Oleh : Rina Kholilatun Nisa
“Khairunnas
Anfa’uhum linnas”
“The
best of people are those that bring most benefit to the rest of mankind”
(HR. Bukhari Muslim)
Ini
adalah salah satu Hadits yang sering sekali dijadikan motto hidup seseorang,
salah satunya adalah saya. Hadits ini menggambarkan bahwa jika ingin mengukur
sejauh mana derajat kemuliaan akhlak seseorang, maka ukurlah sejauh mana nilai
manfaat dirinya bagi orang lain. Yaitu: seseorang yang kehadirannya sangat
dirindukan karena dapat memberikan manfaat bagi orang banyak, dicintai begitu
banyak manusia karena kepeduliannya terhadap sekitar dan bisa menjadi agent of change.
Sungguh
beruntung bagi siapapun yang dikaruniai Allah dengan kepedulian untuk
mengamalkan segala peluang kebaikan yang diperlihatkan Allah kepadanya.
Beruntung pula orang yang dititipkan Allah dengan beraneka potensi kelebihannya
yang bisa dikembangkan dan dikaruniai pula kesanggupan memanfaatkannya dengan
sebaik-baiknya umat manusia.
Ketika
kita sudah berusaha untuk mengembangkan potensi yang kita miliki dengan
semaksimal mungkin, disitulah akan timbul sebuah inovasi karya nyata yang
tentunya tidak hanya sekedar manfaat untuk orang lain tetapi juga dapat
menginspirasi banyak orang dengan karya yang kita lakukan. Karena Pada dasarnya sebuah inovasi adalah kemampuan
untuk menerapkan solusi kreatif terhadap masalah dan peluang untuk merubah
sesuatu hal.
Dengan adanya inovasi, kita bisa
menciptakan karya-karya baru untuk merubah sebuah perubahan kearah yang lebih
baik. Salah satunya dengan inovasi sosial yang saat ini banyak bermunculan, seperti
pemberdayaan masyarakat desa, pemberdayaan kreatif lokal, dll.
Inovasi sosial ini didefinisikan
sebagai aktivitas yang termotivasi untuk memenuhi kebutuhan sosial, yang
dikembangkan dan disebarluaskan melalui organisasi atau komunitas yang tujuan
utamanya adalah sosial (mulgan, 2007, h.8).
Inovasi sosial ini biasanya timbul dari hati nurani
yang peduli terhadap keadaan dan masyarakat sekitar. Salah satu bukti karya
nyata yang sudah ada di
negeri ini dan telah sukses dengan adanya inovasi berbasis sosial, yaitu di
Desa Tegal Waru Bogor yang dilakukan oleh Ibu Tatiek Kancaniati Karimah dengan memberdayakan
masyarakat Desa Tegal Waru Bogor, Ibu tatiek mampu menjadikan masyarakatnya
menjadi lebih mandiri dengan berdirinya Kampung Bisnis Tegal Waru.
Ini membuktikan bahwa banyak potensi
masyarakat yang dapat kita kembangkan bersama untuk mewujudkan perubahan negeri
ini menjadi lebih baik lagi dan tidak ketergantungan dengan pihak asing.
Tentu untuk merubah itu semua, kita
tidak bisa sendirian, harus ada wadah atau dukungan dari pihak lain. Salah satunya
untuk mewujudkan itu, kita bisa bergabung dan berkontribusi dengan beberapa
komunitas sosial terkait, seperti Islamic
Student Center Foundation yang berubah nama menjadi Inspirasi Anak Negeri
Foundation yang telah mampu memberdayakan masyarakat khususnya anak-anak negeri
yang terbelakang menjadi punya semangat belajar dan cita-cita yang tinggi demi
sebuah perubahan di negeri ini, serta masih banyak lagi wadah yang bisa kita
temukan diluar sana.
Sudah saatnya kita sebagai pemuda untuk terus berkarya
dengan inovasinya dan bisa menjadi agent of change terutama untuk
masyarakat sekitar kita. Jika kita hanya berdiam diri mengikuti alur
perekonomian yang semakin mengkhawatirkan ini tanpa adanya kontribusi karya
nyata dari kita, maka kita akan terkalahkan oleh masyarakat asing diluar sana yang
ingin merusak Negeri ini. Karena “kebaikan yang tidak terorganisir akan
terkalahkan oleh keburukan yang terorganisir”
Mari gunakan potensi dan peluang yang ada dengan
hal-hal yang bermanfaat untuk diri kita dan juga untuk orang lain dan semoga
ini menjadi output awal kita untuk membangun peradaban yang diidamkan.
Salam Inspiratif!
-Inspirasi Anak Negeri-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar