Profile
Sop Durian DURIO dibuka pada 3 Mei 2013 di Jalan Angin
Mamiri Raya No.24 Depok 2 Tengah, tempat tersebut merupakan rumah masa kecil
salah satu owner Durio. Sop Durian DURIO sendiri mempunyai 3 owner, yaitu bang
Muhammad Marwan Hadid sebagai pencetus bisnis sop durian, bapak Ihsan Nur
sebagai produksi, dan bapak M. Arwan Fathimy sebagai pemodal.
Perkembangan
Diawal masa jualan, DURIO hanya bermodalkan gerobak bekas jualan ice cream, di Pinggir jalan. Mengapa dipinggir jalan? Karena secara psikologis Durio akan terlihat lebih ramai ketika pelanggan sedang membeli, hal ini membuat orang-orang yang melihat ingin membeli Durio juga.
Diawal masa jualan, DURIO hanya bermodalkan gerobak bekas jualan ice cream, di Pinggir jalan. Mengapa dipinggir jalan? Karena secara psikologis Durio akan terlihat lebih ramai ketika pelanggan sedang membeli, hal ini membuat orang-orang yang melihat ingin membeli Durio juga.
Satu bulan setelah launching, Durio mencoba
menawaarkan waralaba. Namun belum ada yang tertarik, karena masih banyak orang
yang bingung apa itu sop durian dan menganggap prospek pasarnya juga belum
jelas. Tapi berkat silaturahmi dengan salah satu kenalan dokter, bang Marwan
mendapatkan mitra kerja pertama untuk Durio. Saat itu dr. Dewi Damayanti sedang
mencari usaha untuk anaknya yang bernama Ferhard yang berumur 15 tahun. Bu Dewi
bempunyai cara pandang tersendiri saat bermitra dengan Durio, yaitu karena Durio
belum ada yang mengenal, maka Durio dapat berpotensi besar sebagai market
leader. Untuk bermitra dengan Durio pada saat itu bu Dewi cukup mengeluarkan
dana Rp4.500.000 (harga promo) dengan harga normal Rp5.000.000. Ketika bulan
Ramadhan 1434 H Ferhard memperoleh omset sebesar Rp15.000.000. Hal ini membuat
percaya diri owner Durio dalam menawarkan waralabanya. Dibulan yang sama Durio
telah mempunyai 3 rekan mitra. Saat ini sendiri, Durio telah mempunyai 103
mitra dan akan terus berpeluang bertambah untuk kedepannya. Sejalan dengan
target yang ingin dicapai Durio, yaitu mempunyai mitra kerja sebanyak 200
hingga akhir tahun 2014.
Untuk memulai usaha menjual sop durian, owner Durio
terinspirasi dari dirinya sendiri yang menyukai durian dan melihat market sop
durian yang begitu besar di Indonesia.
Terkait pemilihan nama dalam bisnis, owner Durio
memiliki pendapat tersendiri, yaitu menghindari nama-nama yang bermakna
negatif. Karena secara fitrah nama merupakan sebuah doa. Terlepas dari
pemaknaan nama dalam sebuah bisnis, yang lebih mempengaruhi keberlangsungan
dalam berbisnis adalah track record
yang dilakukan untuk bisnis itu sendiri.
Penyediaan durian sebagai bahan baku, owner Durio
bekerjasama dengan suplayer dari Medan. Setelah mendapatkan bahan
bakunya, Durio mengolah kembali durian tersebut hingga berbentuk sutset agar dapat disebar dengan mudah kepada para
mitra sop durian Durio.
Setiap harinya Durio dapat menghabiskan 700 porsi,
dimana untuk outlet pusat Durio dapat menghabiskan 100-200 porsi dan 500
porsi yang lain disebar keseluruh mitra Durio. Sedangkan pada akhir pekan,
Durio dapat menghabiskan 2 kali lipat dari porsi dihari biasa.
Saat ini owner Durio sedang fokus membesarkan sop
durian Durio di kawasan JABODETABEK, walau sebenarnya permintaan dari luar
JABODETABEK untuk bermitra dengan Durio juga sudah banyak.
Prinsip owner
Durio terhadap karyawannya adalah bekerja bukan hanya untuk sekedar mencari
nafkah tetapi bekerja untuk pengembangan diri. Dengan demikian skill
setiap individu akan terasah dan semakin banyak potensi diri yang dapat
dilakukan. Selain itu mereka akan dengan mudah bekerja dimana saja karena tidak
bergantung dengan orang lain.
Terkait dengan ekonomi syariah dalam menjalankan
usahanya, owner Durio berorientasi pada aspek muamalah. Dimana semua kegiatan
yang dilakukan halal sampai ada dalil yang mengharamkan. Dan sejauh ini tidak
ada kegiatan yang dilakukan ownwr Durio yang melanggar syariat. Mulai dari
sistem gaji yang diberikan tepat waktu, memberikan upah sesuai posisi kerja,
karyawan dipeklakukan sebagai keluarga. Untuk kegiatan rutin yang terkait
syariah, owner Durio mengadakan pengajian setiap bulan dan membiasakan sholat
Dhuha setiap hari.
Menurur owner Durio, market muslimin sedang
tumbuh pesat di Indonesia. Hal ini sejalan dengan riset yang ada di buku
“ Marketing to Middle Class” karya bapak Yuswohady, bahwa 95% peremuan saat
membeli kosmetik selalu menanyakan keHALALannya. Selain itu, masyarakat
Indonesia sudah mulai peka juga terhadap haramnya riba.
Untuk mengincar maket muslim, setidaknya ada 3 faktor
yang harus dipenuhi :
·
Fungsional
value -> kualitas
produk bagus
·
Emotionsl
value -> bangga
menggunakan produk
·
Spiritual
value -> produk
dijamin halal
Harapan owner Durio untuk ekonomi syariah kedepannya,
yaitu semakin banyak penggerak ekonomi syariah yang fokus pada usaha riil.
Karena jika diibaratkan dengan usaha Durio yang produktif, maka yang
diuntungkan tidak hanya dari pihak Durio. Namun juga menguntungkan untuk
penjual duren, penjual roti, penjual plastik, dan pihak lain yang secara tidak
langsung berhubungan dengan Durio. Dengan begitu secara otomatis berdampak
kepada anggota keluarga mereka yang hidupnya semakin sejahtera. Untuk
tercapainya hal tersebut, harus ada supporting modal dan supporting pendampingan. Karena selama ini
pihak-pihak yang membantu mendirikan UKM hanya sekedar memberikan pelatihan
dalam waktu singkat namun tidak ada pendampingan dalam merintis UKM yang sudah
berdiri. Hal itu perlu dilakukan agar UKM yang telah berdiri terus berkembang.
Tips sukses berbisnis ala owner sop Durio adalah :
·
modal
akses lebih penting dari modal aset. Bisnis itu intinya silaturrahmi.
·
Jika
dalam pendanaan modal tidak ada pihak ketiga, maka lebih baik keuntungan hanya
diambil sedikit untuk pribadi, selebihnya untuk perputaran modal. Hal ini harus
dilakukan dengan komitmen.
·
Dana
cash dalam perusahaan itu penting karena akan banyak pengeluaran tak terduga.
·
Selalu
ada inovasi-inovasi baru, kreativitas tanpa batas.
Target Durio untuk lebih produktif adalah
mengembangkan industri durian dengan membuat Durio sebagai brand image.
Selain itu Durio akan menjadi market leader untuk sellay durian dan pancake
durian, serta mengaplikasikan konsep Durio dalam mini resto.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar