Jumat, 01 Januari 2016

Managing People in Sharia Banking



Mengelola Sumber Daya Insani di sebuah perbankan bukan merupakan hal yang mudah, karena setiap manusia mempunyai unsur yang unik dan memiliki karakteristik yang berbeda antara satu dengan lainnya. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan sebuah manajemen SDI yang baik dan terstruktur, sehingga perbankan dapat menjalankan fungsinya dengan maksimal. Selain itu, dalam Manajemen SDI, hal yang terpenting dari perbankan adalah mendidik SDI-nya agar terampil sesuai dengan syariah, amanah, cakap, displin, tekun, kreatif, idealis, mau bekerja keras, kuat fisik/mental, setia kepada cita-cita dan tujuan bersama.
Dengan berkembangnya ekonomi kontemporer yang berpengaruh terhadap manajemen Sumber Daya Insani di sebuah perbankan, maka akan menemukan banyak tantangan-tantangan yang muncul, seperti saat ini akan adanya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) di awal bulan januari 2016, ini dapat menjadi peluang sekaligus tantangan untuk kita sebagai masyarakat Indonesia. Peluangnya adalah kita dapat keluar-masuk luar negeri khususnya ASEAN dengan mudah, namun tantangannya juga berat, karena kita harus bersaing dengan masyarakat se-ASEAN. Dengan kondisi perekonomian Indonesia yang seperti ini, perlu adanya langkah esktra untuk bersaing dengan mereka. Diantaranya sangat dibutuhkan SDM yang kompeten.
Terbatasnya sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten di bidangnya, terkhusus di Perbankan Syariah, Baik di level atas, menengah, maupun  di level bawah. Sehingga, peluang yang besar bagi perbankan syariah perlu diseimbangkan dengan aspek yang terlibat dalam operasional bank syariah yaitu sumber daya manusia yang harus kompeten.
Jika kita perhatikan, bahwa sebagian besar SDM bank syariah adalah alumni dari bank konvensional dengan berbagai motif. Sehingga, Minimnya skill dan keilmuan SDM di bidang perbankan syariah yang dapat menimbulkan dampak negatif yang cukup serius, antara lain implementasi syariah dalam perbankan menjadi kurang optimal. Selain itu, pengembangan produk-produk yang benar-benar memiliki landasan syariah yang kuat dan sekaligus memiliki keandalan bisnis menjadi terhambat.
Maka, tidak heran jika praktek bank syariah  telah tercampur dengan budaya konvensional yang tidak syar’i yang bertentangan dengan fitrah alam dan fitrah usaha. Para bankir syariah yang tidak berlatarbelakang ilmu perbankan syariah ini hanya berkutat pada produk-produk konvensional. Jika kecenderungan ini berlangsung terus menerus akan menyebabkan degradasi produk-produk perbankan syariah pada masa depan.
Hal ini yang juga dapat menjadi peluang yang sangat prospektif, sekaligus merupakan tantangan bagi kalangan akademisi dan dunia pendidikan  untuk menyiapkan Sumber Daya Insani (SDI) yang berkualitas yang ahli di bidang ekonomi syari’ah. Tingginya kebutuhan SDI bank syari’ah dan lembaga keuangan syariah  ini menunjukkan bahwa sistem ekonomi syariah semakin dibutuhkan oleh masyarakat.
Selain itu, Beberapa masalah dan problematika yang dihadapi oleh perbankan syariah, hampir sama dengan masalah yang dihadapi oleh beberapa bank umum atau konvesional. Bedanya adalah dari penerapan aturan yang ada pada bank itu sendiri, bank syariah memakai aturan kesyariahan yang bersumber pada hukum-hukum islam, sedangkan bank umum atau konvesional menggunakan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh bank sentral.
Bank syariah bekerja dengan aturan yang sangat ketat dan memilih investasi yang halal dan sesuai syariah saja. Implikasinya adalah bank syariah harus melakukan supervisi dan terkadang mengelola secara langsung operasional suatu proyek yang didanainya. Ini dilakukan untuk mereduksi pengeluaran manajerial. 
Dalam Keberhasilan pengembangan perbankan syariah bukan hanya ditentukan oleh keberhasilan pertumbuhan yang signifikan, keberhasilan penyebarluasan informasi, dan penyempurnaan perangkat ketentuan hukum tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya insani perbankan syariah itu sendiri, sehingga bank syari’ah bisa berjalan sesuai prinsip syari’ah dan dapat  dimanfaatkan masyarakat luas sebagai bagian dari sistem keuangan yang rahmatan lil alamin.
Dengan demikian, praktisi perbankan syari’ah tidak hanya terfokus pada pengejaran target yang ditetapkan demi kepentingan shareholders, tetapi juga memperhatikan pada penerapan nilai-nilai syari’ah.  Untuk mewujudkan sistem dan tatanan perbankan syariah yang sehat dan istiqomah dalam penerapan prinsip syariah dibutuhkan Sumber Daya Insani (SDI) yang mampu menguasai  syari’ah dan teknis perbankan.
Oleh karena itu, di sinilah mahasiswa/i ekonomi syariah berperan. karena mahasiswa syariah inilah yang khusus disiapkan untuk memiliki kompeten di bidang  ekonomi, bisnis maupun hukum ekonomi syariah secara komprehensif serta memiliki integritas tinggi dan mempunyai banyak relasi.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya dapat dicapai oleh modal dan teknologi, tetapi juga dorongan untuk berinovasi dengan lebih baik, konsistensi terhadap nilai-nilai syariah dan selalu menjaga iklim ekonomi global. Sehingga Institusi pendidikan jelas memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam hal ini. Dan itu artinya, butuh keseriusan pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan secara berkualitas untuk mencetak tenaga terampil yang sangat dibutuhkan untuk bersaing menghadapi MEA.
Paling tidak, ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh mahasiswa syariah sehingga dapat dikategorikan sebagai SDM yang memiliki kualifikasi Ekonomi syariah yang mampu bersaing di tingkat global.
Ketika nanti saya diamanahkan untuk mengelola dan menjadi kepala divisi manajemen SDI di Perbankan Syariah, maka hal yang pertama saya akan perhatikan adalah dari awal proses perekrutan yang ketat sesuai dengan bidangnya, dari segi backgroundnya apakah mengetahui secara keseluruhan atau minimal dasar mengenai ekonomi syariah serta dari sifat dan karakter kepribadiannya. Dengan perekrutan dan seleksi yang ketat sudah dapat diterapkan dengan baik, maka saya yakin akan menghasilkan SDI yang berkompeten dibidangnya. Selain itu, saya juga akan membuat suatu peraturan yang meningkatkan keimanan SDI itu sendiri, seperti mengadakan pengajian bulanan, kajian-kajian keislaman lainnya, dan mutabaah harian juga menjadi hal penting yang akan saya terapkan. Lalu, saya juga akan melakukan pengarahan, pelatihan dan pengembangan seta peningkatan karir terhadap Sumber daya manusianya, karena dengan sering dilakukan pengarahan dan pelatihan kepada Sumber Daya Manusianya suatu bank akan dapat meraih kesuksesan. Serta dengan adanya peningkatan karir bagi Sumber daya manusianya akan dapat meningkatkan produktifitas kerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar