Karya: Syuhada
Dua Puluh Satu Tersusun Rapi
Terdiri dari Ikhwan wa Ukhti
Empat Belas Pria yang selalu unjuk gigi, membuktikan bahwa potensi bukan hanya dari akademisi (sedikit membela diri)
7 Wanita yang dua diantara nya sudah di persunting menjadi isteri
Tapi selalu memberi kontribusi untuk negeri
Ada masa dimana kita tak lagi menyapa
Beruntung jika ada yang masih saling sapa
Karena kini satu di antara kita pun tak mampu untuk bersua
Tapi ku tau itu bukan karena kawanku lupa
Ku tau kawanku sedang sibuk dengan peperangan nya masing-masing
Tiga kawanku kini tak lagi sendiri
Sudah beristeri dan bersuami
Dua kawanku kini sibuk mengelilingi negeri
Berkontribusi tidak hanya untuk negeri sendiri, tapi juga untuk menjaga kota suci
Dua kawanku lain nya tidak kenal lelah
Menempuh perkuliahan yang membuat hati menyerah
Namun mereka tidak pasrah
Dan Tetap terus kuliah
Satu kawanku sudah lama sarjana
Mencari Batu loncatan agar gelar sarjana tidak percuma
Tetap menjalankan usaha lama
Usaha yang telah di rintis nya dari muda
Ada pula kawanku, meskipun belum sarjana
Ia selalu tampil berwibawa nan bersahaja
Meskipun kerap tertidur di jam jam pertama
Laki laki Muda
Meskipun belum sarjana
Mampu menaklukan hati seorang wali dari wanita muda
Keberanian yang tidak di miliki sarjana
Keberanian yang lebih berarti dari menghadapi tiga penguji tua
Ada juga satu orang wanita
Yang Cinta akan fashionista
Semoga cita cita nya kelak akan tercipta
Abangku satu ini, kawan ku meskipun ia sudah jauh dari kata muda
Sang muallaf muda
Sifat gigih nya selalu di jaga
Tak jarang badai silih menerpa
Meskipun pula akhwat yang ingin di jaga sudah beranak dua
Satu lagi anak muda bertalenta
Datang dari negeri nan jauh d sana
Meskipun muda, ia sudah sarjana
Tak hanya membuat senang orangtua
Tapi juga calon mertua
Ada juga orang jawa namun bisa berbahasa sunda
Bisa di bilang paling pintar d antara sesama pria
Ya.. Dia menjadi ujung tombak ketika pak Adril mulai memberikan soal yang penuh retorika
Wanita muda yang menurut ku jauh dari kata wanita
Hanya jilbab yang menjadi jawaban dari tanda tanya
Memiliki kiprah luar biasa untuk kota
Punya komunitas tidak hanya satu dua
Bersanding dengan abang tercinta
Menjadi sekretaris di komunitas kota
Sosok paling pertama yang berdiri di singasana
Bukan singasana sang Raja di istana
Singasana yang d samping nya bersanding suami tercinta
Kini pun ia sudah menjadi seorang bunda
Sudah sarjana
Sudah juga berdua
Nikmat Tuhan mana yang hendak engkau dusta?
Wanita kedua yang telah menyempurnakan agama
Semoga keberkahanNya menyertaimu berdua
Kini kawanku berpostur dewasa
Melebih tinggi rata rata
Rajin membantu orangtua, melanjutkan usaha
Selalu bersama di suka maupun duka
Pria berjiwa niaga muda
Tak hanya omong belaka
Ia selalu membuktikan kata kata
Sang kapten tercinta
Sisa tiga wanita
Satu sudah sarjana
Meneruskan cita cita
Mengamalkan ilmu agama
Sosok cantik nan Wibawa
Hafidza dan sarjana
Siapa mampu menahan rasa suka?
Dua wanita sholeha
Menjadi pelengkap cerita
Tak ada mereka kelas tidak sempurna
Mereka suka bercerita
Meskipun yang satu di suruh kultum tak juga maju memberi tausiya
Sosok laki sebelum terakhir cerita
Pria yang sekilas seperti berbadan dua
Kini ia sudah sarjana meskipun belum sempurna
Hendak pulang ke kampung tercinta
Menjadi orang nomor satu di sana
Terakhir menjadi penutup cerita
Pria muda ini sudah sarjana
Sudah pula menjadi pasangan muda
Hafalan ia punya, gelar sudah siap sedia, isteri pun selalu ada
Maka nikmat Tuhan mana yang akan kau dusta?
Ku bangga..
Meskipun kini semua tinggal cerita. Semoga ini bisa menjadi potongan kisah muda.
Kisah yang tak ingin ku lupa
Ku tunggu cerita dewasa kalian di hari tua
Tak peduli berapa Harta yang kalian punya
Ku ingin hanya kalian bercerita dan tertawa bersama