Oleh
: Rina Kholilatun Nisa
Kesadaran akan pentingnya nilai moral
dalam ekonomi telah banyak dikumandangkan oleh para ilmuwan ekonomi. Fritjop
Capra dalam bukunya, ”The
Turningt Point, Science, Society, and The Rising Culture,
menyatakan, ilmu ekonomi merupakan ilmu yang paling bergantung pada nilai dan
paling normatif di antara ilmu-imu lainnya. Yang juga disebut oleh E.F
Schummacher sebagai ”meta ekonomi” karena hampir tidak pernah dimasukkan secara
eksplisit di dalam ekonomi kontemporer.
Demikian pula Ervin Laszlo dalam
bukunya 3rd Millenium, The
Challenge and the Vision mengungkapkan kekeliruan sejumlah premis
ilmu ekonomi, terutama resionalitias ekonomi yang telah mengabaikan sama sekali
nilai-nilai dan moralitas. Menurut mereka, kelemahan dan kekeliruan itulah yang
menyebabkan ilmu ekonomi tidak berhasil menciptakan keadilan ekonomi dan kesejahteraan
bagi umat manusia. Yang terjadi justru sebaliknya, yaitu ketimpangan yang
semakin tajam antara negara-negara berkembang (yang miskin) dengan negara-negara
maju. Lebih lanjut mereka menegaskan bahwa untuk memperbaiki keadaan tidak ada
jalan lain kecuali dengan merubah paradigma dan visi, yaitu melalukan satu
titik balik peradaban.[1]
Inilah
Saatnya!! Awal yang tak memiliki akhir,
Karena
dari sinilah semuanya berawal. Perubahan untuk peradaban yang menginspirasi.
Hidup
adalah sekumpulan dari takdir-takdir. Bagaimana kita bisa merespon dan
menyikapi takdir itu. Kalau kita merespon dan menyikapi dengan berhusnuzhon,
maka kebaikan dan kebermanfaatan yang akan kita dapatkan, namun kalau
menyikapinya dengan hal yang negative,
su’usdzon. Maka keburukan yang akan kita dapatkan. Semua tergantung kepada kita
sendiri.
Saya merupakan Pakar Ekonomi Syariah terbaik di Indonesia yang siap
memberikan pemikiran-pemikirannya kepada masyarakat Indonesia. Pemikiran saya
akan fokus kepada sektor riil, Business Syariah yang menjadi potensi besar bagi
bangsa ini. Dan ketika ada kesempatan yang datang kepada saya untuk masuk ke
sektor moneter, saya akan mengubah Indonesia menjadi negara ekonomi syariah
dengan Asset diatas 60%. Dengan demikian saya akan menciptakan/menginspirasi
1000 orang diseluruh Indonesia untuk mengembangkan perekonomian Indonesia
secara Syariah dan dapat mandiri secara Finansial. Melalui ekonomi syariah
berbisnis menjadi penuh barokah.
Memulai untuk menghasilkan uang adalah kesalahan
terbesar dalam kehidupan. Lakukan apa yang menurutmu merupakan keahlianmu, dan jika kamu cukup bagus melakukannya, uang akan datang. (Greer Garson, Pemenang Piala Oscar 1943 untuk
peran utama wanita)
Semua
berawal dari hal yang terkecil, teruslah bergerak walau lelah, lelah karena
lillah. Jangan pernah berhenti karena keberhentian dan tempat istirahat terbaik
adalah Syurga-NYA yang penuh dengan kenikmatan. Semoga kita termasuk kedalam
penghuni-penghuni syurga-Nya Allah SWT.
Aamiin
Allahumma Aamiin :)
Salam Inspiratif !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar