Kamis, 01 Oktober 2020

Pendidikan dengan Nasihat

Bedah Buku Tarbiyatul Aulad Fil Islam Karya Abdullah Syaikh Ulwan
🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳
Bab 3 Pasal 1
Metode Pendidikan yang Berpengaruh Terhadap Anak
(Bagian 3 :  Pendidikan Dengan Nasihat)

🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳 

Kamu itu ya, kalau dinasihati orangtua, bisa njawab aja, bisanya mbantah aja. Ngerti enggak jadi anak. Jangan ngejawab terus”, sebuah kalimat penuh nada marah diucapkan oleh orangtua pada anaknya. Si anak kemudian hanya menunduk, dan jelas memendam rasa marah dalam hati. 

Orangtua yang bermaksud menasihati, tapi tidak akan sampai makna nasihatnya dengan cara seperti ini. Anak akan refleks menolak apapun yang dikatakan orangtua, walaupun jika nasihatnya itu benar. Sungguh menasihati itu adalah seni berkomunikasi dengan anak, kita harus banyak belajar. 

🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Syaikh Ulwan menyatakan bahwa mendidik dengan nasihat adalah metode yang efektif untuk membentuk keimanan anak, akhlaq, mental, dan sosialnya.

Nasihat memiliki pengaruh yang besar untuk membuat anak mengerti tentang hakikat sesuatu dan membangun kesadaran anak tentang prinsip Islam. Oleh karena itu, ayatayat Qur’an memuat secara berulang-ulang berbagai macam hal tentang nasihat. Ayat-ayat nasihat ini adalah cara untuk melakukan perbaikan individu maupun kelompok.

Beberapa ayat Quran memuat nasihat antara lain, menngingatkan ketakwaan, peringatan, wejangan, anjuran mengikuti jalan yang lurus, memberikan semangat, dan juga menyampaikan ancaman. 

Nasihat di dalam Al Qur’an memiliki fungsi dalam mendidik jiwa dalam kebaikan dan mengarahkannya pada kebenaran. 

Berikut ini adalah tiga jenis bahasa Qur’an dalam memberi nasihat, yang dapat kita terapkan saat mendidik anak. 

Pertama, seruan persuasif yang disertai pengambilan hati. Gaya bahasa jenis ini memiliki sugesti yang kuat terhadap perasaan dan hati, Qur’an mengajak bicara hati manusia dan akalnya dengan perbedaan karakter, jenis, dan tingkat sosial. Misalnya Ketika menasihati anak dan perempuan, tentunya perlu dengan bahasa yang berbeda. Ketika kita ingin menyentuh hati anak, maka jenis nasihat yang persuasif ini perlu kita pilih. Contoh bahasa persuasif dalam Qur’an adalah dialog Luqman dengan anaknya di surat Luqman. 

Kedua, gaya bahasa kisah yang disertai nasihat. Jenis nasihat ini memiliki pengaruh terhadap jiwa, kesan terhadap pikiran, dan argument yang logis. Al Qur’an mengulang-ulang banyak kisah yang di dalamnya terdapat berbagai macam nasihat. Ketika kita ingin membangun logika berpikir anak, maka nasihat dalam bentuk penyampaian kisah-kisah ini sangat sesuai dengan tujuan tersebut. 

Ketiga, gaya behasa pengarahan yang mengandung nasihat. Ayat-ayat Al Qur’an banyak mengandung pesan-pesan dan teks-teks yang disertai nasihat untuk memberi pengarahan kepada yang membaca. Arahan tersebut berisi perihal yang bermanfaat untuk dirinya dalam urusan agama, dunia, dan akhiratnya. 

🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Setidaknya, ada empat jenis bahasa pengarahan dalam Qur’an. 

Pertama, pengarahan yang disertai penegasan, biasanya terdapat kalimat penutup “Sesungguhnya pada yang demikian itu…”, ini merupakan nasihat penegasan bahwa hal yang dijelaskan sangat penting untuk diperhatikan. 

Kedua, pengarahan yang disertai pertanyaan pengingkaran, biasa menggunakan kalimat penutup semacam “Maka apakah kamu tidak memperhatikan”, ini merupakan jenis nasihat yang banyak mengajak pada perenungan untuk meningkatkan kesadaran.
 
Ketiga, pengarahan yang disertai penjelasan Islam yang holistik, misalnya “Dan Kami turunkan kepadamu kitab untuk menjelaskan segala sesuatu”. 

Keempat, pengarahan Al-Qur’an yang disertai kaidah hukum. Orangtua dapat mempertimbangkan berbagai macam gaya bahasa ini untuk menasihati anak.

🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Rasulullah sebagai teladan utama juga memberikan banyak contoh dalam menasihati. Berikut ini beberapa variasi cara beliau dalam memberi nasihat. 
• Menasihati sambil berkisah 
• Menasihati dengan melakukan dialog (tanya-jawab) 
• Memulai nasihat dengan sumpah atas nama Allah SWT
• Menyisipkan canda dalam penyampaian nasihat 
• Mengatur jarak waktu pemberian nasihat agar tidak bosan atau jenuh. 
• Membuat nasihat dengan penuh perasaan sehingga dapat menguasai hati yang mendengar 
• Menyampaikan nasihat dengan memberi contoh 
• Menyampaikan nasihat dengan peragaan tangan 
• Menyampaikan nasihat melalui media gambar dan penjelasan 
• Menyampaikan nasihat dengan praktik
• Menyampaikan nasihat dengan memanfaatkan momen atau kesempatan 
• Menyampaikan nasihat dengan beralih kepada yang paling penting 
• Menyampaikan nasihat dengan menunjukkan perkara yang diharamkan.

🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳

Demikian banyak variasi nasihat yang dilakukan Rasulullah, sedangkan kita sebagai orangtua kadang tidak sabar dan menganggap memarahi anak sudah menjadi sebuah proses menasihati. Sungguh, kita harus banyak belajar cara memberi nasihat dengan tepat.

🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳🏠🌳
Paragraf ke  6, kita perhatikan. Nasihat dalam Al Qur'an memiliki fungsi dalam mendidik jiwa dalam kebaikan dan mengarahkan pada kebenaran

Kemudia paragraf 7. Tiga jenis bahasa Qur'an dalam memberi nasehat:
1. Persuasif yang disertai pengambilan hati. Dalam rangka ambil hati maka beda gaya bicara terhadap anak lelaki dan perempuan. 
2. Gaya bahasa berkisah dan pengulangan
3. Gaya bahasa pengarahan.

Ke-3 hal itu adalah penyampaian nasehat (pesan) tapi diperkuat oleh kesan: ambil hati, berkisah, mengarah.

Semoga bermanfaat πŸ˜‡

Tidak ada komentar:

Posting Komentar