Selasa, 28 Juni 2016

Ujian

Dipenghujung bulan Suci ini, ujian kian terus bergulir. Ujian kehidupan yang penuh dengan pilihan. Yaa pilihan yang sangat sulit dipilih... Tapi yakinilah, Allah menguji hambaNya sesuai dengan kemampuannya. Yap! Harus yakin Dan husnuzhon kepada Allah :')

Hari demi hari selalu terlewatkan dengan deadline. Oh deadline.. Seperti sedang dikejar waktu Dan sangat memacu adrenaline. Tapi apa boleh buat, aku hanya terdiam kala itu, menyaksikan waktu yang terus bergulir.
Lalu, apa yang harus aku lakukan?? Hmmm hanya terdiam Dan terdiam seperti orang yang sedang digantungin.
Oh, rasanya begitu batin. Ketika belum ada kejelasan, ketika hanya janji janji palsu yang terucap.
Harapan-harapan pupus yang membuat mata ini harus meneteskan air mata begitu derasnya.
Kenapa harus mengumbar janji kalau pada akhirnya mengecewakan? Mengapa harus di ceritakan semua kalau pada akhirnya tidak sesuai.
Aku hanya butuh ketegasan darimu, aku hanya butuh kejelasan darimu, aku hanya butuh kepastian dari mu, aku hanya butuh reality yang ada darimu.
Aku pun bingung ketika beliau menanyakan hal itu, hanya bilang nanti nanti Dan nanti.
Huah! Begitu dahsyat tantangan ini..
Sudah melewati tahap awal, sekarang harus berhadapan dengan tantangan lebih dahsyat. Ya seperti ku bilang, aku mau naik level. Yeaay! ALLAH sungguh baik <3

Untukmu yang lemah lembut nan penuh ide cemerlang. Aku hanya butuh pembuktian dari mu. Jika kamu memang inginkan bersama.

❤️

Segenap semesta berbisik membicarakan hari dimana yang lain menjadi saksi
Saat cinta hadir dan berlabuh dalam muara lindungNya
Bersatulah dua wajah yang rusuknya dulu terpisah
Indahnya cinta saat semua terbungkus dengan apa yang dinamakan taqwa
Menyejukkan dan membuat hati menjadi tenang tanpa merendahkan
Seperti hujan yang hadir disiang hari
Dan angin yang berlalu dimalam syahdu

Lantunan do'a yang menyertai dalam langkah pasti menuju kepastian
Mengokohkan dan memondasikan janji suci yang tertancap tanpa terucap

Menjadi satu, bukan sekedar perkara semudah membuat campuran kopi dan susu
Menjadi satu ialah menyatukan diriku dan dirinya dalam balutan kasih dan cintaNya yang lebih tinggi derajatnya

Wahai pemilik cinta yang Agung
Jadikan kami seperti Muhammad dan Aisyah, Ibrahim dan siti Hajar, Ali dan Fatimah
Yang mengarungi samudera dalam bahtera dengan layar Iman yang menjulang
Dan jadikan ketakutan kami sebagai jangkar yang memberhentikan ketamakan

Wahai Penggengam hati
Kuatkan ikatan hati kami dalam balutan tawakal dan ikhtiar dalam resahnya kehidupan
Eratkankanlah genggaman kami untuk bersama membangun istana
Dan senadakanlah langkah kami, untuk bersama melangkah mencapai syurga.

Kamis, 23 Juni 2016

HANYA SEGELAS AIR

Suatu ketika, Khalifah Harun Al Rasyid duduk di teras istana dengan mimik gelisah. Untuk meringankan penat dan beban pikirannya, seperti biasa, ia mengundang ulama terkemuka agar pikirannya kembali cerah dan segar. Ulama terkemuka yg di panggil saat itu bernama Abu Sammak.

Setelah ulama itu tiba di istana, tanpa menunggu lama Khalifah berkata" Nasihatilah aku".

Sementara seorang pelayan membawa air suguhan untuk Abu Sammak dan Khalifah. Saat hendak meminum, Abu Sammak berkata," Tunggu Sebentar!, seandainya dalam keadaan sangat haus seperti ini kau tidak memperoleh air, berapakah harga yg siap kau bayar ? Jawablah dengan jujur".
Setengah dari kekayaanku,"jawab sang Khalifah.

Abu Sammak mempersilahkan khalifah minum. Selesai minum. Abu Sammak bertanya kembali," Seandainya Air tadi mendesak di keluarkan tapi kau tak mampu mengeluarkannya, berapakah harga yang akan engkau bayarkan agar air itu keluar?."
Khalifah menjawab ,"Setengah dari kekayaanku".

Kalau demikian, sadarilah bahwa nilai seluruh kekayaan dan kekuasaan yang ada di sisimu hanya setara dengan segelas air. Tidak wajar apabila diperebutkan dan dipertahankan tanpa hak. Ketahuilah, betapa banyak nikmat Allah selain segelas air itu yang telah kau terima sehingga tidak wajar jika engkau tidak mensyukurinya," nasihat Abu Sammak kepada khalifah Harun Al Rasyid.

Kesimpulannya...
Secara khusus, kisah ini adalah cambuk bagi orang yang sedang mengemban amanah, jabatan, bergelimang harta. Jabatan bukanlah mainan dan ajang memperkaya diri. Jabatan adalah amanah yang berat, yang suatu saat akan dimintai pertanggungjawabannya.

Kita bisa bercermin dari khalifah Harun Al Rasyid, betapa nilai jabatan dan kekayaan tidak lebih dari segelas air yang dapat kita beli dengan harga murah. Inilah sesungguhnya hikmah di balik kisah tersebut, di mata Allah, jabatan dan kekayaan itu murah, sangat murah.

Jumat, 17 Juni 2016

Spesific bisnis

Saya ingin sharing terkait pembahasan mengenai spesific bisnis. Materi ini saya sampaikan ketika saya mengisi coaching bisnis di Coaching IAN Center.

☆ Spesifik Bisnis
Spesifik bisnis di klasifikasikan menjadi dua, yaitu bisnis yang produknya adalah "barang" dan berupa "jasa"

☆ Ada 4 Bidang bisnis yang selalu di perlukan oleh banyak orang, yaitu :
1. Food (Kuliner) : Masakan atau makanan selalu dibutuhkan. Karenanya bisnis kuliner sangat berpotensi untuk dikembangkan. Pada Bisnis kuliner juga sangat mudah untuk melakukan inovasi2 terbaru.

2. Fashion ( Gaya/Style) : Setiap orang memerlukan pengaturan gaya dalam kesehariannya. Fashion sangatbluas dan menyeluruh, mulai dari yang pokok misalnya baju hingga detail yaitu aksesoris dan jasa tata rias wajah dan rambut.

3. Finance (Keuangan)  : Bisnis di bidang finance adalah trend bisnis dibidang jasa, contohnya seperti bank, konsultan pajak dsb. Dalam bisnis ini dibutuhkan pendidikan yang tinggi dan kemampuan komunikasi  dan pengalaman yang baik.

4. Fun : Dalam "Fun" termasuk segala bisnis yang menyenangkan, contohnya adalah aplikasi di gadget, game, youtube , desain grafis yang biasanya dibutuhkan kreativitas yang tinggi dan pengetahuan yang cukup pada bidang IT.

Dari keempat tren bisnis diatas, bisnis mana yang ingin kamu bangun??? sesuaikan dengan minat dan bakat yang kamu miliki !

☆ Peluang untuk berbisnis sangat luas,  peluang bisnis dapat terbuka dari beberapa hal , contohnya adalah dari bakat, investor, dan peluang yang ada di hdapan kalian (yang sedang kalian jalani)
*peluang besar bukan berarti tidak ada kendala* untuk itu diperlukan pemahaman dan perencanaan yang baik untuk membangun sebuah bisnis.

☆ Jangan Melakukan Personal Branding☆

Artinya dalam mengembangkan suatu produk jangan mengaitkannya dengan popularitas dari diri kita, (dari pembuat produk tersebut) Cukup buat produk kita terkenal karena kualitas,keunggulan dan inovasinnya. Sehingga ketika orang kagum dengan produk kita, maka nama kita pun akan ikut terbawa .. okey:)
Seperti yang di contohkan oleh Rasulullah Saw. Beliau tidak mem-branding dirinya, tapi beliau mengembangkan dan menyebarkan islam dengan dakwah yang luar biasa, sehingga nama beliau pun terkenal dan termasuk orang2 yang paling berpengaruh di dunia

Semoga bermanfaat!
Salam Inspiratif!
Salam preneur!
Dreams Pray and action!