Acara : Kajian Wajib Bulanan (KAWAN IRAMA)
Hari, Tanggal : Ahad, 30 Agustus 2020
Lokasi : Google Meeting
Jam Mulai : 09.20 WIB
Jam Selesai : 10.40 WIB
Pemateri : Hidayati, SKM
Judul Materi : Jangan Sendiri!!! Sendiri itu Berat
Isi Materi :
Sumber inspirasi kebaikan adalah Alquran. Jika ingin menjadi seorang inspirator kebaikan.
Kita harus dekat dengan sang pemilik kebaikan.
Cek Inspirasi pada:
QS. Fathir: 1-3
QS. As- Shof: 4
Kita tidak akan bisa mengemban amanah sendirian. Dakwah berhasil bukan karena
kehebatan kita, tapi semata-mata karena rahmat Allah. Kita berdakwah atas kehendak Allah,
mencari rahmat Allah. Harus mendekat kepada Allah agar Allah membuka rahmatnya. Juru
dakwah menggunakan (bahasa iman) orang yg bisa mengundang atau membuka kunci
rahmat Allah.
Rizki utama yaitu keimanan. Karena iman yg menyelamatkan kehidupan manusia di dunia
dan akhirat. Lakukanlah dakwah, agar semakin banyak yg merasakan nikmat iman itu. Jika
iman bisa membeli surga maka surga bisa kita dapatkan. Memakmurkan bumi, membuka
pintu rahmat, bertauhid.
Komunitas ini merupakan gelombang kebaikan. Maka bagi yang ingin mengukir
kehidupannya mulia dan berkualitas tinggi lakukanlah amal jama’i yang didasari 4 misi yaitu:
1. Mencintai Allah, mencari cinta Allah, maka cinta Allah akan hadir didalamnya. Jika iman
yang berbicara, maka orang berhimpun atas cinta Allah
2. Mentaati Allah, berhimpun karena menaati Allah
3. Berdakwah dijalan Allah. Dibukakan oleh Allah untuk melakukan ketaatan bersama-sama.
Allah mencintai orang yang berjuang di jalan Allah. Dengan berjamaah kita bisa saling melengkapi. Ketaatan menghadirkan keikhlasan. Yang penting hanyalah melakukan
ketaatan kepada Allah.
4. Memenangkan agama Allah. Tujuan utama kita hanya untuk memenangkan agama Allah.
Bagaimana merealisasikan 4 misi tersebut?
1. Robitotul qulub: hati yang selalu terikat oleh 4 misi. Harus berusaha menjadikan hati
terikat dengan 4 misi tadi. Yang menyatukan hati orang beriman adalah Allah, bukan
dengan uang tapi dengan kebesaran-Nya. Saat kita dekat dengan yang di langit maka
Allah akan dekatkan kita dengan orang-orang beriman. Jika iman bersih, maka ia akan
rindu dengan yang sejenis (seiman). Seseorang akan bertemu dengan ruhnya atau
kebiasaannya. Jika kebiasaannya baik maka akan bertemu dengan kebaikan begitu pula
sebaliknya.
2. Wuddul qulub: hati yang saling mencintai. Seseorang akan bersama dengan apa yang
dicintainya. Jika cinta dengan keimanan, maka dia akan cinta dengan kebaikan. Bukan
saling membenci dan saling berebut meraih keinginan-keinginan pribadi
3. Hidayatul qulub: hati yang selalu merindukan petunjuk Allah meraih jalan-jalan yang
benar
4. Nurul qulub: Hati yg selalu merindukan cahaya Allah. Hadir disini karena cahaya Allah.
Rahmat Allah bersama orang yg berhimpun dalam naungan rahmat Allah
5. Syarhul qulub: Hati yang selalu menerima setiap kebaikan dan kebenaran dengan lapang.
Jadikan hati bahagia saat menerima suatu kebaikan atau nasihat. Rindu dinasihati, tidak
pernah bosan dinasihati, sehingga tidak ada kebaikan yang tertolak bagi dirinya.
6. Faidul Iman: hati yang selalu butuh iman yang melimpah. Tidak pernah bosan untuk terus
meningkatkan keimanan, recharge terus iman kita.
7. Jamilit tawakkuli alaik: Hati yang selalu berserah diri kepada Allah. Berikhtiar menjadikan
hati yang penuh tawakkal kepada Allah. Tugas kita hanyalah ikhtiar. Hasilnya serahkan
pada Allah
8. Makrifatullah: Hati yang selalu mengenal dekat dengan Allah, cinta, rindu dan selalu berharap pertemuan dengan Allah.
Tanya Jawab:
Pertanyaan dari Vanny: Bagaimana kita tetap istiqomah dalam tujuan mencari ridho Allah
semata dalam berjamaah/organisasi dengan segala macam problema organisasi dan
anggota yang ada?
Jawaban: Istiqomah didalam lingkaran Dakwah itu membutuhkan:
1. Perjuangan, adanya problema didalam lingkaran dakwah yang membuat diri kita
atau Iman kita turun maka yang harus kita lakukan adalah me-orientasi kembali
tujuan kita (Tujuan awal bahwa masuk kedalam lingkaran Dakwah yaitu sematamata hanya mencari Ridho Allah)
2. Fokus, Fokus pada tujuan dalam Dakwah yaitu menebar kebaikan dan mencegah
kemungkaran
3. Bersama orang-orang shaleh, keistiqomahan juga membutuhkan amunisi dari luar
salah satunya adalah kita dekat dengan orang-orang sholeh
Pertanyaan dari Sofianti Hesti: Apakah ciri-ciri orang yang Allah istiqomahkan dalam
dakwah dan takwa?
Jawaban: Ciri-ciri orang yang Allah Istiqomahkan dalam Dakwah & Taqwa:
1. Senantiasa dalam ketaatan kepada Allah SWT
2. Terjaga keimanannya
3. terjaga amal sholehnya
4. Mengedepankan kepentingan dijalan Allah
Pertanyaan dari Siti Haifa: Bagaimana menghadapi orang yang menolak atau 'nyinyir'
dengan dakwah kita? Baik dari kalangan muslim sendiri yang mungkin belum paham
ataupun dari non muslim
Jawaban: Mendo'akan. Muslim yang baik ketika di cemo'oh dengan orang lain maka tidak
akan kembali membalas dengan cemo'oh akan terapi dengan mendo'akan. Kita do'akan
semoga ia bisa menerima apa yang baik dari yang kita sampaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar