Oleh Kiki Barkiah
Masa 15 - seumur hidup
Setelah masa 14 tahun pertama anak belajar Islam untuk dapat memahami dan melaksanakan kewajiban diri sebagai seorang muslim, maka proses belajar selanjutnya adalah mempelajari segala ilmu yang dibutuhkan untuk memperhias ibadah wajib dengan ibadah sunnah serta berlatih untuk secara komitmen melaksanakannya agar menjadi hamba yang semakin dicintai oleh Allah. Proses pendalaman materi Islam juga diperluas untuk memahami dan mengamalkan bagaimana aplikasi Islam dalam setiap lini kehidupan, sehingga ia mampu menjalankan peran personal manusia dalam peradaban, yaitu:
1. Rahmatan lil alamin: Menebar rahmat bagi semesta (Peace and compassion)
"Tidaklah Kami mengutusmu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam" Al-Anbiya QS. 21:107
2. Bashiro wa Nadziro (Solution Maker, Problem Solver, Reminder)
"Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka." Al-Baqoroh QS. 2:119
Mendalami ilmu agama pun terus dilakukan agar anak senantiasa Istiqomah untuk tetap berada dalam lingkungan sosial yang bersama-sama berjuang menjalankan peran komunal manusia dalam peradaban, yaitu:
1. Khoirul Ummah (Ummat yang terbaik)
“Kamu sekalian adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia, yang menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar serta beriman kepada Allah?” (Q.S. Ali ‘Imrân: 110).
2. Ummatan Washatan (umat pertengahan) “Dan demikianlah Kami telah menjadikan kamu sekalian ummatan wasathan (umat yang moderat, umat yang adil, umat pilihan), agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas perbuatan kamu?” (Q.S. Al-Baqarah: 143).
Apa yang perlu kita lakukan?
Adapun tujuan yang hendak kita capai dalam proses ini adalah mengantarkan kita sekeluarga menuju kematian terbaik dan meraih kehidupan akhirat terbaik melalui jihad fisabilillah yang sesuai dengan peran yang diambil oleh masing-masing anggota keluarga dalam peradaban.
Apa yang kita lakukan di masa ini?
Apabila tahapan pendidikan agama 0-14 telah dilakukan dengan baik, maka selanjutnya hubungan yang dapat kita bangun bersama anak adalah sebagai partner dalam dakwah dan partner dalam jihad. Seumur hidup saling berlomba dalam kebajikan untuk .menambah pahala, bekerja bersama atau berharmonisasi dalam dakwah dan kontribusi jihad fisabilillah, serta tak henti-hentinya saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran.
Referensi:
Buku “Pendidikan Berbasis Fitrah” Ustadz Harry Santosa
Ceramah Ustadz Budi Azhari, Lc
Buku Inpirasi Rumah Cahaya Ustadz Budi Azhari, Lc
Catatan:
Sebelum terlambat dan anak anak semakin jauh dari nilai-nilai agama, mari kita galakkan pendidikan Islam rutin sejak dini di rumah melalui buku buku untuk usia dini, masa tahrib dan pre Akil baligh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar