Bismillahirrahmanirrahim...
Alhamdulillah, kemarin abis ikutan kulwap kerennya Rumah Pensil Publisher. Daripada chatnya ilang kalau di save di WhatsApp. Saya ingin save di blog ini aja sekalian bisa di baca oleh yang lain juga dan sebagai pengingat bagi saya. semoga bermanfaat. 😇
Alhamdulillahi ladzi anzala rosulahu bil huda wa dinul haq. Liyuzhirohi ‘ala diini kullih wa kafa billahi syahiidan. Asyhaduallaa ilaaha ilallaah, wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rosuluuhu laa nabiya ba’dah.
Saya senang sekali nih jumpa dengan Ayah dan Bunda lagi dalam acara KulWap bersama Tim Rumah Pensil Publisher.😊
Kali ini KulWap kita berangkat dari keprihatin tentang banyaknya anak-anak yang dieksploitasi para pemilik konten pornografi.
Sebelum lanjut, jawab tebak-tebakan ini dulu ya...
APAKAH PORNOGRAFI ITU?
Harian Radar Bogor melansir bahwa situs pornografi anak melibatkan 18.747 anak. Jumlah anak yang jadi korban eksploitasi seksual mencapai 100-150 ribu anak. Sedangkan belanja pornografi tidak kurang dari Rp. 50 triliun per tahun.😱
Semua angka itu sangat fantastis sampai banyak orang heran sendiri: kenapa Allah belum menimpakan azab-Nya kepada kita.
Tapi Ayah dan Bunda, menjadi korban hanyalah bagian kecil dari kejadian yang dialami anak di dunia pornografi. Bagian besarnya justru mereka juga jadi penikmat pornografi. Ini sangat mengerikan.
Ada video asusila yang diperankan sepasang bocah ingusan berumur 10-an tahun. Selain itu ada modus baru: yaitu menjebak anak ke dalam pornografi melalui whatsapp video call.
Tersangka modus baru ini mendapatkan identitas para calon korban melalui aplikasi game online. Dari situ tersangka berkenalan dengan para calon korban dan komunikasi berlanjut via whatsapp.
"Kemudian tersangka meminta pelaku melakukan video call sex dengan korban dan direkam oleh tersangka tanpa sepengetahuan korban," ujar Kombes Iwan Kurniawan, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya
Rekaman tersebut, kata Iwan, dimanfaatkan tersangka untuk mengancam korbannya. Tersangka, lanjut Iwan, mengancam korban akan menyebarkan rekaman itu jika korban menolak memenuhi keinginan tersangka.
Keinginan anak untuk menikmati pornografi juga dimanfaatkan orang-orang bejat. Seperti dalam kasus sepasang suami istri yang mempertontonkan adegan vulgar kepada anak-anak dengan memungut bayaran antara Rp. 5.000 sampai Rp. 10.000, atau dengan bayaran mie instan dan rokok.
Pasutri ini sengaja membuka jendela kamar agar bisa ditonton dan kejadiannya terjadi beberapa kali sampai akhirnya dihentikan oleh seorang guru mengaji.
Jelas paparan pornografi berdampak buruk bagi anak-anak. Tapi apa saja sih dampak buruknya?
DAMPAK BURUK MENIKMATI PORNOGRAFI PADA ANAK ADALAH:
1. Kecanduan
Berbagai konten pornografi yang muncul melalui iklan, media sosial, games, film, video klip, ataupun tontonan di atas awalnya akan membangkitkan rasa penasaran terlebih dahulu pada anak, bahkan saat tidak sengaja melihat sekalipun. Rasa penasaran inilah yang menjadi dorongan anak-anak untuk melihat lebih banyak konten pornografi lainnya.
Selain itu, kecanduan ini dipicu oleh pengeluaran hormon dopamin pada otak sehingga akan menimbulkan perasaan bahagia ketika menonton konten pornografi. Bila tidak segera dicegah, bukan tidak mungkin kecanduan terhadap konten pornografi dapat terjadi pada anak.
2. Merusak Otak
Pornografi dapat merusak otak anak, tepatnya pada salah satu bagian otak depan yang disebut Pre Frontal Cortex (PFC). Hal ini disebabkan karena bagian PFC yang ada di otak anak belum matang dengan sempurna. Jika bagian otak ini rusak, maka dapat mengakibatkan konsentrasi menurun, sulit memahami benar dan salah, sulit berpikir kritis, sulit menahan diri, sulit menunda kepuasan, dan sulit merencanakan masa depan.
3. Keinginan mencoba dan meniru
Dampak lain yang dirasakan anak setelah melihat pornografi adalah keinginan untuk mencoba dan meniru. Ini berkaitan dengan terpengaruhnya mirror neuron. Mirror neuron adalah sel-sel otak yang mampu membuat anak seperti merasakan atau mengalami apa yang ditontonnya, termasuk pornografi. Hal ini dapat mendorong anak untuk mencoba dan meniru apa yang dilihatnya.
4. Mulai Melakukan Tindakan Seksual
Jika tidak diawasi, anak-anak yang terpapar pornografi ini bisa saja mencoba melakukan tindakan seksual untuk mengatasi rasa penasarannya. Apalagi jika mereka sudah remaja, jika tidak diberikan pendidikan dan pemahaman seksual yang baik, keinginan melakukan tindakan-tindakan seksual sulit dicegah.
CIRI-CIRI ANAK YANG KECANDUAN PORNOGRAFI
Penulis buku The Drugs of the New Millenium, Mark Kastleman memberi nama pornografi sebagi visual crack cocaine atau narkoba lewat mata.
Memang ada bedanya orang yang kecanduan narkoba dengan kecanduan pornografi. Kalau narkoba biasanya sakau, tapi kalau pornografi tidak terlalu kelihatan dan hanya bisa dilihat dengan cirri-cirinya.
Ciri-ciri anak yang kecanduan pornografi:
• Mengabiskan waktu lebih banyak dengan perangkat teknologi, seperti internet, game dan lain sebagainya
• Anak jadi gampang marah
• Self esteem-nya rendah
• Jika berbicara tidak menatap mata kita
• Suka melawan
• Suka berkhayal
• Prestasi akademik merosot tiba-tiba
• Menjadi pendiam
Lalu, Bagaimana Cara Agar Anak-anak Kita Tidak Terjebak dalam Pornografi?
MENGENALKAN TARBIYAH JINSIYAH
Tarbiyah Jinsiyah adalah pendidikan seks dalam Islam. Jadi anak-anak harus diberi tahu tentang seksual dengan cara yang benar. Bukan dibiarkan.
Dibiarkan akan berbahaya, sebab cepat atau lambat anak akan mengalami dorongan seksual tanpa tahu bagaimana menghadapinya. Bila ia bertanya pada orang yang salah, bahaya jadinya. Maka orangtua harus turun tangan nih mendidik anaknya.
Apa saja yang harus diajarkan dalam Tarbiyah Jinsiyah? Silakan simak ya...
1. Anak Harus Minta Izin Ketika Masuk ke Kamar Orangtua
Ayah dan Bunda, sejak kecil sebenarnya anak harus diajarkan untuk meminta izin masuk ke dalam kamar ayah dan ibunya. Lihat deh hadis berikut:
Anas ra berkata, “Aku adalah pelayan Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam. Aku pernah masuk tanpa meminta izin terlebih dahulu. Ketika aku datang pada hari berikutnya, Beliau bersabda, ‘Sebagaimana untukmu wahai anakku, sesungguhnya telah terjadi ketetapan, janganlah kamu masuk, kecuali setelah meminta izin terlebih dahulu.”
Apa setiap saat harus minta izin? Tidak setiap saat sih, tapi ada 3 waktu yang dalam Al-Qur’an ditentukan untuk meminta izin masuk kamar orangtua.
Ketiga waktu itu adalah:
- Menjelang shalat subuh,
- Menjelang waktu zuhur,
- Setelah Isya.
Dengan catatan: izin harus diminta bila pintu kamar tertutup dan orangtua ada di dalamnya.
Ayat ini mengandung pendidikan seksual yang penting untuk diperhatikan. Kenapa? Karena kita sering mengabaikannya.
Buktinya? Buktinya kita masih membiarkan anak-anak mumayiz (hampir baligh) melihat aurat orangtuanya atau pembantu melihat aurat tuannya, atau sebaliknya, atau anak-anak mumayiz melihat aurat pembantu, atau sebaliknya.
Hal ini tidak bisa dibiarkan, sebab para psikolog memberi tahu bahwa apa yang dilihat anak di usia muda dapat mempengaruhi kehidupannya di masa datang. Banyak sekali penyakit seksual yang dialami remaja dan dewasa, berawal dari salah pandangan di masa kecil. Mengerikan bukan?
Perhatikan ayat suci ini ya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig (dewasa) di antara kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan), yaitu sebelum shalat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari, dan setelah Shalat Isya. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu, mereka keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.” (QS An-Nuur [24]: 58)
2. Membiasakan Anak Menundukkan Pandangan dan Menjaga Aurat
Kabarnya seorang cendekiawan Jerman pernah berkata, “Sungguh, aku telah mengkaji berbagai ilmu tentang seks dan terapi-terapi untuk mengatasi permasalahan seks. Namun, aku tidak menemukan obat yang paling mujarab, selain apa yang dikatakan Al-Qur’an dalam ayat ini:”
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS An-Nuur [24]: 30)
Setelah mumayiz (hampir baligh) anak sudah mempunyai kecenderungan seksual. Tak ada obat yang lebih mujarab selain mengajarkan dua hal ini padanya:
- Menundukkan pandangan (Gadhul Bashar), dan
- Menutup aurat.
Tak boleh orangtua yang melihat anak laki-laki atau anak perempuannya saling menatap dengan lawan jenis dan membiarkannya. Lihat saja hadis berikut ini:
Imam Ahmad telah meriwayatkan bahwa Al-Fadl ibnu Abbas (keponakan Rasulullah) berkata, “Aku membonceng di belakang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dari Jam sampai Mina. Pada waktu beliau berjalan, tiba-tiba ada orang Arab Badui yang memperlihatkan kepadanya seseorang yang diboncenginya yang ternyata adalah anak perempuannya yang cantik. Kemudian ia berjalan beriringan dengan Rasulullah.”
Al-Fadl berkata, “Aku sempat memandangnya. Lalu Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam melihatku dan segera memalingkan wajahku dari wajahnya. Kemudian aku mengulanginya kembali, lalu beliau memalingkan wajahku kembali dari wajahnya. Beliau melakukan hal itu tiga kali. Dan beliau tetap membaca talbiah sampai melontar jumratul aqabah.”
Dalam hadis lain, Ibnu Abbas berkata kepada Nabi Shalallaahu ‘alaihi wassalam, “Aku melihat engkau memalingkan wajah anak pamanmu.”
Lalu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Aku melihat seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Aku khawatir setan akan masuk di antara keduanya.”
Selain Gadhul Bashar (menundukkan pandangan) dari melihat aurat orang lain, anak juga harus menutup auratnya. Caranya dilakukan seiring dengan melaksanakan perintah shalat. Kok bisa?
Iya dong bisa. Sebab saat shalat, pakaian anak harus menutup auratnya. Dengan pembiasaan ini minimal sebanyak 5 kali sehari, anak akan terbiasa dan senang dengan menutup aurat. Jiwanya akan tumbuh suci, akhlaknya akan mulia dan imannya akan kuat. Dengan kata lain, mereka jadi anak-anak shalih dan shaliha.
Jadi patut diduga kuat bila ada orang yang tak menjaga auratnya, ia memang tak terbiasa melaksanakan shalat, atau shalatnya bolong-bolong, serta tidak biasa diajarkan shalat dari sejak kecil.
Kita jadi bisa menebak ibadah seseorang dari pakaiannya. Seperti detektif saja ya. Keren kan?
3. Memisahkan Tempat Tidur Anak dengan Saudaranya
Memisahkan tempat tidur anak dengan saudaranya terlihat remeh, tetapi sangat sangat penting. Inilah hal istimewa dalam Islam karena mengajarkan kita untuk sangat teliti. Hal ini disebut Diqqah Nabawiyah (ketelitian kenabian).
Imam Abu Daud meriwayatkan hadis berikut dengan sanad hasan:
“Perintahkan anak-anak kamu untuk shalat pada usia 7 tahun. Pukullah mereka, ketika meninggalkan shalat pada usia 10 tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka.”
Dalam hadis ini disampaikan perintah yang jelas: bahwa anak-anak harus dipisahkan tidurnya sejak usia 10 tahun. Kenapa sih? Karena di usia 10 tahun inilah gejolak seksual mereka mulai tumbuh.
Bagaimana dengan anak-anak berjenis kelamin sama? Apakah perlu dipisahkan juga?
Sebisa mungkin iya. Bila terpaksa harus tidur dalam satu kasur yang sama, anak-anak yang berjenis kelamin sama tidak boleh pakai 1 selimut. Mereka harus memakai 2 selimut berbeda. Semakin jauh jaraknya, semakin baik.
Bila hal ini diabaikan, ternyata banyak terjadi kasus gay.
Jadi untuk menutup celah-celah kerusakan moral anak-anak, orangtua harus melakukan langkah pencegahan dengan teliti.
4. Melarang Tidur Telungkup dan Mengajarkan Tidur Miring di atas Lambung Kanan
Orang yang tidak mengerti, tentu akan bertanya meremehkan: apa hubungannya posisi tidur dengan penyimpangan seksual?
Namun orang muslim yang taat akan melaksanakan dulu, baru bertanya kemudian, setelah mendengar bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menyunnahkan agar kita tidur dengan posisi miring di atas lambung sebelah kanan.
Rasulullah juga menjelaskan bahwa tidur tengkurap adalah cara tidurnya setan. Sebab tidur tengkurap akan mempengaruhi timbulnya nafsu syahwat.
Jadi Ayah dan Bunda, bila Anda melihat anak tidur tengkurap, betulkan posisinya dengan lembut dan baik. Beritahu agar ia mencontoh cara tidur Rasulullah Shalallaahu ‘alihi wassalam.
Selain tidak baik secara psikologis, cara tidur setan yang tengkurap juga bisa menimbulkan banyak penyakit. Kalo tidak percaya, silakan tanya para dokter deh.
5. Menjauhkan Anak dari Ikhtilat
Ikhtilat adalah bercampurnya laki-laki dan wanita. Ikhtilat berbeda dengan khalwat. Khalwat adalah menyendirinya seorang laki-laki dan perempuan di tempat yang tidak terlihat orang banyak tanpa hadirnya mahrom perempuan.
Bagaimana dengan anak-anak yang bersekolah di sekolah yang masih bercampur antara anak laki-laki dan perempuan? Atau di tempat kursus? Atau di mal dan pasar-pasar?
Tidak selamanya Ikhtilat dilarang, ada keadaan ketika Ikhtilat diperbolehkan, dengan banyak syarat, di antaranya:
- Para laki-laki dan perempuan tetap menjaga adab dalam pergaulan, tidak bersikap menarik perhatian lawan jenis.
- Tidak bersentuhan dengan lawan jenis.
- Ada sanksi untuk yang melanggar adab.
- Dilakukan dalam batas wajar.
- dll
Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah berpendapat: tidak ada keraguan bahwa ikhtilat adalah sumber banyak sekali kerusakan, bencana dan musibah.
Bahkan agar tidak bercampurnya jamaah laki-laki dan perempuan saat memasuki masjid, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam mengkhususkan sebuah pintu di Masjid Nabawi sebagai tempat masuk dan keluarnya kaum wanita.
“Dari Ibnu Umar dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Sekiranya kita menyisakan pintu ini (seraya beliau menunjuk kepada salah satu pintu Masjid) untuk para wanita (adalah lebih baik).’ Nafi’ berkata; Maka Ibnu Umar tidak pernah masuk dari pintu tersebut hingga dia meninggal.” (HR. Abu Dawud)
Jadi, jangankan membiarkan pacaran, Ayah dan Bunda, bahkan kita harus sebisa mungkin menjauhkan anak-anak dari ikhtilat. Walaupun dalam keadaan darurat hal ini diperbolehkan.
6. Mengajarkan Mandi Wajib dan Sunnah-Sunahnya bagi Anak yang Menginjak Dewasa
Sebaiknya ayah lah yang menjelaskan hal ini pada anak laki-laki dan ibu yang menjelaskan pada anak perempuan.
Bila mimpi basah dan haid telah datang, maka anak sudah memasuki usia taklif (menerima beban) dalam menjalankan perintah Allah.
Saat itulah awal berlakunya berbagai kewajiban dan larangan agama. Amal mulai dihisab dan ucapan mulai dicatat. Malaikat pencatat amal di kanan dan kiri mulai bekerja mencatat kebaikan dan keburukan.
Untuk menjelaskan hal ini sebaiknya orangtua memberi nasihat dengan lembut, baik dan penuh motivasi agar anak bersemangat beramal shalih dan membenci kemaksiatan.
7. Mengajarkan Surah An-Nuur
Mulai usia 10 tahun atau baligh, tempat tidur mulai dipisah dan orangtua mulai memberi imunisasi kejiwaan agar anak mampu mengarahkan dorongan seksual, mengekang nafsu dan memelihara diri dari perbuatan zina.
Para Salafus Shalih mengajarkan anak-anak Surah An-Nuur sebagai bimbingan. Mereka diminta membaca, mengerti dan bahkan menghapalkannya.
Seorang ulama bernama Al-Jahidz berkomentar, “Sesungguhnya para pendidik harus memberikan perhatian khusus terhadap hafalan Surah An-Nuur bagi anak-anak perempuan.”
Amirul Mukminin, Umar ibnul Khattab ra menggantungkan tulisan yang berbunyi, “Wanita muslimah tidak boleh masuk ke tempat pemandian, kecuali karena sakit dan ajarkan wanita-wanita kamu Surah An-Nuur.”
Kenapa Surah An-Nuur? Karena Surah An-Nuur memuat lengkap petunjuk tentang akhlaq, penjelasan masalah seksual dan perintah menjauhi zina.
8. Menjelaskan Masalah Seks dan Perzinahan
Ayah dan Bunda, setelah penjelasan tentang akhlaq, kewajiban mandi junub dan lainnya di atas, kini tibalah saatnya menjelaskan tentang bahaya zina.
Agar anak paham beratnya dosa perbuatan zina, mereka harus diberi pengetahuan perlahan tentang hukuman buat para pezina, yaitu cambuk 100 kali atau dirajam sampai mati.
9. Tidak Mempersulit Pernikahan
Hari gini cepet nikah?
Kira-kira gitu jawaban orang bila ada yang melakukan pernikahan di usia muda. Di jaman now, dimana orang bersekolah sampai usia 24 tahun, dimana pacaran tak dilarang hukum, maka cepat menikah tampak seperti kemunduran, keburukan dan kesalahan. Benarkah begitu?
Intinya bukan sekecil apa usia orang boleh menikah tapi bagaimana sikap orangtua agar tidak sampai mempersulit anak-anaknya menikah bila mereka telah siap. Mempersulit di sini semisal mempermasalahkan masalah fisik: harus ganteng, harus cantik, harus punya rumah dulu, harus keturunan begini dan begitu, harus ada mahar sekian dan lain-lain.
Banyak penyakit jiwa, sosial bahkan kriminalitas lahir karena pernikahan dipersulit.
Kecil-kecil sudah pacaran, kasus gay, hamil di luar nikah, Married by Accident, pembunuhan karena perselingkuhan pacar dan lain-lain akan sangat banyak terkurangi bila orangtua tidak mempersulit anak-anak mereka untuk menikah bila telah siap fisik, mental dan tanggung jawab.
10. Melihat Tanda-tanda Usia Baligh
Karena sudah mengalami, kita semua sudah tahu tanda-tanda tibanya usia baligh pada anak. Sekadar mengulang, tanda-tanda baligh bila terjadi:
- Ihtilaam (mimpi sampai basah)
- Haid
- Tumbuh rambut di sekitar kemaluan
- Sudah berusia 15 tahun.
Mengetahui anak sudah baligh atau tidak penting bagi orangtua untuk mempersiapkan anak memasuki usia dewasa.
Tapi selain mengenalkan Tarbiyah Jinsiyah, ada lagi nih satu pe-er besar buat ortu jaman now. Apa itu?
DIET GADGET
Bayangkan, secara statistik di seluruh dunia, beginilah keadaan pornografi dunia maya:
• 12% situs internet adalah situs pornografi. Jumlahnya 24.644.172 situs.
• Setiap detiknya ada 28.858 orang menonton situs porno.
• 25% penelusuran dengan search engine merupakan query yang berhubungan dengan pornografi (68 juta search query).
• Dari semua data yang di download, 35% nya mengandung konten pornografi.
• Rata-rata umur anak saat pertama kali melihat pornografi adalah 11 tahun.
• Setiap harinya terjadi 116.000 query penelusuran berkaitan dengan pornografi anak.
• Ada sekitar 100.000 website ilegal yang berkaitan dengan pornografi anak.
• KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) mengungkap bahwa 65,34 % anak usia 9-19 tahun di Indonesia mengakses pornografi via gadget.
Di masa kini pornografi kian marak karena banyak dilakukan di dunia maya melalui adanya internet. Dan alat apa yang digunakan semua orang untuk mengakses internet?
Gadget! Tentu saja. Jadi mau tidak mau, orangtua juga harus mengambil sikap dalam hal ini dengan melakukan diet gadget.
Jadi, dunia di sekitar kita sudah sangat beresiko. Orangtua tidak boleh ragu lagi melakukan diet gadget buat anak.
Sementara itu, untuk melindungi anak-anak dari konten asusila. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise sedang menyiapkan peraturan menteri mengenai larangan penggunaan telepon seluler atau ponsel terhadap anak-anak.
“Ketika SD membuka situs-situs yang kurang baik, ketika SMP dan SMA sudah mulai mempraktikkan,” ucapnya.
Nah, sanggupkah orangtua mendukung dengan sikap tegas pula? Karena ini sudah menjadi kondisi darurat nasional.
“Kami sedang menyiapkan permen (peraturan menteri) mengenai aturan tersebut. Saya pikir, anak-anak, terutama yang masih duduk di sekolah dasar (SD), belum perlu HP (ponsel),” ujar Yohana dalam seminar di Universitas Negeri Jakarta, kemarin.
Menurut dia, penggunaan ponsel membuka peluang bagi anak-anak untuk membuka situs-situs yang kurang baik.
Cara Diet Gadget:
• Kurangi sedikit demi sedikit waktu menggunakan gadget, sampai maksimal 2 jam per hari.
• Jika mengurangi sedikit demi sedikit ini tidak berhasil, larang gadget sama sekali.
• Mengarahkan anak pada kegiatan di luar ruangan seperti berolah raga, mencari serangga, dan lain-lain.
KEMBALI KE BUKU
Ayah dan Bunda, anak yang dikenai diet gadget biasanya akan mengamuk, ngambek atau minimal protes keras. Karena itu perlu diberi alternatif gadget. Salah satu alternatif terbaik bagi gadget adalah buku.
Kenapa harus buku? Karena buku memiliki berbagai manfaat yang sangat luar biasa. Mau tahu apa saja? Silakan simak ya...
Islam menuntut kita untuk menjadi seorang yang berguna bagi orang lain. Mampu menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk membantu orang lain karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
Salah satu cara menjadi orang yang berguna bagi orang lain adalah dengan banyak membaca buku.
Sebagaimana sabda Rasul: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’no:3289)
Buku adalah jendela dunia yang berisikan segala ilmu pengetahuan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Ada banyak manfaat membaca buku menurut Islam. Simak yaa:
10 Manfaat Membaca Buku Menurut Islam dan Dalilnya:
1. Menambah ilmu
Dengan membaca buku, kita akan menambah ilmu pengetahuan yang kita punya. Menuntut ilmu melalui membaca buku sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana sabda Rasul:
“Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang Islam” (Riwayat Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Ibnu Abdil Barr, dan Ibnu Adi, dari Anas bin Malik)
2. Meningkatkan keimanan
Membaca buku akan meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT. Kita jadi lebih berpikiran terbuka dan rasional dalam menghadapi sesuatu sehingga keimanan kita kepada Allah pun semakin kuat. Sebagaimana sabda Rasul:
“Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya ; dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula; dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula”. (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Menjadi amal jariyah
Membaca buku merupakan suatu amalan karena dengan bertambahnya ilmu pengetahuan kita, lalu kita sampaikan apa yang kita pelajari pada orang lain, maka selama ilmu itu terus mengalir dan dipergunakan untuk kepentingan yang baik, akan mengalir terus pahala kita walau kita telah wafat. Sebagaimana sabda Rasul:
“Apabila manusia telah meninggal dunia maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga amalan : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakan dia.” (HR. Muslim)
4. Kemudahan menuju surga
Membaca buku terutama buku tentang Islam akan menambah ilmu pengetahuan tentang agama Islam. Berbagai ilmu tasawuf modern, ilmu tauhid Islam, dan ilmu lainnya akan memudahkan jalan kita menuju surga karena ilmu yang bermanfaat. Sebagaimana sabda Räsulullah SAW:
“Siapa yang menempuh jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan perjalankan (mudahkan) ia jalan menuju Surga. Sungguh para malaikat mengepakkan sayap-sayap mereka karena ridha dengan penuntut ilmu. Sungguh orang alim benar-benar dimintakan ampun oleh makhluk di langit dan di bumi hingga ikan di laut.
Keutamaan ahli ilmu dibanding ahli ibadah bagaikan keutamaan bulan atas seluruh bintang. Para ahli ilmu adalah perawis para Nabi. Para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham tetapi mewariskan ilmu.
Siapa yang mengambilnya berarti telah mengambil keuntungan yang besar.” (HR. At-Tirmidzi no. 2682, Abu Dawud no. 3641, dan Ibnu Majah no. 223. Dishahihkan Syaikh Al-Albani)
5. Mengasah konsentrasi
Membaca buku akan mengaktifkan sel-sel saraf pada otak yang akan membuat otak menjadi lebih mudah berkonsentrasi. Orang yang sering membaca akan mudah berkonsentrasi pada satu hal yang ia fokuskan. Bahkan Allah pernah mengajarkan doa untuk konsentrasi kepada Nabi Muhammad dalam surah Al Mu’minun ayat 97-98 yang artinya:
“ Katakanlah (hai Muhammad), ‘Aku berlindung kepada-Mu ya Allah dari gangguan setan. Aku juga berlindung kepada-Mu dari kepungan mereka’.”
6. Menjelajah dunia tanpa meninggalkan rumah
Keunikan dari membaca buku adalah kita bisa menjelajahi dunia tanpa meninggalkan tempat tinggal kita. Tanpa beranjak dari dalam rumah atau kursi yang nyaman, kita bisa merasakan sensasi berada di belahan dunia lain.
7. Terhindar dari pikun
Seorang peneliti dari Henry Ford Health System, Dr. C. Edward Coffey, membuktikan bahwa hanya dengan membaca buku seseorang akan terhindar dari penyakit “Demensia”. Demensia adalah penyakit saraf yang menyebabkan seseorang menjadi sangat pikun.
Membaca dapat menciptakan semacam lapisan penyangga yang melindungi dan mengganti perubahan sel-sel otak dengan menumbuhkan dendrit, salah satu komponen sel saraf otak atau neuron.
8. Menambah empati
Membaca buku terutama buku yang berisikan tentang perjalanan hidup seseorang atau buku sastra akan menambah empati pembacanya dan merupakan cara meningkatkan akhlak. Seseorang akan menjadi lebih peka terhadap orang lain karena wawasan yang lebih luas.
Menurut penelitian di University of Toronto dikatakan bahwa rajin membaca buku fiksi akan menambah nilai empati yang ada di dalam diri seseorang. Membaca buku dapat menstimulasi otak untuk menciptakan dunia sosial dalam pikiran.
Siapa bilang membaca itu kegiatan yang sangat serius? Justru dengan membaca, seseorang dapat mengurangi tekanan mental yang diderita.
Membaca buku, terutama buku fiksi, dapat mengurangi stress. Sebuah studi yang dilakukan oleh beberapa ahli di Sussex University, Amerika Serikat, membuktikan bahwa membaca buku sebelum tidur dapat mengurangi kadar stres hingga 68%. Membaca dapat menarik pikiran seseorang dalam dunia yang terbentuk berdasarkan cerita di dalam buku sehingga pembaca merasa memiliki jiwa tenang dalam Islam. membaca juga merupakan obat hati dalam Islam.
10. Meningkatkan kreativitas
Membaca dapat meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas seseorang. Dengan membaca, sel-sel otak akan lebih aktif, terutama sel otak kanan yang bekerja dalam menciptakan berbagai ide baru. Sebut saja Thomas Alva Edison yang sangat gemar membaca sehingga ia mampu menciptakan berbagai ide-ide baru setiap hari.
Itulah beberapa manfaat membaca buku menurut Islam. Membaca buku adalah suatu tuntutan dalam kegiatan menuntut ilmu.
Maka perbanyaklah membaca buku.
Jangan lupa, Ayah dan Bunda. Dalam perspektif keluarga, buku akan menambah quality time dan family time. Waktu keluarga yang berkualitas. Terutama bila orangtua meluangkan waktu untuk membacakan buku untuk anak atau membaca buku bersama anak-anak.
KESIMPULAN
“Untuk menghindari anak dari jebakan pornografi yang demikian marak dan menarik, orangtua harus memberi mereka Tarbiyah Jinsiyah, melakukan diet gadget dan menawarkan buku sebagai alternatif terbaik mengisi kegiatan anak.”
Alhamdulillah, materinya sangat detail dan lengkap. Semoga bermanfaat bagi ayah bunda untuk mempersiapkan generasi Rabbani yang unggul, Sholeh dan Sholehah. Aamiin Allahumma aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar