Oleh : Rina Kholilatun Nisa
Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tetapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya dengan melepaskan beberapa hal dalam kehidupan, walaupun itu tidak mudah. Karena kebanyakan dari kita lebih mengedepankan kemalangan, berfikir negatif dan kurang bersyukur. Sehingga akan timbul tekanan hidup atau stres dalam dirinya.
Tidak heran jika masyarakat Indonesia tingkat stresnya paling tinggi dengan berbagai faktor permasalahan di dalam kehidupannya. Menurut para ahli, di Carnegio Mellon University, Pittsburgh. Bahwa sejak tahun 1983 hingga tahun ini, tingkat stres di dunia mengalami peningkatan sebesar 18% pada wanita dan 24% pada pria. Penelitian ini dimuat dalam Journal of Applied Social Psychology. Hal ini membuktikan bahwa bukan hanya masyarakat Indonesia yang mengalami tingkat stres tinggi tapi juga hampir di seluruh negara mengalami hal yang sama.
Lalu, apa hubungannya bahagia dengan stres? Bahagia kok tapi stres? bahagia inilah yang diidamkan setiap insan, yaitu bahagia yang sesungguhnya tersembunyi dalam berbagai kesulitan dan tantangan di depan mata. Karena kesulitan bisa diubah menjadi berkah dan kesulitan ini pula memiliki kekuatan unik untuk menginspirasi.
Bahagia juga merupakan satu bentuk dari emosi positif yang sesungguhnya sudah ditanamkan Allah SWT dalam diri setiap insan, agar kita dapat menjalani hidup dengan penuh kegembiraan, sehat, awet muda, terbebas dari stres dan penyakit.
Setelah kita merasakan bahwa kesulitan, stres dalam hidup, tekanan hidup yang luar biasa dan segala macamnya. Lalu apa yang akan kita lakukan? Bunuh diri atau menarik diri dikeramaian? Itulah yang terjadi saat ini disekitar kita.
Saat ini, dari semua permasalahan itu bisa kita selesaikan dengan hal yang simple. Seperti dalam Q.S Al-Alaq : 3-4 inilah metode unik yang membuat orang sukses bisa bangkit dari keterpurukannya, seperti B.J Habibi yang sangat sedih sekali setelah istrinya meninggal akhirnya bisa menjadi sebuah film menginspirasi, seorang Taufik Ismail juga yang akhirnya bisa menjadi sebuah karya puisi yang fenomenal, serta bunda Chichi Sukardjo yang mengalami penyakit luar biasa yang akhirnya bisa sembuh total atas izin Allah dan menerapkan terapi ini, dan masih banyak lagi.
Di dalam Q.S Az-Zariyat :23, mengatakan bahwa “..sungguh apa yang dijanjikan itu pasti terjadi seperti apa yang kamu ucapkan.”
Dengan Melepaskan pikiran negatif lalu dituangkan ke dalam selembar kertas bersama pensilnya. ini solusi terbaik yang harus kita lakukan dalam kamus pikiran kita. tidak semua orang bisa menjadi contoh teladan yang dikagumi semua orang, namun semua orang dapat memiliki pikiran yang besar. Pikiran yang besar dapat meredam rasa sakit & kesedihan seseorang dapat mengompensasi kekurangan kita. Percaya pada diri sendiri, temukan relung sendiri dan kita juga dapat memiliki kehidupan yang berharga.
Menulis pikiran dan perasaan terdalam, merupakan salah satu obat terbaik. Kita akan lebih mengenal diri sendiri, lebih sehat dan bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar