Qotinas House merupakan brand Hijab yang didirikan pada November 2014. Dengan melibatkan pihak investor, saya beserta satu rekan lain bertindak pengelola/mudharib. Pada saat itu model hijab double persegi empat belum banyak ditemukan seperti sekarang. Pertama keluar, kami mengeluarkan dua model dengan banyak kombinasi warna dan motif.
Qotrina House sebelumnya merupakan hijab instan yang tidak dijalankan lagi oleh pihak investor. Kemudian kami bertemu investor dan meneruskan bisnis dibidang yang sama dengan sedikit perubahan konsep produk yangmerupakan sebuah nama dijual. Jadi, brand Qotrinas House sudah cukup dikenal, bahkan account mediasosial sudah lengkap dengan pengikut yang lumayan besar. Hal itu memudahkan saya dalam melakukan publikasi, karena Saya tidak harus memulai semuanya dari nol.
Qotrina’s House dengan konsep baru merubah paradigma wanita berkerudung syar’I berkonotasi ribet, panas, monoton dan kuno. Qotrina yang berarti salju, memiliki filosofi muslimah yang berhijab memiliki kesejukan ketika mengenakan hijab syar’I, bukan panas, gerah dan sebagainya.
Saya yang mengerti bahan kain dan model lebih memfokuskan diri di bagian produksi, sedangkan satu teman saya di bagian marketing dan keuangan. Saya mencari bahan yang layak digunakan untuk menjadi bahan kerudung yang tidak panas, mudah diatur dan pilihan warna yang menarik. Setelah menemukan bahannya, Kami mencari penjhit yang bias diajak kerjasama dalam memproduksi hijab yang kami maksud. Cukup sulit mencari penjahit yang Kami maksud, mereka kurang paham dengan model yang dimaksud, adapun yang paham mematok harga yang cukup tinggi, untuk awalan Kamipun menerima penjait tersebut sambil mencari penjahit yang cocok dengan harga dan hasil jahitannya.
September 2014-Juni 2015
Bisnis mengalami fluktuatif dan masih stagnan. Mayoritas penjualan melayani retail, penjualan langsung ke konsumen didalam kampus, konsumen diluar kampus memang ada namun tidak terlalu banyak. Konsumen diluar kampus banyak didapatkan dari reseller. Penjualan masih mengandalkan pesanan, Kami tidak melakukan stocking karena penjualan masih sedikit. Satu hal yang menyebabkan hal itu adalah pemasaran yang kurang massif. Karena produksi dalam jumlah besar gampang saja dilakukan, namun penjualan yang masih minim memaksa Kami untuk melakukan produksi dengan system Purchase order.
Juni – Agustus 2015
Bisnis memang memerlukan konsisten dan pengorbanan. Terbukti dengan libur semester selama 3 bulan, selama itu pula Kami tidak melakukan produksi. Padahal momen Ramadhan dan Lebaran Idhul Fitri sebenarnya peluang tahunan, dan Kami melewatkan itu karena pada waktu liburan, sebagaimana mahasiswa pada umumnya, kami pulang ke daerah asal masing-masing.
Agustus 2016 - Desember 2016
Pada bulan Agustus –dengan beberapa pertimbangan- Kami menambah personel yang akan focus di pemasaran. Segala program yang akan dijalankan selama sebulan dirancang secara sistematis dan terstruktur, merupakan peningkatan dari sebelumnya. Kamipun menganalisis point-point yang kurang untuk tidak dialami lagi pada usaha yang akan dijalankan ke depan.
Kami menyusun strategi untuk menyasar pasar besar dengan mencari reseller yang sudah punya pasar tetap. Alhamdulillah kami melayani pasar luar negeri dan luar pulau, dan kami memasok beberapa gerai muslimah secara berkala dengan orderan yang cukup besar pada saat itu.
Namun keadaan itu tak berlangsung konsisten. Konsumen yang itu itu saja dan media social belum massif, hal ini dikarenakan ketidakfokusan bagian marketing. Pada akhirnya, karena personel baru itu menyadari ketidakmaksimalannya, iapun mengundurkan diri.
Setelah itu, usaha bisnis kami jalani seperti awal. Namun fill antara investor dengan kami selaku pengelola sudah berkurang. Penjualan yang stagnanpun menjadi salah satu penyebabnya. Yang Saya pribadi rasakan adalah beban terhadap investor karena penjualan yang tidak meningkat, juga antara saya yang masih asyik dengan kegiatan organisasi di Kampus dengan bisnis yang menjadi pertanggungjawaban terhadap investor menjadi pertimbangan selanjutnya. Disisi lain, berkembanganya mode berhijab sangat cepat berubah, dengan taka da satupun diantara kami dengan basic designer membuat Kami susah mengikuti mode. Maka pada Januari 2016 Kami memutuskan menyudahi bisnis ini.
Kesimpulan dan Saran :
Bisnis memerlukan usaha yang konsisten sedangkan kami masih sibuk dengan tanggungjawab organisasi dan kuliah.
Tak gampang puas dengan usaha dan pencapaian. Ketika usaha tak juga menemukan hasil yang tak sebanding terkadang Saya merapa tak puas dengan besarnya pengorbanan yang dilakukan. dan ketika pencapaian yang tinggi didapatkan, terkadang saya menjadi lebih santai dalam menjalani bisnis.
Pada intinya taka da alasan untuk sebuah kegagalan, karena penyebab kegagalan besumber dari pribadi yang mencari-cari alasan kegagalannya. (EHS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar