Sabtu, 17 Oktober 2015

Cinta Dalam Diam

Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang cukup cintai dia dalam diam. Karena diammu salah satu bukti cintamu padanya. Kau ingin memuliakan dia dengan tidak ingin mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu, menghindarkan dirimu dari hal-hal yang merusak izzah dan iffahmu, karena diammu bukti kesetiaanmu padanya, karena mungkin saja orang yang kau cintai adalah juga orang yang telah Allah SWT pilihkan untukmu. Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan ali? Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan. Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah. Karena dalam diammu tersimpan kekuatan. Kekuatan harapan.. hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata, hingga cintamu yang diam dapat berbicara dalam kehidupan nyata.. bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya? Wallahu’alam bii showab :)

Ada kata dalam satu cintaku

Ada kata dalam satu cintaku …
Saat aku bergelora dalam menerjemahkan maknanya
Disaat cinta itu datang dan waktu belum lah tepat
Lelah mata ini menahan apa saja yang syahwat anggap enak
Saat aku kembali menangis menatap mereka
Di saat cinta itu hadir sementara jiwa masih berontak
lelah hati ini menahan keinginan
menginginkan apa saja yang di anggap baik
saat aku ingin menuntut kesucian cinta
sementara kesabaran masih terus ku gigit
 karena cinta terus mendekatiku
sungguh banyak pujian keindahan terlayangkan
sementara aku tidak tahu apakah itu zina hati atau memang pujian
saat dirinya hadir menyendiri dalam kesendirian
saat perasaan yang hanya berbicara
saat melihat wajahnya adalah biasa yang harus ku tangguhkan
lalu jiwa pun melangla dunia sekerasnya.

Ada kata dalam satu cintaku …
Saat diriku memuja dan memuji kebesaran Allah
Lalu tertulis pula sebuah kata cinta
Memasuki kamar hati yang kosong
Dan aku pun ikhlas mencadari wajahku
Saat cinta harus ku sujudkan di atas sajadah
Bersama linangan air mata
Dan akhirnya hanya Allah tempat meminta
Dan terlafazlah kata-kata cinta
Saat hatiku bergelora lebat
Dan aku pun bahagia, walau sesekali menangis
Dan ada satu cinta ku yang berkata indah
Allah bersamamu :)

6 Kesalahan Pebisnis Kuliner yang Harus Dihindari

Mau Sukses Berbisnis Kuliner? Hindari 6 Kesalahan Fatal Berikut Ini :
Bisnis kuliner selalu dianggap sebagai bisnis yang paling mudah untuk digeluti, karena itu tidak jarang ada banyak pelaku usaha yang terjun ke dalam bisnis kuliner. Padahal bila diteliti secara seksama, bisnis kuliner juga memiliki kerumitan.

Sama seperti bidang bisnis pada umumnya, bisnis kuliner juga membutuhkan kreativitas dan inovasi yang bersifat continue atau berkelanjutan.

Sayangnya, banyak pelaku bisnis kuliner yang tidak memahami hal ini, sehingga tidak jarang banyak pebisnis kuliner yang bangkrut akibat tidak memiliki kemampuan dalam menghadapi ketatnya persaingan pasar.

Berikut adalah 6 kesalahan pebisnis kuliner yang seringkali menyebabkan bisnisnya bisa bangkrut, yaitu:

Tidak Fokus pada Bisnis

Banyak pelaku yang terlena karena merasa bisnis yang digarapnya telah menuai kesuksesan. Pendapatan dan keuntungan yang diraih membuat mereka tak lagi fokus dengan pengembangan bisnis tersebut dan malah merintis usaha lain.

Padahal kesuksesan di bidang kuliner belum tentu akan sama suksesnya dengan bisnis di bidang lain. Memang baik, merintis lebih dari satu bisnis. Akan tetapi, jangan tergesa-gesa, karena merintis bisnis di bidang lain dalam waktu yang berdekatan akan membuat perhatian menjadi terpecah, sehingga tidak total dalam menangani satu bisnis.

Perilaku Konsumtif

Suatu bisnis yang sukses tentu memberikan penghasilan yang cukup bahkan lebih bagi pelaku bisnis. Namun, sayangnya penghasilan tersebut sering menjadikan para pelaku bisnis lebih konsumtif.

Karena menganggap penghasilan tersebut sebagai upah atas kerja keras, mereka pun menggunakan uang tersebut untuk memanjakan diri, seperti membeli gadget, dan barang-barang tersier lainnya. Memiliki sikap konsumtif seperti ini sangat membahayakan terutama bisnis yang digeluti masih dalam tahap pengembangan.

Berhenti Berinovasi

Inovasi yang berkelanjutan ialah satu syarat yang harus dimiliki dalam menjalankan bisnis kuliner. Kebanyakan pelaku bisnis kuliner berhenti berinovasi ketika produk kuliner yang mereka jual mendapatkan respon yang baik dari konsumen dan menghasilkan untung besar.

Sebaiknya jika anda berniat untuk terjun di dalam bisnis kuliner, berusahalah untuk terus berinovasi menciptakan produk-produk kuliner, meskipun bisnis anda berjalan lancar dan laris.

Yang perlu diingat adalah persaingan yang selalu hadir kapan saja. Maka itu, tetaplah kreatif dan berinovasi agar tidak kalah.

Tidak Ingin Berbagi Kepemilikan

Satu cara yang dapat anda lakukan untuk membuat bisnis anda lebih berkembang ialah dengan membagi kepemilikan usaha dengan pihak lain, seperti menanamkan saham. Sayangnya banyak orang yang masih takut untuk melakukan pengembangan dengan model seperti ini.

Kebanyakan pelaku bisnis merasa takut untuk berbagi karena beranggapan sistem seperti itu akan merugikan. Nyatanya cara ini dapat membuat usaha berkembang lebih besar jika dilakukan secara tepat.

Produk yang Dijual Tidak Menjual

Seringkali kuliner kesukaan dijadikan sebagai inspirasi untuk mendirikan bisnis. Memang cara itu tidak sepenuhnya salah, akan tetapi ada hal yang perlu diingat, bahwasannya kuliner yang anda sukai belum tentu disukai oleh orang lain.

Setiap orang memiliki selera dan tanggapan yang berbeda-beda terhadap kuliner. Meskipun kuliner yang ingin anda bisniskan ialah kesukaan anda, namun anda harus tetap menyesuaikannya dengan selera konsumen.

Bila perlu, lakukan survei pasar untuk menghindari kesalahan dalam memilih produk yang akan dijual. Jika sudah salah memilih, produk yang anda jual tidak memiliki nilai jual lagi.

Tidak Profesional

Berbisnis tidak hanya berbicara mengenai investasi semata. Diluar itu, masih banyak hal yang harus dipertimbangkan selain berbicara mengenai modal dan hanya berorientasi pada keuntungan.

Menjalankan bisnis berarti menjalani proses belajar, dimana karakter akan dibentuk dari setiap proses bisnis yang dijalani, baik itu mengatur keuangan dan merekrut karyawan. Karena itu, milikilah sikap profesional dalam menjalankan setiap aktivitas bisnis.

***

Nah, demikianlah tadi 6 hal yang harus Anda hindari jika ingin sukses dengan bisnis kuliner. Semoga bermanfaat Dan
Salam Inspiratif!! (y)