapai oleh modal dan teknologi, tetapi juga
dorongan untuk berinovasi dengan lebih baik, konsistensi terhadap nilai-nilai
syariah dan selalu menjaga iklim ekonomi global. Sehingga Institusi pendidikan
jelas memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam hal ini. Dan itu artinya,
butuh keseriusan pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan secara
berkualitas untuk mencetak tenaga terampil yang sangat dibutuhkan untuk
bersaing menghadapi MEA.
Paling tidak, ada
beberapa hal yang harus dimiliki oleh mahasiswa syariah sehingga dapat
dikategorikan sebagai SDM yang memiliki kualifikasi Ekonomi syariah yang mampu
bersaing di tingkat global.
Ketika nanti saya diamanahkan untuk mengelola dan
menjadi kepala divisi manajemen SDI di Perbankan Syariah, maka hal yang pertama
saya akan perhatikan adalah dari awal proses perekrutan yang ketat sesuai
dengan bidangnya, dari segi backgroundnya apakah mengetahui secara keseluruhan atau
minimal dasar mengenai ekonomi syariah serta dari sifat dan karakter
kepribadiannya. Dengan perekrutan dan seleksi yang ketat sudah dapat diterapkan
dengan baik, maka saya yakin akan menghasilkan SDI yang berkompeten
dibidangnya. Selain itu, saya juga akan membuat suatu peraturan yang meningkatkan
keimanan SDI itu sendiri, seperti mengadakan pengajian bulanan, kajian-kajian
keislaman lainnya, dan mutabaah harian juga menjadi hal penting yang akan saya
terapkan. Lalu, saya juga akan melakukan pengarahan, pelatihan
dan pengembangan seta peningkatan karir terhadap Sumber daya manusianya, karena
dengan sering dilakukan pengarahan dan pelatihan kepada Sumber Daya Manusianya
suatu bank akan dapat meraih kesuksesan. Serta dengan adanya peningkatan karir
bagi Sumber daya manusianya akan dapat meningkatkan produktifitas kerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar