Jumat, 13 November 2015

Aku sebagai Pakar Ekonomi Islam Masa Depan

Oleh : Rina Kholilatun Nisa

Kesadaran akan pentingnya nilai moral dalam ekonomi telah banyak dikumandangkan oleh para ilmuwan ekonomi. Fritjop Capra dalam bukunya, ”The Turningt Point, Science, Society, and The Rising Culture, menyatakan, ilmu ekonomi merupakan ilmu yang paling bergantung pada nilai dan paling normatif di antara ilmu-imu lainnya. Yang juga disebut oleh E.F Schummacher sebagai ”meta ekonomi” karena hampir tidak pernah dimasukkan secara eksplisit di dalam ekonomi kontemporer.
Demikian pula Ervin Laszlo dalam bukunya 3rd Millenium, The Challenge and the Vision mengungkapkan kekeliruan sejumlah premis ilmu ekonomi, terutama resionalitias ekonomi yang telah mengabaikan sama sekali nilai-nilai dan moralitas. Menurut mereka, kelemahan dan kekeliruan itulah yang menyebabkan ilmu ekonomi tidak berhasil menciptakan keadilan ekonomi dan kesejahteraan bagi umat manusia. Yang terjadi justru sebaliknya, yaitu ketimpangan yang semakin tajam antara negara-negara berkembang (yang miskin) dengan negara-negara maju. Lebih lanjut mereka menegaskan bahwa untuk memperbaiki keadaan tidak ada jalan lain kecuali dengan merubah paradigma dan visi, yaitu melalukan satu titik balik peradaban.[1]

Inilah Saatnya!! Awal yang tak memiliki akhir,
Karena dari sinilah semuanya berawal. Perubahan untuk peradaban yang menginspirasi.

Hidup adalah sekumpulan dari takdir-takdir. Bagaimana kita bisa merespon dan menyikapi takdir itu. Kalau kita merespon dan menyikapi dengan berhusnuzhon, maka kebaikan dan kebermanfaatan yang akan kita dapatkan, namun kalau menyikapinya dengan hal yang negative, su’usdzon. Maka keburukan yang akan kita dapatkan. Semua tergantung kepada kita sendiri.
Saya merupakan Pakar Ekonomi Syariah terbaik di Indonesia yang siap memberikan pemikiran-pemikirannya kepada masyarakat Indonesia. Pemikiran saya akan fokus kepada sektor riil, Business Syariah yang menjadi potensi besar bagi bangsa ini. Dan ketika ada kesempatan yang datang kepada saya untuk masuk ke sektor moneter, saya akan mengubah Indonesia menjadi negara ekonomi syariah dengan Asset diatas 60%. Dengan demikian saya akan menciptakan/menginspirasi 1000 orang diseluruh Indonesia untuk mengembangkan perekonomian Indonesia secara Syariah dan dapat mandiri secara Finansial. Melalui ekonomi syariah berbisnis menjadi penuh barokah.

Memulai untuk menghasilkan uang adalah kesalahan terbesar dalam kehidupan. Lakukan apa yang menurutmu merupakan keahlianmu, dan jika kamu cukup bagus melakukannya, uang akan datang. (Greer Garson, Pemenang Piala Oscar 1943 untuk peran utama wanita)

Semua berawal dari hal yang terkecil, teruslah bergerak walau lelah, lelah karena lillah. Jangan pernah berhenti karena keberhentian dan tempat istirahat terbaik adalah Syurga-NYA yang penuh dengan kenikmatan. Semoga kita termasuk kedalam penghuni-penghuni syurga-Nya Allah SWT.
Aamiin Allahumma Aamiin :)

Salam Inspiratif !


[1] Agustianto – Ekonomi Islam sebagai Solusi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar