Rabu, 30 April 2025

AKU TERSESAT DI JALAN YANG LURUS

Jalan hidup seseorang memang tak ada yang pernah selalu lurus, karena Allah selalu membuatnya berliku, berbelok-belok atau bahkan jalan yang terjal yang harus manusia lalui. Begitulah Allah mengatur jalan hidup kita, supaya hidup kita lebih berwarna dan jalan itu bukan untuk menyusahkan kita, namun Allah ingin melihat seberapa kuat hambaNya melewati jalan itu. 
Terkadang jalan seperti buah orange. Di luarnya terlihat manis namun dalamnya asam. Begitupun jalan hidup kita. Terkadang jalan lurus itu tidak selalu membuat kita merasa nyaman, tidak selalu baik untuk kita, oleh karena itu Allah membuatnya berliku agar kita bisa mempunyai pilihan atas hidup kita. Karena hidup itu pilihan.
Mungkin di antara kita, sering kita mengeluh.. kenapa jalan hidup ku seperti ini, kenapa tidak seperti dia, dan bla bla bla semua penuh dengan keluhan.. padahal Allah kasih semua hal kepada kita yaa tentunya sesuai dengan kebutuhan kita bukan kepada yang kita inginkan. Karena Allah lebih tau apa yang kita butuhkan ketimbang apa yang kita inginkan. 
Warnailah hidup ini dengan selalu bersyukur, bukan malah selalu mengeluh dan mengeluh. Gak enak rasanya kalo kita terus-terus mengeluh, karena tak akan pernah ada habisnya. Namanya manusia kan pasti gak pernah ada puasnya, dikasih ini minta itu, dikasih itu minta ono. Halaah.. apa gak cape tuh kalo seperti itu terus? Mending juga kita warnai dengan bersyukur dan bersyukur.
Semua nikmat yg Allah sudah kasih terhadap kita nikmatinlah, entah itu nikmat sehat, nikmat panjang umur, daan semua nikmaat yang terkadang kita sepelekan namun itu adalah sebuah nikmat yang sudah Allah berikan. Namun, kita bersyukur tak hanya selagi Allah kasih nikmat aja.. selagi Allah kasih ujian juga bersyukurlah dengan cara bersabar, karena itu tandanya Allah ingin menaiki level keimanan kita, daaan tentunya Allah akan kasih ujian sesuai dengan kemampuan hambanya. Sudah jelas kok di dalam AL-QURAN:
Q.S Al-Baqarah: 286, bahwa "Allah tidak akan  membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannua. Dan Allah cinta Dan Ridho kepada orang yang sabar." 
***
Begitulah yang aku rasakan saat itu,
ketika masa galau memilih jurusan dan tempat kuliah. Yang ada di pikiranku saat itu adalah bagaimana aku bisa masuk kuliah di perguruan tinggi negeri dengan jurusan yang aku inginkan tentunya, yaitu akuntansi. Yaa begitulah,.. aku sangat menyukai dan mencintai akuntansi, daaan aku ingin merubah mindset orang-orang bahwa akuntansi tidak lah sulit, hanya butuh pemahaman yang serius saja :) hehe.
namun, karena aku sungguh berani, bahkan saran dari guru dan orangtuaku tak ku hiraukan, hmm.. bukan di hiraukan juga sih... tapi aku tak ingin memilih jurusan yang bukan keinginan ku, sekalipun itu di perguruan tinggi negeri.
Setelah pengumuman SNMPTN pun tiba...
Berharap banget hari ini adalah hari yang membahagiakan untuk kedua orangtuaku, terutama untuk ayahku yang memang baru saja keluar dari rumah sakit. Aku ingin menghadiaahkan kabar bahagia itu untuknya.
Namun, lagi lagi Allah tak mengizinkan ku untuk kuliah di Universitas keinginanku itu, yaitu Sang Almet Hijau.. Universitas Negeri Jakarta.
Begitu terpukulnya aku setelah melihat pengumuman yang berwarna merah pada tulisan di layar laptopku pada waktu itu. sangat membuatku sedih.. maafkan aku my family, my teachers dan semua yang mengharapkan kabar baik ini :(
Namun, kegagalan bukan akhir dari segalanya, Im believe! Allah akan kasih pelangi dibalik semua ini, yaaa selain kepercayaan itu, kesedihan ini Alhamdulillah Allah kuatkan dengan kehadiran seorang adik yang sangat lucu dan aktif banget, yang membuatku sangat bersemangat ketika adik kecilku sedang berbincang denganku terkait cita-citanya yang ingin menjadi pilot, dan juga kehadiran seorang IBU yang sangat sangat membuat ku lebih tegar dan ikhlas meneriman keputusan yang sudah Allah berikan, She is the POWER for me after Allah :)
Setelah pengumuman itu, Alhamdulillah aku bisa move on.. maksudnya bisa bangkit lagi dari sekeping kegagalanku yang tidak masuk snmptn. Hiks-_- Tapi ternyata disinilah Allah menunjukan sebuah hal yang tak pernah aku sangka, tak pernah ku mengira sebelumnya. Aku dipertemukan dengan sebuah tempat yang luar bidahsyat, tempat yang berada di pelosok kota depok, mungil nan asri serta indah nampak bangunannya, membuat ku terpanah. Jauh dari keramaian kota yang bising dan penuh kemacetan. Asing memang, namun hati ini sangat terpesona dengan suasana ini.
Tempat apa ini? Seperti di pedesaan, layaknya pesantren.. tapi saat ku berada disana sangat membuat ku nyaman dan membuatku tak ingin pulang karena suasananya yang sangat berbeda sekali dengan suasana sekolahku dulu atau kampus-kampus yang pernah aku datangi.
Yaaps, itulah kampus ku sekarang. STEI SEBI (Sekolah Tinggi Ekonomi Islam) namanya. Kampus yang masih dalam tahap perkembangan, belum terkenal sama sekali bahkan orang depok pun masih jarang yang tau, kalau di depok ada kampus. tapi yang membuat ku aneh sampai sekarang adalah, walaupun SEBI belum terkenal di depok, tapi ternyata SEBI sudah mengepakkan sayapnya di ranah pulau lain, yaps SEBI sudah banyak yang tau di luar kota bahkan luar pulau sekalipun. Terbukti teman-temanku yang juga satu angkatan banyak dari mereka yang rela menjadi perantau untuk sekedar mencari ilmu di Depok, kebanyakan dari mereka ada yang dari Bontang, kalimantan barat, Sulawesi, Aceh, padang, Samarinda, Lombok, Jogyakarta, Purworejo, ciamis, Bandung, Brebes, Tasikmalaya, Garut, daaan masih banyak lagi teman-temanku yang dari luar Depok. Seru kaan punya teman beda wilayah? Bisa sharing banyak tentang daerahnya masing-masing. Hehe. Ya minimal walaupun belum bisa keliling Indonesia setidaknya bisa tau lebih dulu tentang banyak daerah. Jadi ketika nanti kita ingin berkeliling Indonesia, dan deket rumah mereka bisa sekalian mampir *itung-itung bisa gratis penginapan #eh :D
***
Pertemuanku dengan kampus STEI SEBI itu berawal ketika aku aktif di suatu organisasi pelajar di depok, yaitu Kesatuan Pelajar muslim Depok (KPMD), saat itu STEI SEBI bekerjasama dengan KPMD untuk menyelenggarakan seminar dan tes beasiswa untuk kuliah. Dari situlah entah kenapa hatiku seperti terpikat oleh SEBI, tidak mikir panjang, akhirya aku mengikuti tes tersebut.
Setelah seminggu kemudian... pengumuman pun telah tercantum di Websitenya SEBI, awalnya aku masa bodoan, karena orientasiku saat itu adalah almet hijau, yaps. UNJ namanya.
Tapi tapi ada salah satu temanku yang kepo dengan hasilnya, daan yaps, aku dan teman ku lolos tahap pertama. Tapi lagi-lagi belum aku hiraukan karena ambisiku masih terus mengejar almet hijau.
Setelah beberapa hari kemudian setelah hasil tersebut, aku di telphone oleh pihak SEBI, yang menyatakan bahwa tinggal satu langkah lagi untuk aku meraih beasiswa 100%. Hmm disitulah mulai ku berfikir, sedikit berhenti haluan untuk sekedar menengok kampus itu.
Lagi-lagi hati ku terasa terpanggil oleh kampus itu, tepat pada hari jumat, aku beranjak ke kampus tersebut untuk mengikuti tes lanjutan (tes tulis dan interview), setelah interview aku berkenalan dengan seseorang akhwat yang subhanallah banget, lugu polos tapi sepertinya wawasannya luas dan pandai dalam berbahasa inggris. Sebut saja RYB. Yang ternyata Allah pertemukan kita di dalam satu kelas di semester 1 dan 2.
Setelah berkenalan dengannya, Aku dikenalkan dengan kaka kelasnya di SMA dulu, sebut saja Bu Guru (Itu sebutan teman sekelasnya, hehe), ternyata Allah izinkan aku dibimbing dengan Bu Guru itu di RTM Greenland. Walaupun tidak lama.
Setelah kenalan, kita diajak berkeliling sekitar Kampus SEBI. Saat ke asrama, kaka kelas yang ada di asrama menyambut kami sangat baik, dengan sambutan hangat dan lontaran bahasa disana, ada yang bilang pake bahasa arab, inggris, sunda, dan indonesia. Hihi.. Aku jadi semakin yakin untuk mencoba hijrah. Memasuki dan menjadi bagian dari teman-teman asrama di sini.
But, of all... aku pasrahkan semua hasilnya kepada Allah. Saat ini aku hanya ingin mendapatkan keberkahan dalam hidupku, meneruskan misi besarku untuk bisa bermanfaat untuk khalayak. Yaa melalui kampus terbaik. Terbaik menurut Allah untuk aku melangkah hijrah disana.
Seminggu kemudian...
Pengumuman di STEI SEBI pun sudah terpampang di Websitenya.. awalnya aku belum tau pengumuman ini, justru teman ku yang kasih info ini. Hehe
Pas aku buka websitenya. Oh My God! Alhamdulillah, aku diterima beasiswa entreprenur 100%. akhirnya aku kasih info ini kepada orangtua ku, yang memang beliau sebelumnya belum tau kalau aku sedang mengikuti tes beasiswa di STEI SEBI. Lalu, orang tuaku tanya, ini kampus apa ka? Kok mama ga pernah denger yah #jleb! Haha sebenernya sih sama aja kaya aku. Aku juga baru tau. Kalo kata anak gahul mah sama! Aku juga! wkwk
Nah setelah pengumuman itu aku gak langsung meniyakan. Penuh dengan sebuah pertimbangan yang cukup panjang. Minta pertimbangan sana sini, dan yang pasti selama seminggu itu aku istikhoroh terus. Minta pertimbangan sama Allah, DZAT yang paling tau akan kita. Pilihan yang sangat amat membuat aku galau, ya seperti anak muda jaman sekarang lah, aku galau akan pilihan apakah aku melanjutkan impianku untuk berjuang bersama teman-teman ku di sbmptn atau kah aku harus menerima beasiswa ini. Apakah aku akan menjadi seorang entrepreneur atau akuntan? Hmm.. pilihan yang dua-duanya menjadi sebuah prioritas.
Alhamdulillah tepat di tanggal 13. Aku harus menetapkan pilihan, apakah aku pergi ke SMA 55 untuk mengikuti tes SBM, atau aku pergi ke STEI SEBI untuk MOU. Entah kenaapa lagi-lagi hati aku terpaut sangat dalam terhadap kampus asri ini. Bismillah.. akhirnya aku mengikuti kata hatiku untuk menetapkan pilihan itu.
Huaaaaaa... semoga ini adalah jawaban aku selama ini, ditempatkan di tempat kuliah yang kondusif dan efektif, yaaa efektif belajar ilmu duniawi dan akhiratnya juga dapet.
Alhamdulillah.. setelah MOU selesai. Oh My Allah! membaca berlembar-lembar persyaratan beasiswa itu membuat ku semakin bersemangat! Memang sih sempat agak ragu ketika orang tuaku menanyakan kepadaku, apakah aku sanggup dengan kewajiban itu, sedangkan aku memang belum terbiasa dengan suasana itu. Hmm.. maybe hanya butuh waktu untuk merubah itu. Yeaah. Its NOW! Aku berhijrah. Inilah kesempatan yang Allah berikan kepada ku untuk berhijrah. Masa iya hidup mau begini-begini aja sih? Ya memang kudu ada gebrakan dong untuk bangkit dan merubah menjadi lebih baik. Okee, dengan lafadz basmallah aku menandatangni MOU itu.
Disinilah aku tersesat, yaa tersesat dijalan yang lurus. Jalan yang tak sembarangan orang bisa memasukinya.
Salam Inspiratif!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar